Kanal24, Malang – Dari Sabang hingga Merauke, mahasiswa hukum yang tergabung dalam ALSA Indonesia bertemu di Kota Malang dengan membawa agenda organisasi dan kepemimpinan. Universitas Brawijaya menjadi tempat berlangsungnya Pramusyawarah Nasional dan ALSA Leadership Training (PLT) XXXIII, Kamis (24/9/2026), yang mempertemukan delegasi dari berbagai Local Chapter ALSA di Indonesia.
Rangkaian tersebut tidak hanya menjadi ruang pertemuan antarmahasiswa hukum, tetapi juga menjadi momentum untuk membahas keberlanjutan organisasi dan mengembangkan kapasitas anggota. Pramusyawarah Nasional diarahkan untuk mempersiapkan agenda Musyawarah Nasional, sementara ALSA Leadership Training menjadi ruang penguatan kemampuan kepemimpinan anggota.
Baca Juga:
93 Bidan Baru UB Siap Layani Ibu dan Anak
Satukan Jejaring ALSA Indonesia
Presiden ALSA Indonesia, Timothy Yoga Langi Soedharsono, menjelaskan PLT XXXIII merupakan agenda nasional ALSA Indonesia yang mempertemukan perwakilan Local Chapter dari berbagai wilayah.

ALSA Indonesia memiliki 15 Local Chapter yang tersebar di sejumlah perguruan tinggi. Dalam pelaksanaan PLT XXXIII, delegasi berasal dari Syiah Kuala, Andalas, Sriwijaya, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Jember, Universitas Udayana, Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi, dan Universitas Mulawarman. Universitas Lampung hadir sebagai observer.
Pertemuan lintas wilayah tersebut menjadi ruang bagi anggota untuk berkomunikasi, bertukar pengalaman, sekaligus membangun sinergi antarlocal chapter dalam menjalankan organisasi.
Pramunas Siapkan Arah Organisasi
Timothy menjelaskan PLT XXXIII memiliki dua agenda utama. Pramusyawarah Nasional menjadi forum untuk membahas berbagai hal terkait organisasi sekaligus mempersiapkan agenda menuju Musyawarah Nasional yang akan datang.
Sementara itu, ALSA Leadership Training diarahkan pada pengembangan kapasitas anggota melalui pelatihan kepemimpinan. Menurutnya, kemampuan memimpin menjadi salah satu bagian penting dalam keberlanjutan organisasi dan menjadi inti dari rangkaian PLT.
Melalui dua agenda tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan ruang untuk membahas arah organisasi, tetapi juga memperoleh pengalaman yang dapat mendukung pengembangan kemampuan personal dan organisasi.
Pengalaman Organisasi Jadi Bekal
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa UB, Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H., mengatakan kegiatan mahasiswa dengan jejaring luas sejalan dengan orientasi internasional Universitas Brawijaya.

Menurutnya, aktivitas organisasi yang melibatkan jejaring lintas daerah maupun negara memberikan pengalaman di luar ruang akademik. Pengalaman tersebut dapat memperkuat kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta kesiapan mahasiswa menghadapi lingkungan profesional.
Setiawan juga menyinggung banyak alumni muda ALSA yang kemudian masuk ke dunia kerja. Ia berharap pengalaman organisasi yang diperoleh selama menjadi mahasiswa dapat terus menjadi bekal dalam perjalanan mereka setelah lulus.
Sementara itu, Timothy berharap ALSA Indonesia dapat berkembang menjadi organisasi yang semakin sinergis dan progresif serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga berharap keberadaan dan kiprah ALSA Indonesia semakin dikenal melalui berbagai kegiatan yang dijalankan.
PLT XXXIII di Universitas Brawijaya menjadi ruang pertemuan bagi delegasi ALSA dari berbagai wilayah untuk membahas keberlanjutan organisasi sekaligus mengembangkan kapasitas kepemimpinan. Perpaduan forum Pramusyawarah Nasional dan ALSA Leadership Training memperkuat jejaring sekaligus memberikan pengalaman kepemimpinan bagi para peserta. (gal)













