KANAL24, Blitar – Sebagai upaya mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, telah diselenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi peningkatan literasi keuangan syariah bagi pelaku UMKM, khususnya berkaitan dengan Pembiayaan Modal bagi UMKM berdasarkan Prinsip Syariah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang prinsip-prinsip keuangan syariah dan bagaimana penerapannya dapat membantu pelaku UMKM dalam mengelola keuangan mereka dengan lebih baik.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Pengabdian dari Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya yang diketuai oleh Prof. Dr. Agus Suman, SE., DEA. yang beranggotakan Indri Supriani, SE., M.SEI dan melibatkan dua orang mahasiswa dari Program Studi Ekonomi Islam. Dalam acara tersebut, peserta UMKM mendapatkan pemahaman mendalam tentang berbagai aspek keuangan syariah, termasuk prinsip-prinsip dasar, jenis-jenis produk keuangan syariah, serta cara mengelola keuangan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah
Dalam pembukaan kegiatan pengabdian ini, Kepala Desa Ngaglik, Kabupaten Blitar Agus Utomo, SE., menyampaikan bahwa sumber pemodalan menjadi kendala utama ekspansi usaha bagi pelaku UMKM masyarakat di Desa Ngaglik. Selain itu, diharapkan melalui kegiatan pengabdian ini dapat mendorong peningkatan jumlah pelaku UMKM dan terintegrasinya bisnis usaha antar pelaku UMKM yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kesempatan berdiskusi dengan Bapak/Ibu dosen pada hari ini, silahkan dimanfaatkan dengan baik dan semoga memperoleh pencerahan dalam meningkatkan skala usaha kita sekalian”, ungkap Agus Sutomo.
Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 30 pelaku UMKM dari berbagai Dusun di Desa Ngaglik. “Tingkat literasi keuangan yang tinggi akan mendorong keterlibatan masyarakat dalam penggunaan layanan jasa keuangan, sehingga mendorong percepatan bisnis dan perputaran uang dengan benar. Peningkatan literasi keuangan akan mendorong tercapainya keuangan inklusif yang tidak hanya terkonsentrasi pada masyarakat dengan level ekonomi kelas atas, tetapi juga masyarakat ekonomi kelas menengah dan bawah” ungkap Prof. Dr. Agus Suman, SE., DEA.
Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 30 pelaku UMKM dari berbagai Dusun di Desa Ngaglik. “Tingkat literasi keuangan yang tinggi akan mendorong keterlibatan masyarakat dalam penggunaan layanan jasa keuangan, sehingga mendorong percepatan bisnis dan perputaran uang dengan benar. Peningkatan literasi keuangan akan mendorong tercapainya keuangan inklusif yang tidak hanya terkonsentrasi pada masyarakat dengan level ekonomi kelas atas, tetapi juga masyarakat ekonomi kelas menengah dan bawah” ungkap Prof. Dr. Agus Suman, SE., DEA.

Salah satu narasumber Indri Supriani, SE., M.SEI. memberikan wawasan tentang pentingnya mengadopsi prinsip keuangan syariah dalam operasi UMKM. “Penerapan keuangan syariah bukan hanya untuk mematuhi hukum agama, tetapi juga dapat meningkatkan stabilitas keuangan bisnis Anda,” jelas Indri.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari para pelaku UMKM. Hadir pada sosialiasi tersebut yaitu Bapak Eko Haryono, pemilik usaha di bidang Furnitur mengatakan “Saya sangat beruntung dapat mengikuti sesi pemaparan dari Bapak/Ibu dosen Universitas Brawijaya, saya mendapatkan pengetahuan yang sangat berarti untuk meningkatkan jumlah produksi usaha dengan pembiayaan berdasrkan prinsip syariah. Selain itu, kami juga mendapatkan semangat untuk membentuk kegiatan usaha bersama di bawah naungan BUMDes. Harapannya, kegiatan seperti ini dilakukan secara berkelanjutan dan diikuti oleh tindak nyata serta melibatkan dinas terkait” jelas Eko Haryono.
Kegiatan ini diharapkan akan menjadi awal yang baik dalam mendukung pertumbuhan UMKM yang lebih berkelanjutan dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah di Indonesia. Selain itu, langkah-langkah serupa diharapkan akan terus dilakukan untuk mendukung pengembangan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh negeri.(sdk)