KANAL24, Malang – Momen hari raya Idul Fitri bukan hanya untuk berkumpul dengan keluarga namun juga menjadi momen untuk saling memaafkan dan menjadi generasi pemaaf.
Hal itu menjadi inti dari Silaturahmi Bani Ngisomudin pada hari raya Idul Fitri pada Minggu (22/3/2026) di Kemukus Gombong.
Dalam tausiyah yang disampaikan oleh KH Nur Kholis Setiawan dalam pertemuan tahunan yang digelar setiap tanggal 2 Syawal.
“Dalam Al Qur’an ada surat Al A’raf 199 ada satu ayat yang menarik karena Nabi Muhammad meminta penjelasan kepada Malaikat Jibril,” kata Nur Kholis.
Baca Juga : Anak Soleh Merupakan Jariyah
Menurut guru besar UIN Syaifudin Zuhri Purwokerto dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa manusia diminta untuk memaafkan kepada orang yang menyakiti atau menjadi generasi pemaaf.
“Menjadi pemaaf ini berat untuk dilakukan tapi itu merupakan perintah dalam Al Qur’an,” lanjutnya.
Yang kedua manusia diminta untuk memberi kepada orang yang tidak pernah memberi dan yang ketiga menyambung silaturrahim kepada orang yang memutus silaturahmi.
“Silaturahmi inilah yang perlu disambung salah satunya melalui momen idul Fitri ini,” ujar Nur Kholis.
Sebagai penutup Nur Kholis Setiawan mengajak kepada keluarga besar Bani Ngisomudin untuk menjaga regenerasi dakwah yang telah dirintis oleh generasi terdahulu dilingkungan masing-masing. (sdk)














