KANAL24, Ponorogo- Desa Ngebel merupakan sebuah desa yang berada di lereng Gunung Wilis di wilayah Kabupaten Ponorogo dengan iklim yang sejuk dan cenderung dingin untuk wilayah Ponorogo. Disini terdapat destinasi wisata Telaga Ngebel yang sangat indah didukung oleh pemandangan alam yang eksotik dan menjadi primadona wisata Ponorogo. Masyarakat Desa Ngebel menggantungkan hidupnya pada aktifitas wirausaha dengan membangun lapak-lapak dan warung makanan, permainan air, home stay sampai usaha perhotelan.
Komoditas pertanian sangat melimpah seperti buah durian, manggis, nangka, alpokat, pisang dan produk tanaman keras yang meliputi kopi, cengkeh, petai, kelapa dan kluwak. Produk empon-empon juga melimpah dan menjadi komoditas pertanian yang menjanjikan. Kopi wilis umumnya adalah kopi robusta dari sisa-sisa kopi perkebunan Belanda yang saat ini ditanam dan dikembangkan di kebun-kebun milik masyarakat yang tersebar di kawasan lereng gunung wilis termasuk di wilayah Ngebel. Selama ini komoditas pertanian di wilayah Ngebel termasuk kopi masih dipasarkan dalam bentuk produk dasar sehingga belum memberikan nilai tambah yang signifikan. Di Area wisata Telaga Ngebel banyak lapak-lapak yang menyajikan minuman kopi panas bagi wisatawan. Namun mereka lebih menonjolkan kopi pabrikan yang umumnya sudah tersedia dalam bentuk saset atau dalam kemasan 3 in 1, sementara kopi asli dari lereng Gunung Wilis kurang diperkenalkan kepada wisatawan.
Melalui Program Pengmas MMD 1000 Desa, para Dosen Universitas Brawijaya yang diketuai oleh Anggara Wiyono, PhD., beranggotakan Langgeng Setyono, M.A.B, Prof. Dr. Eng. Denny Widhiyanuriyawan dan Dr. Ir. Sugiarto membantu pemuda Ngebel untuk menjalankan bisnis kopi Wilis sekaligus membrending produk kopi Wilis di Kawasan wisata telaga ngebel. Kegiatan pengmas diawali dengan pelatihan strategi membangun bisnis dan strategi menjalankan bisnis coffe. Kegiatan ini diikuti oleh para pemuda dari desa Ngebel, Talun dan desa Sahang serta mahasiswa KKN MMD UB dari 3 desa tersebut. Selain narasumber dari UB juga didatangkan narasumber praktisi coffe shop dari Ponorogo. Pada hari Minggu tanggal 27 Agustus 2023 oleh pelaksana Pengmas MMD 1000 Desa Universitas Brawijaya telah diserahkan seperangkat mesin rosting kopi yang dikontrol secara otomatik. Mesin roasting kopi ini dilengkapi dengan alat pengolah aroma dan rasa untuk kopi yang dikirimkan dari kampus Biru Universitas Brawijaya.

Dengan mesin rosting ini diharapkan kopi Wilis dapat dibrending dan dipasarkan dalam berbagai aroma dan rasa, mulai dari yang original, rasa buah lokal maupun rasa empon-empon yang semuanya merupakan komoditas unggulan wilayah Ngebel. Untuk mewujudkan harapan tersebut, para pemuda yang didukung oleh Pemerintah Desa Ngebel telah membangun Coffe Shop Milenial di dekat dermaga Telaga Ngebel yang siap menyajikan kopi wilis kepada wisatawan
“Tolong mesin rosting kopi ini dimanfaatkan untuk membangun bisnis kopi sekaligus untuk membrending kopi Wilis. Dan kepada Pemerintah Desa utamanya pak Kades tolong pengelolaan bisnis kopi Wilis ini dikawal sekaligus dibantu modal agar bisnis kopi dan coffenya berkembang,” kata Dr Anggara. (sdk)