Kanal24, Malang – Pemerintah Indonesia terus memperkuat strategi ketahanan pangan dan gizi nasional dengan memaksimalkan potensi sektor kelautan dan perikanan. Salah satu langkah besar yang diambil adalah peningkatan produksi ikan secara masif melalui pembangunan ribuan kampung nelayan di berbagai wilayah pesisir Tanah Air. Kebijakan ini dinilai krusial untuk memastikan ketersediaan protein hewani yang terjangkau sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan bahwa pemerintah akan membangun sekitar 1.100 Kampung Nelayan Merah Putih pada tahun ini. Program tersebut menjadi bagian dari agenda besar penguatan ketahanan pangan nasional yang tidak hanya bertumpu pada sektor pertanian darat, tetapi juga mengoptimalkan kekayaan laut Indonesia.
Baca juga:
Menaker Soroti Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Kampus Perkuat Link and Match Industri
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam agenda panen raya dan pengumuman capaian swasembada pangan yang digelar di Karawang, Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa produksi ikan akan digenjot besar-besaran untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri sekaligus mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dirancang tidak sekadar sebagai kawasan permukiman, tetapi sebagai pusat kegiatan ekonomi berbasis perikanan. Di dalamnya akan tersedia fasilitas pendukung seperti sentra budidaya ikan, tempat pengolahan hasil laut, cold storage, akses permodalan, serta sarana distribusi agar hasil tangkapan dan budidaya nelayan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
Melalui program ini, pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas produksi ikan nasional secara signifikan. Produksi ikan yang melimpah diharapkan mampu menekan harga di pasaran sehingga lebih mudah diakses oleh masyarakat luas, khususnya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan protein bagi anak-anak dan keluarga.
Selain aspek produksi, program kampung nelayan juga diproyeksikan membuka lapangan kerja baru di wilayah pesisir. Pembangunan infrastruktur, kegiatan budidaya, pengolahan hasil perikanan, hingga distribusi diperkirakan menyerap banyak tenaga kerja lokal, sekaligus mendorong perputaran ekonomi di daerah.
Kebijakan penguatan sektor perikanan ini berjalan seiring dengan program prioritas pemerintah lainnya, termasuk peningkatan gizi masyarakat dan penyediaan makanan bergizi secara merata. Ikan dipandang sebagai sumber protein yang relatif cepat diproduksi dan memiliki kandungan gizi tinggi, sehingga menjadi komoditas strategis dalam kebijakan pangan nasional.
Meski demikian, pemerintah juga menyadari tantangan yang menyertai program berskala besar ini. Kesiapan infrastruktur, pendampingan teknologi bagi nelayan, pengelolaan lingkungan laut, serta kepastian akses pasar menjadi faktor penting yang harus diperhatikan agar pembangunan kampung nelayan berjalan berkelanjutan.
Dengan pembangunan ribuan kampung nelayan dan peningkatan produksi ikan secara terintegrasi, pemerintah optimistis Indonesia mampu memperkuat kemandirian pangan dan gizi nasional. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen untuk menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pesisir. (nid)














