Kanal24, Malang – Sebanyak 500 relawan turun langsung membersihkan aliran sungai di Kota Malang, Minggu (6/9/2026). Aksi tersebut digelar Departemen Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) bersama Lions Club Malang Indah (LCMI) melalui kegiatan Bersih-Bersih Sungai x REMPAH (Resik-Resik Sampah) 2026.
Mengusung slogan “Taking Action for Revived Waterscapes”, kegiatan dipusatkan di sepanjang Jalan Candi 3, Kota Malang. Relawan yang terlibat terdiri dari 314 mahasiswa Teknik Pengairan UB, akademisi, anggota komunitas, hingga masyarakat Kelurahan Karangbesuki.
Tidak hanya mengangkut sampah, para relawan juga melakukan pengerukan sedimentasi, penanaman dan penataan vegetasi di bantaran sungai, serta penuangan Eco Enzyme sebagai bagian dari rangkaian aksi lingkungan.

Baca juga: Sambut 87 Mahasiswa Baru, FILKOM UB Bekali Pascasarjana dengan Kesiapan Akademik dan Riset
Targetkan Pengerukan Empat Truk Sedimen
Aksi dimulai sejak pukul 05.30 WIB dengan pelepasan relawan yang dipusatkan di Lapangan Rektorat UB. Setelah pembukaan dan briefing, para relawan bergerak menuju kawasan Jalan Candi 3 untuk melaksanakan aksi utama.
Selama sekitar empat jam, relawan bergotong royong membersihkan sampah dan mengeruk sedimentasi dari saluran sungai. Kegiatan juga diisi dengan penanaman vegetasi pelindung di bantaran serta penuangan Eco Enzyme.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan menargetkan pengerukan sedimentasi sebanyak empat truk. Relawan juga memasang dua papan peringatan larangan membuang sampah di sekitar kawasan sungai.
Wakil Rektor V UB Bidang Riset dan Inovasi, Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak., dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga lingkungan. Kegiatan tersebut dinilai turut bersinergi dengan visi, misi, dan tujuan Universitas Brawijaya.
Sementara itu, Wakil Dekan I Fakultas Teknik UB, Dr. Eng. Ir. Indradi Wijatmiko, S.T., M.Eng.(Prac)., IPU., ASEAN, menyoroti persoalan kerusakan lingkungan, khususnya kepedulian masyarakat dalam menjaga sungai dari sampah dan sedimentasi yang dapat berkontribusi terhadap persoalan banjir.
314 Mahasiswa Teknik Pengairan Ikut Turun
Project Leader sekaligus dosen pendamping kegiatan, Prof. Dr. Ir. Lily Montarcih Limantara, M.Sc., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan aksi tersebut.
Sebanyak 314 mahasiswa Teknik Pengairan UB dari tiga angkatan turut terlibat sebagai relawan. Bersama akademisi, komunitas, dan masyarakat setempat, jumlah peserta yang terlibat dalam aksi tersebut mencapai sekitar 500 orang.
Kegiatan turut dihadiri Ketua Departemen Teknik Pengairan UB Dr. Ir. Runi Asmaranto, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. serta The District Governor for Lions Clubs International District 307 C periode 2026–2027, Lion Hermin Pujiastuti, bersama anggota Lions Club Malang Indah.
Dukungan juga datang dari Forum Alumni Pengairan (FAP), konsultan, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Direktur Operasi dan Pemeliharaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Balai Besar Wilayah Sungai Brantas.
Aksi Bersih-Bersih Sungai x REMPAH 2026 merupakan kegiatan rutin dua tahunan mahasiswa Teknik Pengairan. Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk membersihkan aliran sungai, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan perairan.

Baca juga: UB Kaji Kelanjutan Kerja Sama Google untuk Perkuat Transformasi Digital
Edukasi Sedimentasi Berlanjut 13 September
Rangkaian Bersih-Bersih Sungai x REMPAH 2026 tidak berhenti pada aksi pembersihan. Edukasi mengenai sedimentasi kepada masyarakat setempat dijadwalkan berlangsung pada 13 September 2026.
Materi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai sedimentasi serta pentingnya menjaga sungai dari sampah. Edukasi juga menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan perairan secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas, pemerintah, dan masyarakat, aksi ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan bersih-bersih, tetapi turut membangun kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan dan keberlanjutan sungai di Kota Malang. (Afr)














