Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Petani Punya Hasil Panen, Tetapi Mengapa Nilai Tambah Masih Sulit Dinikmati? FEB UB Dampingi Pembentukan Koperasi Tani di Lereng Gunung Kawi

Dinia by Dinia
July 4, 2026
in Pendidikan
0
Petani Punya Hasil Panen, Tetapi Mengapa Nilai Tambah Masih Sulit Dinikmati? FEB UB Dampingi Pembentukan Koperasi Tani di Lereng Gunung Kawi
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Kesuburan lahan belum tentu berbanding lurus dengan kesejahteraan petani. Di banyak daerah, persoalan utama justru muncul setelah panen usai, mulai dari lemahnya posisi tawar, akses permodalan yang terbatas, hingga sistem pemasaran yang belum berpihak kepada petani. Akibatnya, nilai ekonomi hasil pertanian kerap lebih banyak dinikmati pihak lain dibandingkan para petani sebagai produsen utama.

Tantangan tersebut menjadi perhatian Tim Pengabdian Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) yang kembali melakukan pendampingan di Desa Banjarejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Melalui program pengabdian masyarakat, tim yang dipimpin Prof. Asfi Manzilati, M.E. mendampingi Kelompok Tani Hutan (KTH) Banjarejo membangun koperasi tani sebagai fondasi penguatan ekonomi petani sekaligus meningkatkan kemandirian usaha tani.

Desa Banjarejo yang berada di lereng Gunung Kawi dikenal memiliki potensi pertanian yang besar dengan komoditas unggulan berupa sayuran, buah-buahan, dan berbagai hasil bumi lainnya. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya mampu meningkatkan kesejahteraan petani karena masih dihadapkan pada persoalan tata kelola usaha dan pemasaran hasil pertanian.

Berangkat dari kondisi tersebut, para petani membentuk Kelompok Tani Hutan (KTH) Banjarejo sebagai wadah memperkuat posisi tawar. Salah satu agenda strategis yang kemudian disepakati adalah mendirikan koperasi tani yang mampu menjadi pusat pengelolaan usaha sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa.

“Koperasi menjadi instrumen untuk membangun kemandirian ekonomi petani. Melalui kelembagaan yang kuat, petani diharapkan memiliki posisi tawar yang lebih baik, akses pembiayaan yang lebih mudah, serta mampu mengelola pemasaran hasil panennya secara lebih berkelanjutan,” ujar Prof. Asfi Manzilati, dalam keterangan yang diterima Kanal24 (4/6/2026)

Program pendampingan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pengabdian yang telah dimulai sejak tahun 2024. Pada tahap awal, tim FEB UB melakukan identifikasi potensi desa, memetakan kondisi petani, serta menyusun gambaran kelembagaan dan struktur sosial masyarakat Desa Banjarejo sebagai dasar pengembangan koperasi.

Memasuki tahun 2025, fokus pendampingan diarahkan pada asistensi pembentukan embrio koperasi tani agar mampu menjalankan fungsi strategis sebagai lembaga pendukung usaha tani. Keberadaan koperasi diharapkan dapat membantu petani dalam memasarkan hasil pertanian, meningkatkan posisi tawar di pasar, sekaligus menyediakan akses permodalan untuk mendukung kegiatan budidaya.

Dalam proses pendampingan tim pengabdian secara intensif mengunjungi posko KTH Banjarejo dengan membawa rancangan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai bahan pembelajaran sekaligus panduan bagi kelompok tani dalam menyusun kelembagaan koperasi. Dokumen tersebut menjadi dasar pelaksanaan musyawarah bersama calon pengurus koperasi agar organisasi yang dibentuk memiliki tata kelola yang jelas sejak awal.

Musyawarah tersebut juga didampingi tokoh senior Desa Banjarejo, Kiswandi, yang diproyeksikan menjadi calon pengawas koperasi. Keterlibatan tokoh masyarakat dinilai penting untuk memperkuat legitimasi kelembagaan sekaligus memastikan koperasi tumbuh sesuai kebutuhan petani di desa.

“Kami berharap proses pendampingan ini tidak berhenti pada pembentukan organisasi, tetapi mampu melahirkan koperasi yang benar-benar menjadi sistem pendukung usaha tani, mulai dari pembiayaan, pemasaran, hingga penguatan ekonomi masyarakat desa,” tambah Prof. Asfi.

Tim pengabdian menargetkan, setelah rangkaian pendampingan tahun ini selesai, koperasi tani telah memasuki tahap siap mengurus legalitas sehingga dapat segera beroperasi sebagai penggerak ekonomi petani di Desa Banjarejo. Keberadaan koperasi diharapkan menjadi langkah awal membangun sistem usaha tani yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan di kawasan lereng Gunung Kawi. (din)

Post Views: 30
Tags: Desa Banjarejo NgantangFEB Universitas BrawijayaKelompok Tani Hutan BanjarejoKetahanan Ekonomi PetaniKoperasi TaniLereng Gunung Kawipemberdayaan petaniPengabdian Masyarakat UBSDG 1SDG 17sdg 8ub berdampakuniversitas brawijaya
Previous Post

Tips Nongkrong Makin Asyik Tanpa Gadget

Next Post

Jangan Dibuang, Ini ide kerajinan dari botol bekas

Dinia

Dinia

Next Post
Jangan Dibuang, Ini ide kerajinan dari botol bekas

Jangan Dibuang, Ini ide kerajinan dari botol bekas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Bahaya Microsleep Usai Mendaki, Jangan Nekat Langsung Berkendara Pulang

Bahaya Microsleep Usai Mendaki, Jangan Nekat Langsung Berkendara Pulang

July 5, 2026
Jangan Fomo Mendaki, Persiapan Ini Kunci Pendakian yang Aman

Jangan Fomo Mendaki, Persiapan Ini Kunci Pendakian yang Aman

July 5, 2026
Jangan Dibuang, Ini ide kerajinan dari botol bekas

Jangan Dibuang, Ini ide kerajinan dari botol bekas

July 5, 2026
Petani Punya Hasil Panen, Tetapi Mengapa Nilai Tambah Masih Sulit Dinikmati? FEB UB Dampingi Pembentukan Koperasi Tani di Lereng Gunung Kawi

Petani Punya Hasil Panen, Tetapi Mengapa Nilai Tambah Masih Sulit Dinikmati? FEB UB Dampingi Pembentukan Koperasi Tani di Lereng Gunung Kawi

July 4, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025