Kanal24, Malang – Kebersihan sungai memiliki peran vital dalam menjaga ekosistem lingkungan yang sehat. Sungai yang terjaga dari sampah adalah jaminan terhadap kualitas air yang baik dan juga dapat mencegah banjir. Memahami pentingnya hal ini, sebanyak 250 personel gabungan dari komunitas peduli lingkungan, jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Forkopimda, dan masyarakat setempat bergotong-royong membersihkan sampah dan mengangkat sedimen sungai di wilayah Jalan Sebuku, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang pada Minggu (15/10/2023)
Kegiatan ini merupakan bagian dari Kerja Bakti Bersih-Bersih Mudun Kali yang juga dilengkapi dengan Pelatihan Pemanfaatan Limbah Daur Ulang, bertajuk ‘Resik Kotaku Tahes Awakku.’ Kegiatan ini dipimpin oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, yang menjelaskan pentingnya kerja sama antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga lingkungan.
Wahyu mengungkapkan apresiasinya terhadap partisipasi aktif masyarakat dan sinergi antara pemerintah dan komunitas dalam kegiatan ini. “Saya sangat mengapresiasi sekali karena sinergitas antara masyarakat dan pemerintah sangat dibutuhkan agar pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat,” ujar Wahyu.

Dalam upaya membersihkan sungai yang dipenuhi dengan sedimen keras dan sampah, tim kerja bakti menggunakan alat berat dan dukungan utama dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPUPRPKP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Keberadaan alat berat sangat penting mengingat kondisi lokasi yang sulit dijangkau dengan tenaga manusia saja.
Wahyu juga mendorong agar kerja sama seperti ini dilakukan secara rutin dan diterapkan di beberapa lokasi lain. “Dari DPUPRPKP, DLH, dan BPBD untuk bersama-sama bersinergi, kita mapping melihat lokasi-lokasi mana yang secara rutin akan kita laksanakan kegiatan semacam ini,” tambahnya.
Selain membersihkan sungai, Wahyu juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di sungai. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan mengurangi risiko banjir. Wahyu menjelaskan, “Masyarakat memang harus kita tingkatkan literasinya untuk tidak membuang sampah di sungai. Ini juga untuk memberikan pelajaran bahwa dengan membuang sampah di sini (sungai) bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti banjir.”
Kegiatan kerja bakti ini merupakan bagian dari perayaan HUT ke-78 Provinsi Jawa Timur. Berbagai elemen, termasuk Forkopimda, DPUPRPKP, DLH, BPBD, Kecamatan, Kelurahan, Perumda Tugu Tirta, RW, RT, serta berbagai komunitas seperti Malang Peduli Demokrasi, GWN, Kader Lingkungan, Linmas, dan banyak lainnya, berpartisipasi aktif dalam upaya membersihkan sungai dan meningkatkan kesadaran lingkungan di Kota Malang.