KANAL24, Malang – Puasa ramadhan selama satu bulan penuh bukan hanya momen menahan haus dan lapar, namun dapat menjadi momen untuk peka terhadap lingkungan.
Hal ini disampaikan oleh Ustadz Tibyani Brawijaya atau dikenal juga sebagai Ustadz Tetenger Bumi (UTB) pada program Ramadhan Hepi di UB Radio pada Jumat 21 Februari 2026.
Menurutnya proses menahan lapar dan dahaga menjadi momen untuk menjaga lingkungan dari kerusakan.
“Puasa selain menjaga hati, menahan lapar dan dahaga juga nahan dari merusak lingkungan,” kata UTB.
Baca Juga : Kolaborasi UB Radio dan Rayz Hotel UMM Kenalkan Kuliner Ramadhan kepada Mahasiswa Asing
Puasa tahun ini menjadi ladang introspeksi karena beberapa bulan sebelumnya Indonesia dilanda bencana alam di berbagai daerah seperti Aceh, Sumatera Utara ,Barat, banjir Jakarta, longsor di Jabar, banjir di Jateng dan Jatim serta daerah lainnya.
Berbagai bencana tersebut terjadi karena kerusakan alam oleh manusia.
“Ramadhan tahun ini harus menjadi bulan muhasabah dan introspeksi agar kerusakan lingkungan dapat dikurangi,” jelasnya.
Untuk itu UTB mengajak generasi muda untuk memaknai puasa dengan tidak hanya menahan haus dan lapar namun juga mampu menahan hawa nafsu untuk merusak alam. Berbagai langkah kecil dapat dilakukan oleh anak muda dengan gerakan menanam pohon,gerakan ejaha kebersihan lingkungan serta inovasi lain yang berdampak bagi lingkungan.
Program Ramadhan Hepi UB Radio setiap Jumat akan menghadirkan narasumber yang akan berbagi value ramadhan dalam berbagai bidang.
Acara ini didukung oleh Panin Dubai Syariah, UB Fresh, Rayz Hotel UMM, Sahdu , Laziskhu, MRP UB, Internasional Office UB.(sdk)













