Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Sekolah Rakyat: Sekolah yang Menyentuh Jiwa?

Sidik by Sidik
October 20, 2025
in Perspektif
0
Sekolah Rakyat: Sekolah yang Menyentuh Jiwa?
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Greg Teguh Santoso*

Di lapangan hijau yang berdebu dan riuh itu, sejatinya kita sedang menonton bukan sekadar pertandingan bola, tetapi cermin kehidupan sebuah bangsa. Sepak bola, seperti juga pendidikan, mengajarkan disiplin, kerja sama, kesetiaan pada proses, dan kejujuran dalam bermain. Maka, ketika bangsa kecil seperti Tanjung Verde—yang luasnya tak lebih besar dari kota Bogor—berhasil menembus Piala Dunia 2026, itu bukan keajaiban, melainkan hasil dari sistem yang tertata, jujur, dan sabar. Tanjung Verde sadar sejak awal: mereka miskin sumber daya alam, tetapi kaya tekad untuk menanam investasi pada manusia. Mereka membangun akademi nasional, memberdayakan diaspora, dan menjaga federasi sepak bola yang bersih dari politik praktis. Pelatih mereka, Bubista, dipertahankan sejak 2020 tanpa guncangan jabatan. Hasilnya jelas: mereka lolos ke Piala Dunia.

Sebaliknya, Indonesia yang besar sering tersesat dalam labirin kebijakan dan kebiasaan yang tidak konsisten. Kita mencintai hasil, tapi takut menempuh proses. Padahal dalam pendidikan, seperti juga dalam sepak bola, proses adalah kemenangan yang paling sejati. Pelajaran ini seharusnya sampai ke meja kebijakan kita. Presiden Prabowo Subianto berbicara tentang Sekolah Rakyat, sebuah gagasan untuk membuka akses pendidikan bagi masyarakat kecil, terutama di daerah terpencil. Namun, Sekolah Rakyat bukan sekadar soal fasilitas. Ia harus menjadi ekosistem jiwa belajar bangsa, sebuah sistem yang menumbuhkan karakter dan kemandirian, bukan sekadar ijazah.

Jika Tanjung Verde membangun akademi sepak bola rakyat untuk menyiapkan generasi pemain jujur dan disiplin, maka Sekolah Rakyat Prabowo pun perlu menjadi akademi kehidupan, tempat anak-anak desa belajar mencintai proses, mencintai tanah air, dan menghormati kerja keras. Di situlah titik temu antara bola dan bangsa. Gagasan Sekolah yang Menyentuh Jiwa tidak berhenti pada kurikulum atau teknologi digital. Ia adalah sebuah gerakan batin dan gerakan nasional nan konsisten untuk menghidupkan pendidikan sebagai pengalaman yang manusiawi.

Sekolah seperti ini menolak menjadi pabrik nilai untuk sekedar lulus dan berolah ijazah. Ia memilih menjadi taman tempat anak-anak tumbuh sesuai kodratnya: jujur, berani, dan sadar makna kehidupan berbangsa dan bernegara. Sekolah yang menyentuh jiwa adalah sekolah yang menghidupkan nilai-nilai seperti: guru menjadi pendengar, bukan penguasa apalagi menyalah-gunakan kuasanya; di mana belajar menjadi ruang dialog, bukan ruang ujian; dan di mana refleksi menjadi napas harian, bukan kegiatan seremonial belaka.

Sepak bola dan sekolah, keduanya butuh sistem dan jiwa. Sistem tanpa jiwa akan melahirkan rutinitas yang hampa. Jiwa tanpa sistem akan melahirkan idealisme tanpa arah. Keduanya harus berpadu agar bangsa ini tidak hanya pandai bermimpi, tetapi juga mampu melangkah. Seperti halnya pelatih sepak bola, guru adalah arsitek karakter. Bubista, pelatih Tanjung Verde, tidak hanya mengajari taktik, tetapi juga membangun kepercayaan diri para pemainnya. Ia percaya bahwa manusia harus tumbuh dalam kepercayaan, bukan ketakutan.

Demikian pula guru dalam Sekolah Rakyat: mereka bukan sekadar pengajar, tetapi penyemai nilai. Mereka mengajarkan bahwa belajar bukan untuk naik kelas, melainkan untuk naik derajat kemanusiaan. Pendidikan yang menyentuh jiwa membutuhkan guru yang reflektif—guru yang berani mengakui kekurangan, yang mau belajar dari murid, dan yang melihat setiap anak sebagai potensi, bukan masalah. Seperti halnya sepak bola, mereka bukan mengejar kemenangan instan, melainkan membangun karakter untuk menang dengan bermartabat.

Sekolah Rakyat yang digagas Prabowo dapat menjadi momentum untuk memperbaiki arah pendidikan kita: dari kuantitas menuju kualitas batin; dari pemerataan fasilitas menuju pemerataan kesempatan bermakna; dari proyek ke proses. Pada titik inilah, mungkin, mimpi pendidikan Indonesia menemukan maknanya: di titik di mana sekolah, sepak bola, dan jiwa bangsa berpadu menjadi satu irama: irama belajar untuk mencintai negeri dan membangun kehidupan semua anggota bangsa yang lebih baik.

*) Greg Teguh Santoso
Doktor Knowledge Management, praktisi sistem manajemen pendidikan, dan pemerhati budaya belajar bangsa.

Post Views: 315
Tags: DOKTOR KNOWLEDGE MANAGEMENTgreg teguh santosoSekolah Rakyat
Previous Post

IHSG Berusaha Kembali ke Level 8.000

Next Post

Bandara Hijau Banyuwangi, Internasional Tanpa AC Pertama

Sidik

Sidik

Next Post
Bandara Hijau Banyuwangi, Internasional Tanpa AC Pertama

Bandara Hijau Banyuwangi, Internasional Tanpa AC Pertama

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Disertasi FH UB Soroti Perdagangan Pengaruh Parpol

Disertasi FH UB Soroti Perdagangan Pengaruh Parpol

February 10, 2026
Jejak Soto Kambing Malangan Dicatat Lewat Diskusi Film dan Buku

Jejak Soto Kambing Malangan Dicatat Lewat Diskusi Film dan Buku

February 10, 2026
ORDIK Pascasarjana FILKOM UB Perkuat Pondasi Akademik

ORDIK Pascasarjana FILKOM UB Perkuat Pondasi Akademik

February 10, 2026
Registrasi SIM Biometrik, Solusi Keamanan atau Ancaman Privasi

Registrasi SIM Biometrik, Solusi Keamanan atau Ancaman Privasi

February 10, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025