Kanal24, Malang – Upaya memperkenalkan kekayaan kuliner dan produk pertanian Indonesia ke kancah internasional terus dilakukan oleh diaspora Tanah Air di berbagai negara. Salah satu langkah kreatif datang dari komunitas imigran Indonesia di Yunlin, Taiwan, yang menerbitkan sebuah buku bergambar dwibahasa berisi cerita tentang makanan khas dan produk pertanian Nusantara.
Buku berjudul Berkah Tanah Tropis – Perjalanan Produk Pertanian dan Khas Indonesia tersebut disusun oleh lima imigran Indonesia yang tinggal di Yunlin. Karya ini diluncurkan dalam sebuah acara budaya yang digelar pada 1 Februari 2026 di wilayah tersebut, sekaligus menjadi bagian dari kegiatan promosi budaya yang mempertemukan masyarakat Taiwan dengan kekayaan tradisi Indonesia.
Wakil Kepala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Yunlin, Chen Shih-hsun, menjelaskan bahwa buku ini tidak hanya memuat cerita tentang makanan, tetapi juga memperkenalkan nilai budaya yang terkandung dalam setiap hidangan khas Indonesia. Menurutnya, buku tersebut dapat membantu masyarakat lokal memahami keragaman budaya yang dibawa oleh para imigran.
Baca juga:
Doktor FMIPA UB Kembangkan AI untuk Skrining Kanker Serviks
Ia menuturkan bahwa melalui ilustrasi dan cerita sederhana, pembaca diajak mengenal berbagai bahan makanan yang umum digunakan di Indonesia. Salah satu contoh yang ditampilkan dalam buku adalah bakso beranak yang digambarkan sebagai makanan dengan makna keberkahan serta harapan panjang umur dalam tradisi kuliner masyarakat Indonesia.
Selain itu, buku tersebut juga memperkenalkan bahan pangan seperti daun singkong yang di Indonesia menjadi sayuran populer. Penjelasan tersebut sekaligus memberikan perspektif baru bagi masyarakat Taiwan yang umumnya memandang daun singkong sebagai pakan ternak. Perbedaan cara pandang terhadap bahan pangan ini menjadi salah satu cerita menarik yang diangkat dalam buku.
Ruang Ekspresi Budaya Imigran
Peluncuran buku ini merupakan bagian dari program literasi yang digagas oleh pemerintah daerah Yunlin bersama organisasi sosial setempat. Program tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi keluarga imigran baru agar dapat mengekspresikan cerita dan pengalaman mereka melalui karya kreatif.
Melalui program ini, para peserta diajak mengikuti kegiatan membaca, menulis, hingga menyusun buku bergambar yang merepresentasikan latar belakang budaya mereka. Program tersebut telah berjalan sejak 2014 dan secara konsisten melibatkan komunitas imigran dari berbagai negara.
Bagi para imigran Indonesia yang terlibat dalam proyek ini, buku tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan identitas budaya sekaligus mengobati kerinduan terhadap kampung halaman. Mereka dapat berbagi cerita tentang makanan, bahan pangan, dan tradisi yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di Indonesia.
Selain sebagai media literasi, buku ini juga menjadi bentuk kontribusi diaspora dalam memperkaya keragaman budaya di Taiwan. Kisah yang ditulis tidak hanya mencerminkan tradisi kuliner, tetapi juga menggambarkan perjalanan hidup para penulis sebagai imigran di negeri baru.
Membangun Jembatan Budaya
Kehadiran buku karya imigran Indonesia tersebut sekaligus menunjukkan peran diaspora sebagai duta budaya. Melalui karya kreatif seperti buku bergambar, masyarakat lokal dapat mengenal budaya Indonesia dengan cara yang sederhana namun menarik.
Kegiatan peluncuran buku juga dimeriahkan dengan berbagai aktivitas budaya, termasuk pertunjukan tari tradisional dan penyajian kuliner khas Indonesia. Acara tersebut menarik perhatian masyarakat setempat yang ingin mengetahui lebih jauh tentang kekayaan budaya Nusantara.
Inisiatif ini dinilai penting dalam memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Taiwan. Pertukaran budaya melalui karya seni, kuliner, maupun kegiatan komunitas dapat memperluas pemahaman masyarakat lintas negara serta mempererat hubungan antarbangsa.
Para penyelenggara berharap buku tersebut tidak hanya menjadi bacaan edukatif bagi masyarakat Taiwan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi komunitas imigran lainnya untuk berbagi cerita tentang budaya asal mereka. Melalui pendekatan kreatif seperti ini, keberagaman budaya dapat dirayakan dan dipahami secara lebih luas oleh masyarakat global.
Dengan hadirnya buku Berkah Tanah Tropis, para imigran Indonesia di Yunlin menunjukkan bahwa kisah tentang makanan dan hasil bumi dapat menjadi medium yang kuat untuk memperkenalkan identitas bangsa. Di tengah kehidupan di perantauan, karya tersebut menjadi bukti bahwa rasa dan cerita dari tanah air tetap dapat hidup serta menghubungkan berbagai budaya di dunia. (nid)














