Kanal24, Malang – Pemerintah terus memperkuat strategi menuju target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen melalui transformasi digital yang semakin agresif. Infrastruktur digital, pengembangan kecerdasan buatan (AI), hingga penguatan keamanan siber disebut menjadi tiga pilar utama dalam menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Deputi Koordinasi Perdagangan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ali Murtopo Simbolo, menegaskan bahwa transformasi digital kini bukan lagi sekadar pelengkap pembangunan, melainkan fondasi utama menuju visi Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, keberadaan data center, AI, serta sistem keamanan siber yang kuat akan menentukan daya saing Indonesia di tengah percepatan ekonomi digital global.
Baca juga:
Mengapa Pemerintah Sering Membandingkan Utang Indonesia dengan Negara Lain?
“Penguatan infrastruktur digital menjadi fondasi penting untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Ditjen Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Aju Widia Sari, menyebut pembangunan ekosistem digital harus dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah mendorong percepatan pembangunan pusat data, pengembangan AI nasional, serta sistem perlindungan siber yang adaptif terhadap ancaman digital.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, industri, dan asosiasi teknologi menjadi faktor penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi global, tetapi juga pemain aktif dalam pengembangan inovasi digital.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto juga menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027 sebagai bagian dari roadmap menuju pertumbuhan 8 persen pada 2029. Pemerintah optimistis target tersebut dapat dicapai melalui kebijakan fiskal yang berkelanjutan dan penguatan sektor strategis nasional.
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan. Angka tersebut menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan dinilai sebagai sinyal positif bagi percepatan ekonomi nasional.
Meski begitu, sejumlah ekonom menilai target pertumbuhan 8 persen tetap menjadi tantangan besar karena membutuhkan reformasi struktural, peningkatan investasi, serta efisiensi belanja pemerintah secara konsisten.













