Sektor Keuangan dan Properti Diyakini Bakal Cepat Pulih

KANAL24 -2020-07-30, 10:00:00 WIB 95 kali

Sektor properti diperkirakan cepat pulih (mag)

KANAL24, Jakarta - Pemerintah meyakini, kolaborasi entitas keuangan dan perumahan akan mampu mengakselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kedua sektor ini dinilai memiliki daya ungkit yang besar untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.


Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan, program PEN merupakan bagian dari kebijakan luar biasa yang ditempuh pemerintah untuk memitigasi dampak pandemi Covid-19, terutama dampak terhadap ekonomi yang mengalami penurunan tajam.


Menurutnya, dana PEN juga digelontorkan untuk industri perumahan, mengingat dampak lanjutan yang besar dari akselerasi di sektor tersebut. "Sektor perumahan perlu melakukan terobosan dan instrumen baru, karena sektor ini mempunyai  multiplier effect  ke 170 industri lainnya. Kami mengharapkan upaya tersebut dapat meningkatkan permintaan dari sektor lain, sehingga bisa mendorong pemulihan ekonomi," katanya dalam webinar bertajuk "Sinergi untuk Percepatan Pemulihan Sektor Perumahan" di Jakarta, Rabu (29/7/2020).


Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) Eko D Heripoerwanto menjelaskan, pihaknya telah menggelontorkan berbagai skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi. Di antaranya, Subsidi Selisih Bunga (SSB), Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP ) dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Skema tersebut diberikan untuk mendongkrak industri perumahan subsidi di Tanah Air.


"Kami meyakini langkah strategis tersebut akan mempercepat pemulihan sektor perumahan yang juga akan berpengaruh pada ekonomi nasional," kata Eko.
Hingga kini, pemerintah telah memberikan berbagai stimulus untuk mendongkrak sektor perumahan. Stimulus tersebut diberikan untuk menggarap angka  backlog  perumahan di Indonesia sekaligus mengakselerasi program PEN.


Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) Pahala Nugraha Mansury berpendapat, sebagai salah satu entitas perbankan dalam ekosistem perumahan ini, adanya keberpihakan pemerintah mulai dari aturan hingga penempatan dana negara menjadi angin yang segar.
Kredit yang dialirkan Bank BTN, kata Pahala, memiliki dampak ekonomi jangka panjang, karena kredit tersebut akan menjadi tempat tinggal yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tidak hanya itu, kredit yang disalurkan ke sektor perumahan pun akan memberikan  multiplier effect  terhadap sekitar 177 subsektor industri lain.


Menurut Pahala, BBTN menerima dana negara sebesar Rp5 triliun pada medio Juni 2020. Pahala memprediksi seluruh dana negara yang telah ditempatkan pemerintah tersebut akan terserap habis pada akhir Juli 2020. "Kami meyakini perseroan bisa melakukan ekspansi kredit sebesar Rp15 triliun dari dana negara tersebut sebelum akhir September 2020," kata Pahala.


Pahala melanjutkan hingga kini sektor perumahan baru memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 2,77 persen. Posisi tersebut jauh di bawah kontribusi properti di negara kawasan Asean lainnya yang berkisar 8-23 persen. "Sehingga kami berkomitmen akan terus mendukung pengembangan sektor perumahan. Apalagi di masa pandemi ini, rumah menjadi tempat berlindung paling aman bagi masyarakat," kata Pahala.


Dalam kesempatan yang sama, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) menyampaikan akan mendukung penyediaan likuiditas bagi pembiayaan kepemilikan rumah. "Sepanjang Semester I-2020 SMF berhasil menyalurkan pinjaman kepada penyalur KPR sebesar Rp4,2 triliun," ucap Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo.


Lebih lanjut Ananta mengatakan, SMF sebagai BUMN di bawah Kementerian Keuangan yang mengemban tugas sebagai lembaga yang membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan tengah memperkuat perannya, dan aktif dalam merealisasikan Program Penurunan Beban Fiskal.


Program penurunan beban fiskal direalisasikan melalui pemberian dukungan kepada Pemerintah dalam program KPR FLPP . SMF berperan dalam mengurangi beban fiskal Pemerintah dengan membiayai porsi 25 persen pendanaan KPR FLPP , sehingga pemerintah hanya menyediakan 75 persen dari total pendanaan FLPP dari semula yang sebesar 90 persen.


Senada dengan SMF, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), Hendi Prio Santoso mengatakan, pihaknya telah memberikan solusi One-Day-One-Home untuk mengefisiensikan proses pengerjaan dinding. 


SMGR pun menghadirkan platform digital bertajuk Sobat Bangun untuk memotivasi milenial memiliki rumah sendiri.


"Kami berupaya membantu para stakeholders untuk menjawab tantangan kebutuhan pembangunan rumah," ujar Hendi.(sdk)

kanal24.co.id Pemulihan Ekonomi Sektor Keuangan Sektor Properti