Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Multitasking: Antara Efisiensi atau Justru Bumerang bagi Otak

Einid Shandy by Einid Shandy
September 6, 2025
in Gaya Hidup
1
Multitasking: Antara Efisiensi atau Justru Bumerang bagi Otak

Mulstitasking (Freepik)

5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Banyak orang bangga dengan kemampuan multitasking, karena dianggap sebagai cara cepat menyelesaikan berbagai pekerjaan dalam waktu singkat. Mulai dari mengetik laporan sambil membalas pesan di ponsel, hingga mendengarkan musik sambil belajar. Sekilas terlihat produktif, namun penelitian menunjukkan bahwa multitasking tidak selalu membawa hasil yang positif.

Menurut Verywell Mind, otak manusia sebenarnya tidak didesain untuk fokus pada dua hal kompleks secara bersamaan. Yang sebenarnya terjadi saat multitasking adalah otak berpindah cepat dari satu tugas ke tugas lain. Proses perpindahan ini justru memakan energi lebih banyak dan bisa mengurangi produktivitas hingga 40 persen. Artinya, multitasking seringkali hanya ilusi efisiensi.

Baca juga:
Jangan Terjerat! Ini 5 Tips Bijak Paylater

Dampak negatif multitasking (Freepik)

Dampak Negatif Multitasking

Meski terlihat menguntungkan, kebiasaan multitasking ternyata memiliki sederet dampak negatif, baik bagi kinerja maupun kesehatan mental.

  1. Menurunkan Fungsi Otak

Studi terbaru yang dimuat di Psychology Today menemukan bahwa orang yang sering multitasking mengalami penurunan materi abu-abu pada otak, khususnya di bagian yang berhubungan dengan kontrol kognitif, motivasi, dan regulasi emosi. Penurunan ini bisa berdampak jangka panjang pada kemampuan berpikir dan mengendalikan diri.

  1. Mengganggu Memori

Penelitian tahun 2016 menunjukkan bahwa multitasking jangka panjang bisa melemahkan memori kerja (working memory) dan memori jangka panjang. Akibatnya, seseorang jadi mudah lupa informasi penting, baik yang baru saja diterima maupun yang sudah tersimpan lama.

  1. Meningkatkan Risiko Distraksi 

Multitasking membuat otak terbiasa berpindah fokus dengan cepat. Hal ini menjadikan seseorang lebih mudah terdistraksi oleh hal-hal kecil, seperti notifikasi ponsel atau suara di sekitar. Akibatnya, sulit membedakan mana gangguan yang penting dan mana yang bisa diabaikan.

  1. Memicu Stres 

Penelitian terhadap mahasiswa menunjukkan bahwa semakin sering mereka multitasking, semakin tinggi pula tingkat stres yang dialami. Jika dibiarkan, stres ini bisa berkembang menjadi stres kronis yang mengganggu kesehatan fisik maupun mental.

  1. Risiko Depresi dan Kecemasan Sosial

Sebuah penelitian lain menemukan bahwa orang yang terlalu sering multitasking lebih rentan mengalami gejala depresi dan kecemasan sosial. Alasannya, otak yang terus menerus dipaksa bekerja secara cepat dan tidak fokus akan mengalami kelelahan emosional.

  1. Produktivitas Justru Menurun

Alih-alih membuat pekerjaan selesai lebih cepat, multitasking justru membuat hasil kerja kurang efisien. Energi mental terkuras karena otak harus terus beradaptasi setiap kali berganti tugas.

Sisi Positif Multitasking

Walaupun banyak dampak negatifnya, bukan berarti multitasking selalu buruk. Ada beberapa kondisi di mana kebiasaan ini bisa memberi keuntungan.

Menurut studi yang dikutip ScienceDirect, orang yang terbiasa multitasking cenderung lebih baik dalam mengintegrasikan informasi dari berbagai sumber, baik visual maupun auditori. Misalnya, seseorang bisa terbiasa mendengar instruksi sambil membaca catatan sehingga lebih cepat memahami informasi yang datang bersamaan.

Selain itu, multitasking dalam hal ringan juga bisa bermanfaat. Contohnya mendengarkan musik instrumental sambil membersihkan rumah, atau berjalan kaki sambil berbicara dengan teman. Aktivitas semacam ini tidak membutuhkan konsentrasi penuh, sehingga otak tidak terbebani.

Baca juga:
Kerja Lama Tak Jamin Produktivitas Tinggi

Bijak Mengatur Fokus

Multitasking pada dasarnya adalah kemampuan otak berpindah cepat antara tugas. Bila dilakukan terus menerus pada aktivitas yang kompleks, justru bisa menjadi bumerang. Namun jika dilakukan secara bijak, multitasking masih bisa memberi manfaat kecil.

Kuncinya ada pada pengaturan fokus. Pilihlah pekerjaan yang benar-benar membutuhkan perhatian penuh, lalu kerjakan satu per satu. Untuk aktivitas ringan, multitasking masih bisa dilakukan asal tidak mengganggu konsentrasi utama.

Dengan membatasi multitasking hanya pada hal-hal sederhana, kita bisa menjaga produktivitas sekaligus melindungi kesehatan otak. Jadi, alih-alih memaksakan diri melakukan banyak hal sekaligus, cobalah fokus pada satu tugas dan nikmati hasilnya yang lebih maksimal. (han)

Post Views: 278
Tags: Dampak MultitaskingKANAL24kanal24.co.idKesehatanKesehatan MentalKesehatan otakMultitaskingSisi positif multitaskinguniversitas brawijaya
Previous Post

Kaum Hoarder: Menyimpan Barang yang Sebenarnya Tak Dibutuhkan

Next Post

Share UB Dorong Mahasiswa Baru Jadi Problem Solver Handal

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Share UB Dorong Mahasiswa Baru Jadi Problem Solver Handal

Share UB Dorong Mahasiswa Baru Jadi Problem Solver Handal

Comments 1

  1. Pingback: Art Healing, Cara Mengenal Diri Lewat Goresan - Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Transformasi Pembelajaran Vokasi UB lewat LMS dan Generative AI

Transformasi Pembelajaran Vokasi UB lewat LMS dan Generative AI

January 28, 2026
Transformasi FTP menjadi FTAB UB Perluas Cakupan Keilmuan

Transformasi FTP menjadi FTAB UB Perluas Cakupan Keilmuan

January 28, 2026
Bagaimana Indonesia Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen ?

Bagaimana Indonesia Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen ?

January 28, 2026
Dies Natalis ke-28 Tandai Transformasi FTP UB

Dies Natalis ke-28 Tandai Transformasi FTP UB

January 27, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025