Kanal24, Malang – Kemampuan meneliti dan menghasilkan inovasi perlu dibangun sejak dini agar generasi muda terbiasa berpikir kritis, kreatif, serta peka terhadap berbagai persoalan di sekitarnya. Pengenalan dunia penelitian tidak harus menunggu seseorang memasuki perguruan tinggi. Melalui kompetisi ilmiah, pelajar dapat mulai mengenal proses pengembangan gagasan, memperkenalkan karya, hingga memperoleh pengalaman berpartisipasi dalam lingkungan akademik yang lebih luas.
Semangat tersebut dihadirkan melalui penyelenggaraan National Young Inventors and Innovators Award (NYIIA) dan World Young Inventors and Innovators Award (WYIIA) 2026 di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB), Senin (2/11/2026). Bekerja sama dengan Fakultas Teknik UB, Indonesian Young Scientist Association (IYSA) menghadirkan kompetisi yang memberikan kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa untuk mempresentasikan penelitian serta inovasi, dengan partisipasi daring dari 12 negara.
Baca Juga:
FT UB dan Hyundai Perkuat Riset Otomotif dan Peluang Karier Mahasiswa
Mengenalkan Budaya Riset Sejak Pendidikan Dasar
Presiden IYSA, Deni Irawan, M.Pd., menjelaskan bahwa salah satu tujuan penyelenggaraan NYIIA dan WYIIA adalah memperkenalkan penelitian, inovasi, dan invensi kepada generasi muda sejak jenjang pendidikan dasar.
Menurutnya, pengenalan riset sejak sekolah dasar penting agar siswa memiliki pemahaman awal mengenai dunia penelitian. Dengan mengenal aktivitas ilmiah lebih dini, peserta diharapkan dapat mengembangkan ketertarikan terhadap sains dan teknologi serta terbiasa memperhatikan berbagai persoalan di lingkungan sekitar.

“Harapannya teman-teman dari sekolah dasar sudah bisa mengenal yang namanya research juga inovasi dan invensi,” ungkap Deni.
Ia berharap pengalaman mengikuti kompetisi dapat menjadi langkah awal bagi peserta untuk mengenal penelitian lebih jauh. Ketertarikan tersebut diharapkan terus berkembang seiring bertambahnya pengalaman dan jenjang pendidikan yang ditempuh.
Kompetisi Jadi Ruang Pengembangan Potensi Pelajar
Selain memperkenalkan riset, kompetisi ini memberikan kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan serta hasil karya yang telah dikembangkan. CEO ICGI, Kamal Putra, selaku supporting institution, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mendukung pengembangan minat dan bakat generasi muda.
Menurutnya, kompetisi tidak hanya berfokus pada sains dan teknologi, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan potensi dalam bidang lain, termasuk budaya. Dengan cakupan tersebut, peserta memiliki kesempatan untuk memperkenalkan karya sesuai bidang yang diminati.
“Harapannya tentunya event ini menjadi wadah bagi pelajar jenjang SD, SMP, SMA juga mahasiswa untuk menunjukkan hasil karya mereka,” jelas Kamal.
Ia juga berharap sinergi antara IYSA dan FT UB dapat terus terjalin sehingga penyelenggaraan kompetisi pada tahun berikutnya memperoleh dukungan lebih luas. Keberlanjutan kegiatan dinilai penting untuk menjaga kesempatan generasi muda dalam mengembangkan karya dan prestasi.
Jangkauan Kompetisi Meluas hingga 12 Negara
PIC Event NYIIA dan WYIIA, Dini Juniarsih, S.Pd., menjelaskan bahwa kedua kompetisi tersebut merupakan agenda tahunan IYSA. NYIIA telah memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, sedangkan WYIIA telah berlangsung selama enam tahun.
Pada penyelenggaraan tahun ini, partisipasi kompetisi juga menjangkau peserta internasional. Dini menyebutkan bahwa peserta daring berasal dari 12 negara, di antaranya Bangladesh, Korea Selatan, Iran, dan Indonesia. Skema daring memungkinkan peserta yang belum dapat hadir secara langsung tetap mengikuti kompetisi.
“Untuk tahun ini tim online-nya dari 12 negara,” tutur Dini.
Ia menjelaskan bahwa kompetisi ini dirancang untuk mewadahi peneliti muda yang memiliki gagasan, inovasi, maupun proyek penelitian agar dapat dipresentasikan. Penyelenggara ingin memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperkenalkan hasil pengembangan mereka melalui forum kompetisi.
“Biar kami yang mewadahi jadi jembatan mereka untuk mempresentasikan apa yang mereka punya,” tambahnya.
Melalui NYIIA dan WYIIA 2026, pengenalan riset diharapkan menjadi bagian dari proses pembelajaran generasi muda, bukan sekadar aktivitas untuk mengikuti perlombaan. Pengalaman memperkenalkan karya di forum kompetisi diharapkan mendorong peserta untuk terus mengeksplorasi gagasan, meningkatkan kreativitas, serta menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. (ndr)













