KANAL24, Malang – Retreat Hambalang yang dilakukan oleh Presiden Prabowo bersama seluruh menterinya pada Selasa 6 Januari 2026 kemarin memiliki banyak pesan yang ingin disampaikan kepada publik.
Hal tersebut disampiakan oleh Pengamat Komunikasi Politik Fisip UB, Dr Verdy Firmantoro kepada kanal24.co.id. Menurut Vedy setidaknya terdapat tiga pesan kuat yang ingin disampaikan melalui retreat tersebut.
‘Pertama jelas melalui retreat tersebut Presiden ingin menungjukkan bahwa sejak awal tahun kabinet terus bekerja dan melakukan evaluasi dari capaian tahun sebelumnya,” kata Verdy.
Melalui kegiatan tersebut Presiden ingin menunjukkan bahwa kabinetnya selalu bekerja untuk rakyat dan melakukan evaluasi berkala dari berbagai program yang sudah berjalan. Program MBG, Ketahanan Pangan dan Hilirisasi menjadi program unggulan yang mendapat banyak evaluasi agar tahun 2026 dapat berjalan dengan lebih baik.

Kedua menurut Verdy, Presiden Prabowo juga ingin menunjukkan kesolidan koalisi yang dibangunnya bersama partai lain. Secara verbal Prabowo mengecek nama-nama ketua parpol yang mengisi kabinetnya. Dalam berbagai kesempatan hal ini juga sering dilakukan oleh presiden ketika memberikan sambutan dalam kegiatan tertentu.
Pesan ketiga yang ingin disampaikan oleh Prabowo melalui retreta ini menurut Verdy adalah kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Prabowo tidak berada dalam bayang-bayang pihak lain namun sepenuhnya berada dalam kendalinya.
“Pesan ketiga adalah keberadaan kabinet Merah Putih sepenuhnya dalam kendali Presiden tanpa bayang-bayang pihak lain,” lanjut Verdy.
Menurut Verdy, retreat tersebut merupakan hal yang baik dari sisi komunikasi politik namun harus diimbangi dengan bukti nyata melalui kinerja para menteri dalam menjawab berbagai hal mulai dari pemulihan bencana sumatera, menjaga daya beli masyarakat, penciptaan lapangan kerja hingga makan bergizi gratis yang menjadi unggulan Prabowo. (sdk)














