Kanal24, Malang – Perawatan kulit kini semakin banyak menggunakan bahan aktif yang ditujukan untuk menjaga kesehatan dan penampilan kulit. Dua kandungan yang cukup sering diperbincangkan adalah retinol dan bakuchiol. Keduanya dikenal memiliki sejumlah manfaat untuk membantu memperbaiki kondisi kulit, tetapi mempunyai karakter dan tingkat toleransi yang berbeda.
Retinol maupun bakuchiol sama-sama kerap dikaitkan dengan perawatan tanda-tanda penuaan kulit. Diajeng.id dalam artikelnya membahas keduanya sebagai bahan aktif yang memiliki manfaat serupa, tetapi tidak sepenuhnya sama. Pemilihan kandungan sebaiknya tetap disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kulit masing-masing.
Baca juga:
Manfaat Lari Malam untuk Kesehatan: Lebih dari Sekadar Bakar Kalori
Retinol dan Bukti Manfaatnya
Retinol merupakan salah satu jenis retinoid yang banyak ditemukan dalam produk perawatan kulit. American Academy of Dermatology Association menyebut retinoid dapat membantu memperbaiki warna kulit yang tidak merata, pigmentasi, tekstur, garis halus, dan kerutan.
Penelitian yang diterbitkan dalam Archives of Dermatology juga menemukan bahwa penggunaan retinol 0,1 persen selama delapan minggu dapat membantu memperbaiki sejumlah tanda photoaging, termasuk garis halus, pigmentasi, elastisitas, dan kekencangan kulit.
Meski memiliki manfaat, retinol dapat menimbulkan reaksi seperti kulit kering, kemerahan, pengelupasan, atau rasa perih pada sebagian pengguna. Karena itu, penggunaan bahan aktif ini perlu dilakukan secara tepat dan tidak berlebihan.
Bakuchiol sebagai Alternatif
Bakuchiol merupakan senyawa yang berasal dari tanaman Psoralea corylifolia. Kandungan ini semakin populer dalam produk skincare karena memiliki beberapa aktivitas biologis yang menyerupai retinoid.
Diajeng.id menyebut bakuchiol sebagai salah satu alternatif yang menarik, terutama bagi pengguna yang kurang nyaman dengan efek iritasi retinol. Namun, bakuchiol bukan berarti sepenuhnya bebas dari kemungkinan reaksi pada kulit.
Penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Dermatology membandingkan bakuchiol 0,5 persen dengan retinol 0,5 persen selama 12 minggu. Hasilnya menunjukkan keduanya sama-sama membantu mengurangi kerutan dan hiperpigmentasi. Namun, keluhan kulit bersisik dan rasa perih lebih banyak dilaporkan pada kelompok retinol.
Pilih Sesuai Kebutuhan Kulit
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pemilihan bahan aktif tidak sebaiknya hanya mengikuti tren skincare. Kondisi kulit dan toleransi terhadap bahan tertentu perlu menjadi pertimbangan utama.
Retinol memiliki bukti penggunaan yang lebih panjang dalam perawatan kulit, sedangkan bakuchiol menjadi alternatif yang masih terus diteliti. Keduanya juga tidak memberikan hasil yang selalu sama pada setiap orang.
Bagi remaja, perawatan anti-aging bukan kebutuhan utama. Rutinitas dasar seperti membersihkan wajah secara lembut, menggunakan pelembap sesuai kebutuhan, dan melindungi kulit dari paparan sinar matahari merupakan langkah yang lebih penting. Jika ingin menggunakan bahan aktif tertentu, pemilihan produk sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit dan, bila diperlukan, dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.(ffn)














