Kanal24, Malang – Industri kelapa sawit Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Kontribusinya terhadap ekspor, penyerapan tenaga kerja, dan pembangunan wilayah pedesaan tidak terlepas dari peran sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya. Di balik dominasi pekerjaan lapangan yang kerap diasosiasikan dengan tenaga laki-laki, pekerja perempuan memiliki posisi penting dalam menjaga keberlanjutan rantai produksi sawit nasional.
Di berbagai daerah sentra perkebunan, perempuan terlibat aktif dalam berbagai aktivitas operasional, baik di kebun maupun di sektor pendukung. Peran ini sering kali berjalan tanpa sorotan publik, meski kontribusinya berdampak langsung terhadap stabilitas produksi dan ekonomi keluarga pekerja. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri sawit tidak hanya bergantung pada faktor lahan dan teknologi, tetapi juga pada peran strategis pekerja perempuan.
Peran Vital Perempuan dalam Operasional Sawit
Pekerja perempuan menjadi bagian tak terpisahkan dari operasional perkebunan sawit. Mereka terlibat dalam perawatan tanaman, pembibitan, pengumpulan hasil panen, hingga pekerjaan administratif yang memastikan proses produksi berjalan tertib dan efisien.Ā
Di sejumlah wilayah, keberadaan pekerja perempuan bahkan menjadi penopang utama ekonomi rumah tangga. Peran ini menunjukkan bahwa kontribusi perempuan tidak bersifat pelengkap, melainkan bagian inti dari rantai produksi sawit nasional.
Tantangan Kesetaraan dan Beban Kerja Ganda
Meski berkontribusi besar, pekerja perempuan masih menghadapi tantangan kesetaraan di lingkungan kerja. Banyak diantaranya berada pada posisi non-struktural dengan akses terbatas terhadap pelatihan, peningkatan keterampilan, dan jenjang karir.Ā
Di sisi lain, pekerja perempuan juga menghadapi beban kerja ganda, di mana tanggung jawab profesional harus dijalankan bersamaan dengan kewajiban domestik. Kondisi ini kerap mempengaruhi kesejahteraan fisik dan mental, serta berpotensi menurunkan produktivitas jangka panjang jika tidak ditangani secara serius.
Perlindungan Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Isu kesehatan dan keselamatan kerja menjadi perhatian penting bagi pekerja perempuan di sektor sawit. Lingkungan perkebunan memiliki risiko kerja yang tinggi, mulai dari paparan bahan kimia hingga tuntutan fisik yang berat.Ā
Oleh karena itu, penyediaan alat pelindung diri yang sesuai, fasilitas kesehatan yang memadai, serta lingkungan kerja yang ramah perempuan menjadi kebutuhan mendesak. Perlindungan ini tidak hanya penting bagi keselamatan pekerja, tetapi juga berpengaruh terhadap keberlanjutan operasional perusahaan.
Pemberdayaan Perempuan untuk Sawit Berkelanjutan
Pemberdayaan pekerja perempuan dinilai menjadi salah satu kunci dalam membangun industri sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing. Upaya peningkatan kapasitas melalui pelatihan, pembukaan akses terhadap posisi strategis, serta penerapan kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif menjadi langkah penting yang perlu diperkuat.Ā
Ketika pekerja perempuan diberikan ruang untuk berkembang dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, industri sawit akan memperoleh manfaat berupa peningkatan kualitas sumber daya manusia dan stabilitas sosial di kawasan perkebunan. (wan)













