
Kanal24, Blitar – Dalam upaya untuk mengatasi kendala dalam memasarkan produk-produk daur ulang, Bank Sampah Guyub Rukun Kelurahan Gedog Kota Blitar bekerjasama dengan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) menggelar pelatihan inovatif bertema “Value Added Produk Melalui Smartphone dan Digitalisasi”. Kegiatan ini berlangsung di lokasi Bank Sampah Guyub Rukun Kelurahan Gedog Kota Blitar pada hari Minggu (03/09/2023).
Menurut Ketua PKM FEB UB, Dwi Retno W. bahwa kegiatan pelatihan ini menjadi salah satu solusi terhadap kendala yang dihadapi oleh Bank Sampah Guyub Rukun dalam memasarkan produk-produk daur ulang mereka. Terlepas dari upaya keras, mereka merasa kesulitan dalam mencapai pasar yang lebih luas dan efektif. Selama ini pemasaran masih dilakukan secara konvensional mengingat sebagian banyak pengurus adalah kelompok usia lansia.
Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan tentang penerapan digital marketing yang efektif untuk produk-produk daur ulang. Materi pelatihan mencakup strategi pemasaran online, penggunaan media sosial, dan pemanfaatan platform WhatsApp Business sebagai alat komunikasi dan penjualan. Para peserta juga diajarkan cara membuat konten promosi yang menarik dan bagaimana mengelola akun media sosial secara optimal.
Selain itu, peserta pelatihan juga diajarkan secara langsung pendampingan untuk pemanfaatan WhatsApp Business dan melakukan foto produk yang sudah dihasilkan. Sehingga, para peserta memiliki kesempatan untuk langsung menerapkan pengetahuan yang mereka dapatkan selama pelatihan. Mereka belajar bagaimana menggunakan WhatsApp Business untuk berinteraksi dengan pelanggan potensial, serta bagaimana melibatkan pelanggan secara online.
Diharapkan bahwa pelatihan ini akan membantu Bank Sampah Guyub Rukun Kelurahan Gedog Kota Blitar dapat memperluas pasar dan meningkatkan penjualan produk daur ulang mereka. Selain itu, pelatihan ini juga memberikan anggota bank sampah keterampilan yang berguna dalam pemasaran digital, yang dapat mereka terapkan dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Karena Bank Sampah Guyub Rukun ini sudah memiliki potensi pengelolaan Bank Sampah sangat baik, terlihat dari banyaknya produk yang sudah dihasilkan seperti tas perca, ecozyme, eco break dan pupuk organik.
Kegiatan ini sangat diapresiasi oleh pihak Kelurahan Gedog dan Pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar sebagai bentuk langkah strategis dalam kerjasama dengan perguruan tinggi untuk dapat memaksimalkan potensi daerahnya salah satunya melalui pengelolaan Bank Sampah.
“Karena kami menyadari keterbatasan kami dalam pengetahuan dan juga mungkin SDM sehingga kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi yang baik dengan pemberian pengetahuan dan contoh nyata bagaimana pemanfaatan teknologi dan digitalisasi dapat membantu sektor-sektor yang mungkin terbatas dalam hal pemasaran. Dengan semangat inovasi sehingga para pengurus Bank Sampah yang ada di lingkungan Kelurahan Gedog berharap memaksimalkan potensi secara bisnis sekaligus ikut andil dalam menjaga lingkungan melalui pengelolaan bank sampah yang profesional” ujar kepala desa Kelurahan Gedog Kota Blitar.(nid)