Kanal24 – Timnas Spanyol memastikan satu tempat di partai final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Prancis dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga semifinal yang berlangsung Rabu (15/7/2026). Meski mendapat tekanan sepanjang pertandingan, La Furia Roja tampil sangat efektif dalam memanfaatkan peluang dan sukses menghukum kegagalan Prancis mengonversi dominasi serangan menjadi gol.
Mikel Oyarzabal membuka keunggulan Spanyol pada babak pertama sebelum Pedro Porro menggandakan keunggulan selepas jeda. Hasil ini membawa Spanyol selangkah lagi menuju gelar juara dunia, sementara perjalanan Prancis harus terhenti di empat besar.
Prancis Dominan Menyerang, Spanyol Lebih Efektif
Laga berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal. Prancis langsung mengambil inisiatif permainan dan lebih sering mengancam pertahanan Spanyol.
Baca juga:
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor, Hadiah Tembus Rp15,7 Triliun

Berdasarkan statistik pertandingan, Les Bleus mencatatkan 118 total serangan dengan 46 serangan berbahaya, jauh lebih banyak dibandingkan Spanyol yang hanya membukukan 109 serangan dan 23 serangan berbahaya.
Sementara itu, penguasaan bola berlangsung relatif seimbang. Spanyol unggul tipis dengan 51 persen penguasaan bola, sedangkan Prancis menguasai 49 persen.
Namun, dominasi tersebut tidak mampu dimanfaatkan skuad asuhan Prancis untuk mencetak gol. Barisan pertahanan Spanyol tampil disiplin dan mampu meredam sejumlah peluang berbahaya yang dibangun lawan.
Oyarzabal Pecah Kebuntuan, Porro Pastikan Tiket Final
Spanyol menunjukkan efektivitas permainan yang menjadi pembeda dalam pertandingan ini.
Pada menit ke-22, Mikel Oyarzabal sukses memanfaatkan celah di lini belakang Prancis untuk membawa La Furia Roja unggul 1-0. Gol tersebut memaksa Prancis melakukan perubahan lebih cepat dengan memasukkan Maxence Lacroix menggantikan William Saliba pada menit ke-30 guna memperkuat lini pertahanan.
Meski terus menekan hingga turun minum, Prancis gagal menemukan gol penyeimbang. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Prancis kembali melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Kouadio Koné dan Désiré Doué demi meningkatkan intensitas serangan.
Namun justru Spanyol kembali menghukum kelengahan lawannya. Pada menit ke-58, Pedro Porro mencetak gol kedua melalui serangan balik cepat yang memanfaatkan terbukanya ruang di pertahanan Prancis.
Unggul dua gol membuat Spanyol bermain lebih tenang. Pelatih La Furia Roja kemudian melakukan sejumlah rotasi dengan memasukkan Ferran Torres, Dani Olmo, dan Nico Williams untuk menjaga ritme permainan sekaligus mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Efisiensi Jadi Senjata Utama La Furia Roja
Kemenangan ini menjadi bukti kematangan taktik Spanyol sepanjang turnamen. Meski tidak mendominasi jumlah serangan, mereka mampu memaksimalkan setiap peluang yang dimiliki dan tampil disiplin saat bertahan.
Sebaliknya, Prancis harus membayar mahal kegagalan memanfaatkan banyak peluang yang tercipta. Dominasi serangan mereka tidak mampu diterjemahkan menjadi gol karena solidnya organisasi pertahanan Spanyol.
Di penghujung pertandingan, frustrasi pemain Prancis mulai terlihat. Kylian Mbappé bahkan harus menerima hukuman pelanggaran pada menit ke-86 saat berupaya membongkar pertahanan rapat La Furia Roja.
Dengan kemenangan 2-0 ini, Spanyol resmi melangkah ke final Piala Dunia 2026 dan tinggal menunggu lawan yang akan mereka hadapi pada partai puncak. Modal kepercayaan diri tinggi serta permainan yang efektif menjadi bekal penting bagi La Furia Roja untuk memburu gelar juara dunia berikutnya. (nid/red)














