Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Perempuan Pelopor Zero Waste dan Etika Pangan

Einid Shandy by Einid Shandy
August 29, 2025
in Gaya Hidup
0
Perempuan Pelopor Zero Waste dan Etika Pangan

Zero Waste

1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Perempuan memegang peranan penting dalam perjuangan melawan krisis lingkungan dan kemubaziran pangan. Sejumlah penelitian dan kisah inspiratif dari berbagai kalangan menunjukkan bahwa kaum perempuan tidak hanya menjadi aktor utama dalam gerakan zero waste, tetapi juga pelopor gaya hidup etis yang berkelanjutan. Bukan tanpa alasan. Data dari agensi riset pasar Mintel tahun 2018 yang dikutip waste4change.com menunjukkan bahwa 71% perempuan lebih berusaha hidup secara etis dibandingkan dengan 59% laki-laki. Angka ini memperlihatkan adanya fenomena Eco Gender Gap, yakni kesenjangan dalam penerapan gaya hidup ramah lingkungan antara pria dan wanita.

Dalam konteks rumah tangga, perempuan umumnya memiliki kendali lebih besar dalam hal konsumsi pangan, pengelolaan limbah rumah tangga, hingga pemilihan produk ramah lingkungan. Hal ini diperkuat oleh pendapat Hendro Utomo, pendiri Foodbank of Indonesia (FOI), yang menyebut bahwa sekitar 80% relawan dalam gerakan penyelamatan pangan yang dipelopori FOI adalah perempuan. “Perempuan secara alamiah memiliki keterikatan erat dengan urusan pangan, dari memilih hingga membagikannya. Mereka sangat peka terhadap kebutuhan dan kondisi lapangan,” kata Hendro. Sepanjang Juli–Agustus 2022, FOI melalui program Dapur Pangan Kembangan berhasil menyalurkan hampir 26 kilogram makanan dari Hotel Hilton Garden Inn Taman Palem ke masyarakat yang membutuhkan. Sebagian besar relawan yang terlibat adalah perempuan, yang bekerja dengan penuh dedikasi untuk memastikan tidak ada pangan terbuang sia-sia.

Baca juga:
Jangan Terjerat! Ini 5 Tips Bijak Paylater

Pegiat gaya hidup minim sampah, Andhini Miranda (*)

Sementara itu, pegiat gaya hidup minim sampah, Andhini Miranda, membuktikan bahwa aksi kecil di rumah bisa menjadi kontribusi besar dalam gerakan global. Ia bersama keluarganya telah menjalani zero waste lifestyle sejak 2012. “Kami bahkan sudah tidak menggunakan tempat sampah lagi di rumah sejak 2018,” ujar Andhini, pendiri @021suarasampah dan penggagas Gerakan Keluarga Tanpa Sampah. Andhini mulai dengan mengganti popok sekali pakai dengan popok kain, membawa wadah belanja sendiri, dan menghindari produk kemasan. Semua sampah yang tidak terhindarkan dipilah dan diolah sedemikian rupa agar tidak berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Gerakan ini juga merambah dunia kuliner. Chef Ragil Imam Wibowo, pemilik restoran Nusa Indonesian Gastronomy, menjadikan dapurnya sebagai laboratorium inovasi zero waste. Kulit nanas yang biasanya dibuang, ia olah menjadi minuman penyambut tamu. Ia juga tengah meneliti pemanfaatan ampas kopi menjadi briket arang.

“Selain itu, kami berupaya menggunakan bahan lokal dan alat dapur produksi dalam negeri untuk mengurangi jejak karbon,” ujarnya. Tak hanya perempuan atau pelaku industri, generasi muda pun bergerak. Arka Irfani, generasi Z kelahiran 1996, mendirikan Bell Society bersama temannya, Gita Semeru. Mereka menciptakan kulit vegan berbahan selulosa mikroba dari limbah singkong dan ubi. Inovasi ini mampu menghasilkan material pengganti kulit sintetis yang ramah lingkungan, fleksibel, dan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). “Bahan ini sudah digunakan untuk membuat dompet, pakaian, hingga furnitur. Kami ingin industri ikut beralih ke material berkelanjutan,” tutur Arka, peraih Swiss Innovation Challenge 2019.

Baca juga:
Clean Eating: Panduan Praktis Menuju Gaya Hidup Sehat

Meski semakin banyak pihak yang tergerak, Hendro Utomo menyoroti tantangan besar yang masih ada. Ia mengkritik rendahnya kepedulian pemimpin terhadap isu hak atas pangan. “Kita belum punya regulasi yang melindungi kedermawanan dunia usaha untuk menyumbangkan pangan berlebih. Padahal satu undang-undang saja bisa menekan kemubaziran dan menghapus kelaparan,” tegas Hendro. Ia juga menyayangkan keterputusan masyarakat dari sumber pangan. “Kita tidak lagi mengenal petani dan nelayan. Gandum sebagai pangan pokok kedua kita bahkan ditanam ribuan kilometer dari Indonesia. Ini membuat kita kehilangan empati dan penghargaan terhadap pangan,” katanya. Pentingnya peran perempuan dan lintas generasi dalam gerakan zero waste bukanlah soal gender, tapi kemanusiaan. Seperti kata Andhini, “Semua orang—laki-laki, perempuan, tua, muda—seharusnya punya tanggung jawab yang sama dalam menjaga bumi.” 

Dengan langkah kecil yang konsisten dan dukungan kebijakan strategis, impian Indonesia yang bebas sampah dan pangan berkelanjutan bukanlah hal yang mustahil. (dht)

Post Views: 39
Tags: Etika PanganKANAL24kanal24.co.idKemubaziran panganKrisis LingkunganPasar MintelPerempuanuniversitas brawijayaZero Waste
Previous Post

Mahasiswa Vokasi UB Didorong Jadi Global Citizen

Next Post

UB Gandeng Armada Gema Nusantara untuk Magang

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
UB Gandeng Armada Gema Nusantara untuk Magang

UB Gandeng Armada Gema Nusantara untuk Magang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023

AYAT-AYAT KREATIFITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Dosen UB Kenalkan Teknologi Pembuatan Pakan Ternak dan Pupuk Organik ke Desa Plandirejo

Dosen UB Kenalkan Teknologi Pembuatan Pakan Ternak dan Pupuk Organik ke Desa Plandirejo

5
Layanan RSUB Kini Terintegrasi dengan Mobile JKN BPJS

Layanan RSUB Kini Terintegrasi dengan Mobile JKN BPJS

4

Review Film : Glass Onion: A Knives Out Story

3
Mahasiswa UB Revitalisasi Greenhouse dan Edukasi Biopori Desa Turirejo

Mahasiswa UB Revitalisasi Greenhouse dan Edukasi Biopori Desa Turirejo

August 29, 2025
Hati-Hati, Jangan Transaksi Menggunakan Wifi Publik!

Hati-Hati, Jangan Transaksi Menggunakan Wifi Publik!

August 29, 2025
UB Gandeng Armada Gema Nusantara untuk Magang

UB Gandeng Armada Gema Nusantara untuk Magang

August 29, 2025
Perempuan Pelopor Zero Waste dan Etika Pangan

Perempuan Pelopor Zero Waste dan Etika Pangan

August 29, 2025

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIFITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Sistem Swiss Manager Dalam Catur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Galeri
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2023

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2023