Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Gejala TBC Sudah Hilang? Jangan Langsung Stop Minum Obat

Einid Shandy by Einid Shandy
July 12, 2026
in Gaya Hidup
0
Gejala TBC Sudah Hilang? Jangan Langsung Stop Minum Obat

Gejala Penyakit TBC (KlinikDokter)

2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Batuk sudah hilang, badan mulai terasa fit, lalu muncul pikiran, “Kayaknya sudah sembuh”. Bagi pasien tuberkulosis (TBC), keputusan menghentikan obat pada momen seperti ini justru bisa menjadi bumerang. Alih-alih sembuh total, bakteri penyebab TBC masih bisa bertahan di dalam tubuh, memicu penyakit kambuh, bahkan berubah menjadi kebal terhadap obat sehingga proses pengobatan menjadi jauh lebih sulit.

Pengobatan TBC memang tidak bisa disamakan dengan infeksi biasa. Penyakit yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis ini membutuhkan terapi jangka panjang agar seluruh bakteri benar-benar hilang dari tubuh. Karena itu, pasien diimbau tetap mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter meski kondisi fisik sudah membaik.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, pasien TBC sensitif obat umumnya harus menjalani pengobatan selama sedikitnya enam bulan. Terapi tersebut terbagi dalam dua tahap, yaitu fase intensif selama dua bulan untuk menekan jumlah bakteri dengan cepat, kemudian fase lanjutan sekitar empat bulan guna membasmi sisa bakteri yang masih bertahan di dalam tubuh. Pengobatan yang dijalani hingga tuntas menjadi kunci utama keberhasilan terapi sekaligus mencegah penularan kepada orang lain.

Putus Obat Bisa Membuat Bakteri Kebal

Salah satu kesalahan yang masih sering terjadi adalah menghentikan pengobatan ketika gejala mulai menghilang. Padahal, batuk yang mereda atau tubuh yang kembali bugar belum tentu menandakan pasien telah sembuh sepenuhnya.

Jika obat dihentikan sebelum waktunya, bakteri yang masih tersisa dapat berkembang kembali dan menjadi kebal terhadap obat yang sebelumnya efektif. Kondisi ini dikenal sebagai Tuberkulosis Resisten Obat (TB RO). Akibatnya, pasien harus menjalani pengobatan yang lebih lama, mengonsumsi lebih banyak jenis obat, serta menghadapi risiko efek samping yang lebih berat dibandingkan pengobatan TBC biasa.

Jangan Terkecoh karena Gejala Sudah Hilang

Perbaikan kondisi tubuh selama menjalani terapi memang menjadi tanda bahwa pengobatan bekerja. Namun, hal itu bukan berarti seluruh bakteri penyebab TBC telah musnah.

Dokter akan mengevaluasi keberhasilan terapi melalui pemeriksaan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Oleh karena itu, pasien tidak disarankan menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.

Selain meningkatkan risiko kekambuhan, pasien yang tidak menyelesaikan pengobatan juga berpotensi tetap menularkan bakteri kepada orang-orang di sekitarnya.

Disiplin Minum Obat Jadi Kunci Kesembuhan

Keberhasilan pengobatan TBC sangat bergantung pada kedisiplinan pasien dalam mengonsumsi obat setiap hari sesuai jadwal. Menjaga kepatuhan minum obat membantu kadar obat tetap stabil sehingga mampu membunuh bakteri secara optimal.

Untuk menghindari lupa, pasien dapat memanfaatkan alarm di telepon seluler, membuat jadwal pengingat, atau meminta bantuan keluarga maupun Pengawas Menelan Obat (PMO) untuk mendampingi selama masa terapi.

Apabila muncul efek samping seperti mual, muntah, atau keluhan lain, pasien dianjurkan segera berkonsultasi ke dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan. Menghentikan obat secara sepihak justru dapat memperbesar risiko kegagalan pengobatan.

Indonesia Masih Hadapi Tantangan Besar TBC

Tuberkulosis hingga kini masih menjadi salah satu penyakit menular dengan beban kasus tertinggi di dunia. Berdasarkan Global Tuberculosis Report 2024 yang diterbitkan World Health Organization (WHO), Indonesia masih berada di peringkat kedua negara dengan jumlah kasus TBC terbanyak setelah India.

Melalui berbagai program pengendalian TBC, pemerintah terus mendorong masyarakat untuk melakukan deteksi dini serta menyelesaikan pengobatan hingga tuntas. Kepatuhan pasien menjadi salah satu faktor penting untuk menekan angka penularan sekaligus mencegah munculnya kasus TBC resisten obat.

Menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan bukan hanya tentang kesembuhan diri sendiri. Langkah sederhana ini juga menjadi bentuk kepedulian untuk melindungi keluarga dan masyarakat dari risiko penularan penyakit. (ern)

Post Views: 22
Tags: ernkanal24.co.idKementerian KesehatanKesehatanobat TBCpengobatan TBCputus obat TBCTB resisten obatTBCTuberkulosisuniversitas brawijaya
Previous Post

Jangan Buang Ibu, Film yang Menunjukkan Luka Bisa Ada di Dalam Rumah

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Gejala TBC Sudah Hilang? Jangan Langsung Stop Minum Obat

Gejala TBC Sudah Hilang? Jangan Langsung Stop Minum Obat

July 12, 2026
Jangan Buang Ibu, Film yang Menunjukkan Luka Bisa Ada di Dalam Rumah

Jangan Buang Ibu, Film yang Menunjukkan Luka Bisa Ada di Dalam Rumah

July 12, 2026
Tak Cuma Ramah Lingkungan, Pembungkus Ini Bisa Hemat Biaya

Tak Cuma Ramah Lingkungan, Pembungkus Ini Bisa Hemat Biaya

July 12, 2026
Matcha Bukan Sekadar Tren, Ini Manfaatnya untuk Tubuh dan Berat Badan

Matcha Bukan Sekadar Tren, Ini Manfaatnya untuk Tubuh dan Berat Badan

July 11, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025