Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Mengapa Pemerintah Sering Membandingkan Utang Indonesia dengan Negara Lain?

Einid Shandy by Einid Shandy
May 19, 2026
in Ekonomi
0
Mengapa Pemerintah Sering Membandingkan Utang Indonesia dengan Negara Lain?

Dr. Purbaya Yudhi Sadewa, Ph.D.,Menteri Keuangan Republik Indonesia

2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Isu utang negara kembali menjadi perhatian publik seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan pembangunan nasional dan besarnya belanja pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah kritik terhadap kenaikan nominal utang Indonesia, pemerintah kerap memberikan penjelasan dengan membandingkan posisi utang nasional dengan negara lain, baik di kawasan Asia Tenggara maupun negara maju.

Langkah tersebut bukan tanpa alasan. Pemerintah menilai ukuran utama dalam melihat kondisi utang sebuah negara bukan hanya nominalnya, melainkan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan pendekatan ini, kemampuan ekonomi suatu negara untuk membayar kewajiban dianggap lebih relevan dibanding sekadar melihat angka total utang yang terus bertambah.

Saat ini, rasio utang Indonesia masih berada di kisaran yang dinilai relatif aman menurut standar internasional. Pemerintah beberapa kali menegaskan bahwa angka tersebut masih berada di bawah batas maksimal 60 persen terhadap PDB sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara. Karena itu, pemerintah beranggapan kondisi fiskal Indonesia masih terkendali dan belum masuk kategori berbahaya.

Baca juga:
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Purbaya Balas Kritik Pengamat 

Perbandingan dengan negara lain sering digunakan untuk membangun optimisme pasar sekaligus menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional. Negara-negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Singapura, hingga Malaysia kerap disebut memiliki rasio utang yang jauh lebih tinggi dibanding Indonesia. Meski demikian, negara-negara tersebut tetap mampu menjaga stabilitas ekonomi dan pertumbuhan investasi.

Di sisi lain, pemerintah juga ingin menunjukkan bahwa utang merupakan instrumen umum yang digunakan hampir semua negara untuk membiayai pembangunan. Dalam konteks ekonomi modern, utang dianggap sebagai alat fiskal yang dapat mempercepat pembangunan infrastruktur, memperluas layanan publik, hingga menjaga pertumbuhan ekonomi saat terjadi perlambatan global.

Namun, sejumlah ekonom menilai perbandingan semacam itu tidak selalu bisa dijadikan acuan utama. Setiap negara memiliki struktur ekonomi, kemampuan penerimaan pajak, tingkat produktivitas, hingga daya beli masyarakat yang berbeda. Karena itu, membandingkan rasio utang antarnegara tanpa melihat kondisi fundamental ekonomi dinilai dapat menimbulkan persepsi yang kurang utuh.

Salah satu aspek yang sering menjadi sorotan adalah kemampuan negara dalam membayar cicilan dan bunga utang. Indonesia dinilai masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan rasio pajak yang relatif rendah dibanding banyak negara lain. Padahal, penerimaan negara menjadi sumber utama untuk membayar kewajiban utang sekaligus membiayai program pembangunan.

Selain itu, beban pembayaran bunga utang pemerintah terus meningkat dari tahun ke tahun. Sebagian anggaran negara kini harus dialokasikan untuk membayar bunga dan cicilan utang, sehingga ruang fiskal untuk sektor produktif menjadi lebih terbatas. Jika tidak dikelola dengan hati-hati, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengurangi kemampuan pemerintah dalam membiayai pendidikan, kesehatan, subsidi, dan perlindungan sosial.

Meski demikian, sebagian ekonom menilai utang tetap diperlukan selama digunakan secara produktif. Utang yang dialokasikan untuk pembangunan jalan, pelabuhan, bandara, bendungan, hingga proyek strategis nasional dianggap dapat memberikan dampak ekonomi jangka panjang. Infrastruktur yang baik diyakini mampu meningkatkan konektivitas, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan investasi.

Pandangan berbeda muncul ketika utang digunakan lebih banyak untuk belanja rutin dan kebutuhan jangka pendek. Penggunaan utang untuk menutup defisit operasional tanpa diimbangi peningkatan produktivitas ekonomi dianggap berisiko terhadap keberlanjutan fiskal negara dalam jangka panjang.

Kondisi global juga turut memengaruhi kebijakan utang pemerintah. Ketidakpastian ekonomi dunia, kenaikan suku bunga internasional, perang dagang, hingga gejolak geopolitik membuat biaya penerbitan utang semakin mahal. Ketika suku bunga global naik, pemerintah harus menawarkan imbal hasil lebih tinggi agar investor tetap tertarik membeli surat utang negara.

Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah juga dapat meningkatkan tekanan terhadap utang luar negeri. Sebab, sebagian kewajiban pemerintah masih menggunakan mata uang asing. Ketika rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat, nilai pembayaran utang otomatis ikut meningkat.

Karena itu, pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan fiskal melalui berbagai strategi, mulai dari memperluas basis pajak, meningkatkan investasi, memperbaiki kualitas belanja negara, hingga menjaga defisit APBN tetap terkendali. Pemerintah juga berupaya menjaga kepercayaan investor agar biaya pembiayaan utang tidak semakin membebani anggaran negara.

Di tengah perdebatan soal utang, banyak pengamat menilai transparansi menjadi faktor paling penting. Publik tidak hanya ingin mengetahui besarnya utang negara, tetapi juga ke mana dana tersebut digunakan dan sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat. Penggunaan utang yang efektif dan tepat sasaran dianggap menjadi kunci agar pembiayaan negara tetap sehat dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. (nid)

Post Views: 34
Tags: APBN 2026Ekonomi IndonesiaFiskal Indonesiainvestasi indonesiaKANAL24kanal24.co.idkebijakan utang pemerintahpembayaran bunga utangpenerimaan pajak IndonesiaPertumbuhan Ekonomi Indonesiarasio utang Indonesiasurat utang negarauniversitas brawijayautang IndonesiaUtang Negara
Previous Post

Krisis Iklim Bikin Ameba Pemakan Otak Jadi Ancaman Global

Next Post

Arab Saudi Warning Jamaah Haji Ilegal, Denda Tembus Rp93 Juta

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Arab Saudi Warning Jamaah Haji Ilegal, Denda Tembus Rp93 Juta

Arab Saudi Warning Jamaah Haji Ilegal, Denda Tembus Rp93 Juta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Arab Saudi Warning Jamaah Haji Ilegal, Denda Tembus Rp93 Juta

Arab Saudi Warning Jamaah Haji Ilegal, Denda Tembus Rp93 Juta

May 19, 2026
Mengapa Pemerintah Sering Membandingkan Utang Indonesia dengan Negara Lain?

Mengapa Pemerintah Sering Membandingkan Utang Indonesia dengan Negara Lain?

May 19, 2026
Krisis Iklim Bikin Ameba Pemakan Otak Jadi Ancaman Global

Krisis Iklim Bikin Ameba Pemakan Otak Jadi Ancaman Global

May 19, 2026
Buku Anak Satir Shaqina Alfisyah Hadirkan Humor Edukatif untuk Anak

Buku Anak Satir Shaqina Alfisyah Hadirkan Humor Edukatif untuk Anak

May 19, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025