KANAL24, Malang – Kegelisahan mahasiswa UB atas pertanyaan bagaimana jika kita bisa membantu mendiagosa penyakit mata secara otomatis dijawab melalui karya oleh lima mahasiswa UB lintas fakultas.
Mereka adalah Naufal Ramadhino FT 2022, Aryo Nabil Maulana Ft 2022, Anindita Satyakirana FK 2023, Makhrifa Azizzila FK 2023,Ibnu Fikri Mipa 2022 yang bekerja siang dan mlam untuk merancang OASYS Ā Alat deteksi Toksoplasma Okular pada Retina metode Indirect Opthalmoscopy dan Image EnhancementBerbasis Komputer Vision.
Karya Program Kreatifitas Mahassiswa ini tidak hanya mampu membuat karya namun berbuah manis lolos melaju ke PIMNAS 2025 di Makassar melalui kategori PKM Karsa Cipta atau PKM KC.
Ketika berkunjung ke kantor redaksi kanal24.co.id Naufal Ramadhino selaku Ketua Tim mengatakan bahwa karya ini memang berangkat dari kondisi riil ada anggota keluarga yang mengalami penyakit mata namun pemeriksaan Toksoplasma belum dapat dilakukan secara otomatis.
āKarya ini memang berangkat dari kondisi nyata yang kemudian kami coba jawab dengan alat yang mampu memeriksa pasien Toksoplasma pada Retina dengan otomatis,ā kata Naufal.
Mahasiswa FT yang akrab dipanggil Dino ini kemudian bertemu dengan empat mahasiswa lainnya dari FT, Mipa dan Kedokteran yang bahu membahu merancang alat dengan nama Oasys tersebut.
Oasys ini mampu melakukan deteksi terhadap retina dengan menggabungkan alat dan kecerdasan buatan sehingga pemeriksaan dapat dilakukan secara otomatis dan lebih cepat. Hal ini akan sangat membantu dokter dan juga menguntungkan pasien karena dapat dideteksi dan ditangani dengan lebh cepat.

Para mahasiswa UB ini bekerja sejak desember 2024 dengan mengikuti seluruh tahapan PKM sejak dari tingkat Universitas hingga memperoleh pendanaan dan lolos Pimnas 2025 Makassar.
Dibawah bimbingan tangan dingin Eka Maulana, M.T,. M.Eng dan dosen penadmping Dr. dr. Ovi Sofia, Sp.M (K) dan dr. Aulia Rahmi Pawestri, Ph.D, lima mahasiswa ini melakukan serangkaian ujicoba dan perbaikan untuk Oasys.
āKami dimbing oleh Pak Eka dan ada Bu Ovi, kami beruntung karena beliau memberikan kebebasan dalam berkarya namun juga memonitor secara detil setiap tahapan yang kami lakukan,ā ujar Dino.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Anindita Satyakirana yang berasal dari FK. Dirinya merasa nyaman ketika beradu pendapat dengan dosen pembimbing yang berasal dari fakultas lain karena sosok Eka mau mendengarkan pendapat dari berbagai disiplin ilmu.

Kondisi inilah yang membuat tim Oasys ini dapat bekerja dengan kompak ditengah kesibukan kuliah sehingga tidak jarang pengerjaan PKM ini dilakukan hingga larut malam selepas kuliah.
Menatap PIMNAS 2025 Makassar yang akan berlangusng senin pekan depan, tim Oasys ini sudah melakukan berbagai persiapan mulai dari dokumen karya, ppt hingga latihan presentasi.
āSampai saat ini kami terus melakukan latihan presentasi dan membagi tim agar nantinya dapat melakukan presentasi yang terbaik,ā kata anggota tim Ibu Fikri.
Mereka optimis dapat memberikan yang terbaik dalam ajang Pimnas 2025 Makassar dengan harapan karya mereka dapat menjadi kontribusi mahasiswa dalam bidang kesehatan yang membantu masyarakat serta dokter dalam menjalankan tugasnya. (sdk)














