Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Kritik Keras AS-Israel, Pakar UB Sebut Premanisme Global

Einid Shandy by Einid Shandy
April 15, 2026
in Politik
0
Kritik Keras AS-Israel, Pakar UB Sebut Premanisme Global

Kritik Keras AS-Israel, Pakar UB Sebut Premanisme Global (AI)

25
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Pakar Timur Tengah dan Koordinator Iran Corner FISIP UB, Dr. Syed Abdullah Yahya Ibrahim, S.Sos., M.Hub.Int., melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat dan Israel yang dinilainya mencerminkan praktik “premanisme global”.

Dalam pernyataannya pada Rabu (15/04/2026), Abdullah menegaskan bahwa narasi perdamaian yang selama ini digaungkan kedua negara tersebut justru menyesatkan.

Ia menilai, dunia saat ini sedang diarahkan untuk menerima sebuah ilusi berbahaya, yakni seolah-olah tekanan politik dan militer yang terjadi merupakan bagian dari upaya menciptakan perdamaian.

“Yang dipaksakan itu bukan perdamaian, melainkan penyerahan diri,” tegasnya.

Baca juga:
Trump Batalkan Serangan, Pilih Jalur Negosiasi Iran

Dr. Syed Abdullah Yahya Ibrahim, S.Sos., M.Hub.Int., Koordinator Iran Corner FISIP Universitas Brawijaya dan Pakar Timur Tengah

Menurut Abdullah, praktik diplomasi yang dilakukan tidak lagi berlandaskan prinsip kesetaraan antarnegara. Sebaliknya, terdapat upaya sistematis untuk mendikte pihak lain dengan syarat-syarat yang merampas kedaulatan, keamanan, hingga martabat suatu bangsa.

“Ketika satu pihak mendiktekan syarat yang merampas kedaulatan negara lain, itu bukan diplomasi. Itu adalah paksaan yang dibungkus dalam negosiasi,” ujarnya.

Dominasi Dibungkus Narasi Stabilitas

Abdullah menyoroti bagaimana poros Israel–Amerika Serikat kerap menggunakan istilah stabilitas dan keamanan dalam setiap kebijakan geopolitiknya. Namun, di lapangan, kebijakan tersebut justru memicu eskalasi konflik.

Ia menilai, alih-alih membangun perdamaian, pendekatan yang digunakan lebih mengarah pada politik dominasi.

“Mereka berbicara tentang stabilitas, tetapi yang terjadi justru eskalasi. Mereka berbicara tentang keamanan, tetapi yang dipraktikkan adalah dominasi,” katanya.

Lebih jauh, Abdullah menyebut bahwa pola yang digunakan cenderung sama: menuntut kepatuhan penuh tanpa ruang kompromi. Ketika negosiasi tidak berjalan sesuai keinginan, langkah lanjutan yang diambil adalah tekanan politik, sanksi ekonomi, hingga ancaman militer.

“Ini bukan bahasa para pembangun perdamaian. Ini adalah bahasa kekuasaan,” imbuhnya.

Iran Berhak Menentukan Nasibnya

Dalam pandangannya, Iran sebagai negara berdaulat memiliki hak penuh untuk mempertahankan kemerdekaan dan menentukan masa depannya tanpa intervensi eksternal.

Ia menegaskan bahwa prinsip kedaulatan negara tidak boleh dikompromikan atas nama stabilitas global versi pihak tertentu.

“Setiap negara berdaulat berhak menentukan arah kebijakannya sendiri, termasuk Iran,” ujar Abdullah.

Menurutnya, perdamaian sejati tidak mungkin lahir dari tekanan, intimidasi, maupun kebijakan yang merendahkan martabat suatu bangsa.

“Perdamaian tidak bisa dibangun di atas penghinaan. Tidak bisa juga dicapai melalui pengepungan, blokade, atau ancaman,” katanya.

Ia menambahkan bahwa perdamaian yang adil hanya dapat terwujud melalui dialog yang setara, saling menghormati, dan tanpa paksaan.

Dunia Diminta Tidak Diam

Abdullah juga mengingatkan bahwa sikap pasif komunitas internasional berpotensi memperburuk keadaan. Jika dunia memilih diam, maka secara tidak langsung turut melegitimasi praktik yang ia sebut sebagai pemaksaan berkedok diplomasi.

Ia menilai, kondisi ini berbahaya karena dapat menggeser makna perdamaian itu sendiri.

“Jika komunitas internasional diam, maka mereka ikut mendefinisikan perdamaian sebagai penyerahan diri,” tegasnya.

Lebih jauh, ia memperingatkan bahwa jika standar tersebut dibiarkan, maka tidak ada satu pun negara yang benar-benar aman di masa depan.

Menurut Abdullah, dunia kini berada pada titik krusial untuk menentukan arah tatanan global.

“Dunia harus memilih: menjunjung tinggi keadilan dan kedaulatan, atau menerima tatanan global di mana kekuatan semata yang menentukan apa yang benar,” pungkasnya. (nid)

Post Views: 183
Tags: Amerika SerikatGeopolitikHubungan InternasionalIranIsraelKANAL24kanal24.co.idTimur Tengahuniversitas brawijaya
Previous Post

UB Percepat Target Net Zero Lewat Pelatihan Karbon

Next Post

Selain Hormuz, Ini Jalur Minyak yang Kuasai Dunia

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Selain Hormuz, Ini Jalur Minyak yang Kuasai Dunia

Selain Hormuz, Ini Jalur Minyak yang Kuasai Dunia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Dana Abadi UB Jajaki Kerja Sama Investasi Trimegah

Reksa Dana Sosial UB Dibidik Dukung Beasiswa Mahasiswa

April 17, 2026
Wacana Sentralisasi ASN Dibayangi Kepentingan Politik

Wacana Sentralisasi ASN Dibayangi Kepentingan Politik

April 17, 2026
Pemerintah Gaspol Garap 10 Kota Baru, Survei Segera Dimulai

Pemerintah Gaspol Garap 10 Kota Baru, Survei Segera Dimulai

April 17, 2026
Halal Bihalal BPI-PDDI UB Buka Peluang Kolaborasi Awardee

Halal Bihalal BPI-PDDI UB Buka Peluang Kolaborasi Awardee

April 16, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025