KANAL24, Malang – Menteri Keuangan Purbaya berharap IHSG pada tahun 2026 dapat tembus ke level 10.000. hal tersebut disampaikan Purbaya pada saat membuka perdagangan perdana pasar saham 2 Januari 2026 lalu.
Menurut Pakar Pasar Modal UB Noval Adib level 10.000 dapat tercapai pada tahun 2026 karena pada awal januari 2026 ini saja indeks sudah hampir tembus ke level 9000.
“Level 10.000 tidak sulit tercapai karena saat ini saja sudah hampir 9000,” kata Noval Adib Rabu (7/1/2025).
Dosen FEB UB ini melihat untuk masuk pada level 10.000 membutuhkan tiga syarat yang harus berjalan seiring sejalan. Pertama adalah tingkat suku bunga harus dijaga seperti saat ini dan tidak naik signifikan. Suku bunga merupakan domain BI sehingga kebijakan tersebut harus seiring sejalan.
Kedua menurut Noval adalah iklim investasi yang kondusif sehingga investasi asing dapat masuk dan meningkat ke Indonesia.
“Iklim investasi ini penting agar kepercayaan terhadap pasar modal meningkat dan dapat berdampak pada kenaikan IHSG,” lanjutnya.
Sedangkan syarat ketiga adalah menjaga daya beli masyarakat agar tidak jatuh melalui berbagai kebijakan yang mendorong tingkat konsumsi masyarakat. Selama tahun 2025 daya beli masyarakat mengalami pelemahan sehingga pemerintah perlu melakukan berbagai program dan insentif agar daya beli tidak menurun tahun ini.
“Daya beli ini sangat penting dijaga karena untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan kepercayaan pasar,” pungkas Noval.
Jika ketiga hal tersbeut dapat dilakukan dengan beriringan dan koordinasi yang bagus antar pemangku kepentingan maka level 10.000 IHSG menjadi hal yang tidak sulit untuk diwujudkan.
Pada perdagangan sesi pertama hari ini (7/1) IHSG terpantau naik 0,14 persen di level 8.946,25.(sdk)














