Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Menuju Organisasi Tangguh dan Human-Centric di Era Industri 5.0

Einid Shandy by Einid Shandy
October 14, 2025
in Pendidikan
0
Menuju Organisasi Tangguh dan Human-Centric di Era Industri 5.0
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Di tengah arus perubahan global yang semakin cepat, dunia kerja dan sistem organisasi dituntut untuk lebih adaptif dan manusiawi. Fenomena ini menjadi dasar bagi Prof. Tri Wulida Afrianty, S.Sos., M.Si., MHRM., Ph.D., Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, dalam memperkenalkan model Trilayer OB+, sebuah kerangka konseptual baru yang menempatkan manusia sebagai pusat perubahan organisasi. Model ini diperkenalkan dalam pidato pengukuhan profesornya yang bertajuk ā€œModel Trilayer OB+ Menuju Organisasi Tangguh, Berkelanjutan, dan Human-Centric di Era Industri 5.0ā€ yang digelar di Universitas Brawijaya, Malang.

Prof. Tri menegaskan bahwa Trilayer OB+ bukan sekadar konsep perilaku organisasi konvensional, melainkan model yang mengintegrasikan perilaku individu, kelompok, dan organisasi dalam satu kerangka adaptif yang disertai faktor kontekstual perubahan. Model ini diharapkan menjadi panduan bagi organisasi untuk menavigasi tantangan disrupsi digital, sekaligus menjaga kesejahteraan manusia di dalamnya.

Baca juga:
Arsitek Muda UB, Bangun Wajah Baru Tata Ruang Indonesia

Menjawab Tantangan Kesenjangan Digital dan Kemanusiaan

Menurut Prof. Tri, model Trilayer OB+ lahir dari pengamatan terhadap realitas dunia kerja yang mengalami paradoks antara percepatan teknologi dan kesiapan psiko-sosial manusia. ā€œData global menunjukkan bahwa 82% pemimpin organisasi sadar mereka perlu transformasi digital, namun lebih dari 50% karyawan mengalami kelelahan digital,ā€ ungkapnya.

Fenomena tersebut juga terjadi di Indonesia, di mana survei PricewaterhouseCoopers (PwC) 2024 menunjukkan bahwa lebih dari separuh CEO menyadari organisasi mereka tidak akan bertahan satu dekade ke depan tanpa transformasi yang visioner. Namun di sisi lain, generasi milenial dan Gen Z—yang kini mendominasi tenaga kerja—memiliki ekspektasi yang berbeda dari generasi sebelumnya.

ā€œGenerasi muda tidak hanya menuntut digitalisasi, tetapi juga lingkungan kerja yang inklusif, fleksibel, dan menyejahterakan—baik secara ekonomi maupun psikologis. Mereka ingin bekerja di organisasi yang peduli pada keseimbangan hidup dan keberlanjutan lingkungan,ā€ jelas Prof. Tri.

Kondisi inilah yang menjadi titik awal lahirnya model Trilayer OB+, yang mencoba menyeimbangkan antara efisiensi berbasis teknologi dengan kebutuhan manusia untuk tetap dihargai dan diperhatikan secara utuh.

Proses dan Tantangan: Merangkai Tiga Lapisan Perilaku

Dalam pemaparannya, Prof. Tri menjelaskan bahwa Trilayer OB+ terdiri dari tiga lapisan utama, yakni individu, kelompok, dan organisasi. Ketiganya saling terhubung dan membentuk satu sistem perilaku yang dinamis. ā€œNama ā€˜Trilayer’ sendiri merujuk pada tiga lapisan perilaku keorganisasian, sedangkan simbol ā€˜plus’ menunjukkan nilai tambah berupa faktor kontekstual—lingkungan eksternal yang menjadi katalis perubahan,ā€ terangnya.

Model ini dikembangkan melalui kajian mendalam terhadap teori perilaku organisasi klasik yang cenderung berorientasi pada efisiensi dan teknologi, namun kurang memperhatikan aspek kemanusiaan. Dalam Trilayer OB+, setiap kebijakan organisasi perlu dikaji berdasarkan level dampaknya terhadap individu, kelompok, dan organisasi, dengan mempertimbangkan konteks sosial dan lingkungan yang lebih luas.

ā€œOrganisasi bukan sekadar sistem produksi, tetapi ekosistem manusia. Maka, perubahan harus memperhatikan keseimbangan antara performa dan kemanusiaan,ā€ tegasnya.

Prestasi dan Strategi: Human-Centric, Resilience, dan Sustainability

Prof. Tri menilai bahwa ada tiga prinsip utama yang harus dipegang organisasi di era Industri 5.0: human centricity, resilience, dan sustainability.

Pertama, human centricity menempatkan manusia sebagai pusat transformasi, sementara teknologi menjadi mitra strategis, bukan pengganti. Kedua, resilience berarti kemampuan organisasi untuk tetap tangguh di tengah disrupsi. Ketiga, sustainability menuntut organisasi memperhatikan keseimbangan ekonomi, sosial, dan lingkungan.

ā€œTrilayer OB+ menjadi jembatan antara idealisme kemanusiaan dan realitas bisnis,ā€ ujar Prof. Tri. Model ini tidak hanya relevan bagi sektor korporasi, tetapi juga dunia pendidikan dan organisasi publik. Ia menambahkan, model ini bisa digunakan untuk merancang strategi pengembangan sumber daya manusia, menciptakan budaya kerja adaptif, dan menumbuhkan kepemimpinan visioner di tengah perubahan global.

Harapan ke Depan: Universitas sebagai Pelopor Transformasi

Sebagai akademisi yang telah lama berkecimpung di bidang perilaku organisasi, Prof. Tri berharap universitas—khususnya Universitas Brawijaya—dapat menjadi pelopor lahirnya ilmu-ilmu baru yang relevan dengan era Industri 5.0.

ā€œPerguruan tinggi harus menjadi tempat di mana benih perubahan ditanam,ā€ ujarnya penuh keyakinan. Ia menekankan bahwa UB memiliki potensi besar untuk melahirkan generasi muda yang tangguh, berdaya adaptif, dan memiliki growth mindset—yakni semangat untuk terus belajar dan beradaptasi.

Prof. Tri juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin antara akademisi, praktisi, dan masyarakat agar model Trilayer OB+ dapat diterapkan secara luas. ā€œSaya percaya, masa depan organisasi bukan hanya tentang teknologi yang canggih, tapi tentang manusia yang kuat, peduli, dan berkelanjutan,ā€ tutupnya.

Dengan semangat tersebut, Trilayer OB+ hadir sebagai kontribusi nyata dari Universitas Brawijaya untuk menjawab tantangan zaman—membangun organisasi yang tangguh, berkelanjutan, dan berakar pada nilai-nilai kemanusiaan di tengah revolusi industri 5.0. (nid)

Post Views: 290
Tags: Era Industri5.0Fakultas Ilmu Administrasi UBFIA UBHuman-CentricKANAL24kanal24.co.idModel Trilayer OB+Organisasi TangguhProf. Tri Wulida Afriantyuniversitas brawijaya
Previous Post

Stabilkan Emosi Sebelum Ambil Keputusan Finansial

Next Post

Riset Liposom Sirih Merah Antiinflamasi Antarkan Dosen UM Jadi Lulusan Terbaik UB

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Riset Liposom Sirih Merah Antiinflamasi Antarkan Dosen UM Jadi Lulusan Terbaik UB

Riset Liposom Sirih Merah Antiinflamasi Antarkan Dosen UM Jadi Lulusan Terbaik UB

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Mengapa Ketenangan Batin Lebih Penting dari Pencapaian?

Mengapa Ketenangan Batin Lebih Penting dari Pencapaian?

January 24, 2026
Dosen HI UB: Momentum Global Desak Keadilan Palestina

Membaca Posisi Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza

January 23, 2026
Vokasi UB Tawarkan Pendidikan Praktik Berbasis Industri

Vokasi UB Tawarkan Pendidikan Praktik Berbasis Industri

January 23, 2026
Menakar Peluang Lolos SNBP dari Nilai Rapor dan Daya Tampung

Menakar Peluang Lolos SNBP dari Nilai Rapor dan Daya Tampung

January 23, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkiniā€Ž
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025