Kanal24, Malang – Buku parenting kini tak lagi hanya membahas cara mendidik anak, tetapi juga mengajak orang tua memahami luka emosional yang mereka bawa sejak kecil. Salah satu buku yang ramai diperbincangkan adalah The Book You Wish Your Parents Had Read karya Philippa Perry. Buku ini menawarkan sudut pandang berbeda tentang hubungan orang tua dan anak, dengan pendekatan yang lebih emosional dan reflektif.
Melalui gaya penulisan yang hangat dan tidak menggurui, Philippa Perry mengajak pembaca memahami bahwa pola pengasuhan sering kali diwariskan dari generasi sebelumnya. Buku ini menjadi pengingat bahwa menjadi orang tua bukan soal sempurna, melainkan tentang membangun hubungan sehat dengan anak.
Baca juga:
Kejutan BIGBANG di Coachella Umumkan World Tour 2026
Parenting Dimulai dari Diri Sendiri
Alih-alih memberikan daftar aturan mengasuh anak, buku ini justru mengajak pembaca melihat masa kecil mereka sendiri. Philippa Perry menjelaskan bahwa pengalaman emosional bersama orang tua di masa lalu dapat memengaruhi cara seseorang memperlakukan anaknya saat dewasa.
Dalam buku tersebut, pembaca diajak memahami pentingnya kesadaran emosi, komunikasi yang sehat, dan kemampuan memperbaiki kesalahan dalam hubungan keluarga. Perry menekankan bahwa konflik antara orang tua dan anak bukan sesuatu yang harus dihindari sepenuhnya, tetapi perlu diperbaiki dengan komunikasi yang tepat.
Pendekatan ini membuat buku terasa lebih realistis. Tidak ada tuntutan menjadi orang tua sempurna, melainkan belajar menjadi sosok yang hadir secara emosional untuk anak.
Bahasa Ringan tapi Menyentuh
Salah satu kekuatan utama buku ini terletak pada gaya penulisannya yang sederhana dan mudah dipahami. Meski membahas psikologi hubungan keluarga, Philippa Perry menyampaikannya dengan bahasa ringan serta contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Buku ini juga banyak membahas bagaimana orang tua sering tanpa sadar mengulang pola asuh toxic dari generasi sebelumnya. Mulai dari membentak anak, mengabaikan emosi mereka, hingga memaksakan standar tertentu atas nama kasih sayang.
Namun, Perry tidak menyalahkan orang tua. Ia justru menekankan bahwa setiap orang bisa belajar memperbaiki pola hubungan yang kurang sehat. Pendekatan yang tidak menghakimi inilah yang membuat buku ini terasa relevan bagi banyak pembaca.
Cocok Dibaca Orang Tua dan Anak
Meski dikenal sebagai buku parenting, The Book You Wish Your Parents Had Read sebenarnya tidak hanya cocok untuk orang tua. Buku ini juga relevan bagi siapa saja yang ingin memahami hubungan keluarga, trauma masa kecil, hingga cara membangun komunikasi yang lebih sehat dengan pasangan maupun orang terdekat.
Banyak pembaca menyebut buku tersebut membantu mereka memahami hubungan emosional dengan keluarga secara lebih dalam. Isi bukunya juga dinilai relatable karena membahas persoalan yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari.
Bagi pembaca yang menyukai buku pengembangan diri dengan pendekatan psikologi keluarga, karya Philippa Perry ini layak masuk daftar bacaan. Selain memberikan wawasan baru, buku ini juga mengajak pembaca lebih reflektif terhadap hubungan yang selama ini dijalani.
Kesimpulan
The Book You Wish Your Parents Had Read bukan sekadar buku parenting biasa. Buku ini menawarkan cara pandang baru bahwa pola asuh terbaik dimulai dari kemampuan memahami diri sendiri dan memperbaiki hubungan emosional dalam keluarga.
Dengan bahasa ringan, pendekatan hangat, dan pembahasan yang relevan, buku karya Philippa Perry ini cocok dibaca siapa saja yang ingin membangun hubungan keluarga lebih sehat dan minim luka emosional. (nid)














