KANAL24, Malang – Pilihan kedua ketika masuk kuliah tidak selalu membuat kecewa bagi mahasiswa namun dapat menjadi sebaliknya menjadi jalan karir selepas kuliah. Hal ini dialami oleh Hamam alumni Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UB angkatan tahun 2000. Pada tahun tersebut Hamam muda memilih jurusan Teknik Sipil dan Budidaya Pertanian (BP) sebagai pilihan keduanya. Pada saat pengumuman pilihan keduanya yang lolos sehingga Hamam resmi memakai jaket biru di kampus UB.
Berasal dari Nganjuk yang terkenal sebagai salah satu sentra pertanian di Jawa Timur kehidupan pertanian bukanlah hal asing bagi Hamam. Namun selama ini yang dilihat olehnya adalah aktifitas pertanian yang konvensional.
āTerus terang BP merupakan pilihan kedua saya ketika tes masuk kampus, dan aktifitas pertanian bukan hal asing bagi saya,ā kata Hamam ketika berbincang dengan kanal24.co.id, Senin (26/1/2026).
Menjalani kuliah di Budiaya Pertanian Fakultas Pertanian UB membuat Hamam muda banyak mengenal metodologi pertanian dan ragam mata kuliah lainnya yang berguna setelah lulus.
āHampir semua mata kuliah di BP seperti klimatologi dan yang lainnya saat ini sangat berguna bagi pekerjaan saya dan bisnis saat ini. Bahkan seperti materi sosial ekonomi juga bermanfaat,ā ujarnya.
Selepas kuliah Hamam terjun kedunia industri dengan bekerja di perusahaan asing dalam bidang benih yaitu Syngenta Indonesia. Di perusahaan tersebut Hamam belajar banyak hal berkaitan dengan pembenihan skala industri. Selain itu Hamam juga pernah bekerja di PT. Mitra Agro Karya, PT. Agung Catur Putra dan PT Selektani Hortikultura. Karirnya di dunia profesional terus berjalan hingga saat Covid 19 melanda dunia termasuk Indonesia.
Pada saat Covid 19 Hamam termasuk yang terkena dampak pengurangan jam kerja yang berimbas kepada pendapatan. Kondisi ini juga dialami oleh banyak orang termasuk rekan seprofesinya.
āPada saat covid 19 memang situasinya buruk, banyak yang terkena pengurangan jam kerja bahkan pemutusan kerja,ā lanjutnya.

Kondisi Covid 19 yang saat itu belum diketahui kapan berahirnya menjadi berkah karena Hamam bertemu dengan dua orang rekannya termasuk yang satu almamater di UB yaitu Eko Widiastopo dan Tony Febrianto.
Kedua rekannya juga merupakan profesional dalam bidang pembenihan yang juga sudah malang melintang di berbagai perusahaan. Hasil sharing tersebut menjadi titik awal untuk bersepakat membentuk perusahaan sendiri dengan nama PT. Winmar yang merupakan singkatan dari Widji Nusantara Makmur. Perusahaan ini bergerak dalam bidang benih jagung dan lainnya sesuai dengan kompetensi mereka.
āAwalnya Winmar ini berjalan kami masih bekerja di perusahaan lain, namun seiring berjalan dengan lahan yang makin luas ahirnya kami keluar dari perusahaan dan fokus membesarkan Winmar ini,ā kata Hamam.
Kini Winmar memiliki ribuan mitra pertani di Kediri dengan lahan lebih dari 300 hektar sebagai area pembibitan. Winmar memiliki produk bibit jagung, padi dan juga sayur seperti cabai, tomat, kacang dan lainnya.
āSaat ini produksi bibit ada jagung, padi dan sayuran dengan segmen untuk kebutuhan program pemerintah dan juga pasar umum bagi masyarakat,ā lanjutnya.
Beberapa produknya adalah Widji 99 untuk benih jagung hibrida, Dewo 99 dan juga Bhayangkara. Khusus merek Bhayangkara merupakan kerjasama dengan Polri untuk mendukung program ketahanan pangan yang dilakukan oleh kepolisian.
Selain melayani kebutuhan program pemerintah, Winmar juga menyasar pasar umum melalui jaringan distributor dan juga pemasaran online. Saat ini kapasitas untuk pasar umum masih 25 persen dan akan terus dikembangkan. Hamam merekrut banyak anak muda termasukk mahasiswa Pertanian UB untuk bergabung bersamanya menangani pemaaran online.
āKami rekrut anak muda termasuk mahasiswa FP UB untuk gabung dan mereka menghandle pemasaran online karena jagonya disitu,ā ungkapnya.
Berkaitan dengan mahasiswa saat ini, Hamam menilai berbeda dengan jamannya. Mahasiswa saat ini lebih pandai dan cepat dalam menggunakan teknologi. Namun sisi kekurangannya menurut Hamam adalah kemampuan komunikasi dengan masyarakat secara langsung.
Untuk itu para mahasiswa yang bergabung dengannya dilatih berkomunikasi dengan petani, pemilik lahan, pemerintah desa hingga distributor.
āSaya kira sebagai alumni BP UB ini yang perlu menjadi atensi, bagaimana mahasiswa sekarang tidak terlalu sendiri dengan gadgetnya namun juga mampu berkomunikasi dengan banyak orang. Karena dalam membangun bisnis, komunikasi merupakan hal yang penting. Saya berharap kurikulum di BP UB juga mengakomodir itu agar alumninya nantinya tidak hanya pintar secara akademik namun juga piawai dalam berkomunikasi,ā harapnya.
Kini, pilihan kedua di jurusan Budidaya Pertanian UB menjadi jalan terang bagi Hamam untuk membesarkan Winmar menjadi perusahaan penyedia benih pertanian yang konsisten dan terpercaya dan mampu memberikan kontribusi bagi dunia pertanian Indonesia.
Hamam berharap makin banyak anak muda yang optimis dengan pertanian di Indonesia karena dari bisnis pembenihan yang dia jalani memiliki fakta masih besarnya potensi sektor pertanian di Indonesia. Hal ini ditambah dengan kebijakan pemerintah saat ini yang mendukung ketahanan pangan.(sdk)














