Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Tragedi Kanjuruhan Tegaskan Pentingnya Crowd Control & Density untuk Cegah Stampede

admin by admin
August 5, 2023
in Ekonomi
0
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Dunia sepak bola masih berduka,  tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur (1/10/2022) iakan selamanya diingat sebagai salah satu tragedi kemanusiaan dalam dunia sepak bola yang paling mematikan sepanjang sejarah.

Associate Professor in General and Experimental Psychology, Universitas Brawijaya, Cleoputri Al Yusainy, mengatakan tragedi kemanusiaan yang dialami oleh supporter klub sepak bola yang berjuluk Singo Edan tersebut merupakan gambaran bahwa masyarakat kita hanya melihat kerumunan massa sebagai suatu entitas, bukan sebagai proses. Kajian yang Cleo lakukan menekankan pentingnya memahami perilaku kerumunan massa sebagai suatu proses.

“Didalam proses ini terdapat assembly-nya, ada pembentukannya, kemudian di dalamnya juga ada ngumpulnya terus kemudian pembubarannya. Kerumunan massa tidak bisa dipandang sebagai suatu entitas. Nah sejak awal proses terbentuknya kerumunan massa ini, sudah harus dipetakan dulu. Orang-orang yang kemudian menjadi penonton dalam hal ini sepak bola itu seperti apa.”, jelas Cleo kepada Kanal24 (5/10/2022) usai terbitnya artikel yang ditulisnya bersama Jonatan A. Lassa, akademisi dan peneliti dari Charles Darwin University, Australia, bertajuk Tragedi Stadion Kanjuruhan: Kenapa dan Bagaimana Stampede Menelan Begitu Banyak Korban Setelah Kompetisi Sepak Bola? (4/10/2022).

Cleo menjelaskan setiap orang memiliki motivasi atau tujuan yang ingin dicapai saat menonton pertandingan sepak bola secara langsung di stadion sehingga fungsi pemetaan adalah untuk memberikan gambaran atas apa yang akan terjadi pada kerumunan massa dari awal hingga akhir pertandingan.

“Jadi apa ya, sudah terlalu terlambat begitu ketika antisipasi baru dilakukan pada saat akan bubar kemudian muncul yang namanya kerusuhan begitu,” ucapnya.

Menurut Cleo, negara-negara maju telah tuntas membahas tentang crowd control termasuk didalamnya studi tentang psikologi massa, kedaruratan massa, hingga studi pelayanan publik untuk mengantisipasi dan mengendalikan kerumunan massa.

 

BU-CLEO-3

Tangkap layar Associate Professor in General and Experimental Psychology, Universitas Brawijaya, Cleoputri Al Yusainy, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog.,(Dinia/Kanal24)

“Kajian psikologi massa menyebut bahwa ketika individu berkumpul, tidak penting lagi kondisi yang ada pada dirinya, yang penting adalah interaksi antar individu satu dengan individu yang lain yang membentuk kerumunan. Interaksi adalah kata kunci yang harus diantisipasi.” jelasnya.

Tragedi di Stadion Kanjuruhan menurut Cleo berkaitan dengan fenomena panik massal. Ketidakmampuan dalam memetakan, mengantisipasi dan mengendalikan kerumunan massa terutama saat sedang terjadi kepanikan tersebut melahirkan stampede.

“Bisa dibayangkan ini terjadi stampede, yaitu ketika kerumunan itu kocar-kacir, panik, lari, desak, dorong, himpit-himpitan, saling injak dan juga kadang saling serbu, PLDDHIS. Ini ciri yang nyaris universal ketika ada suatu kondisi yang tidak terduga terjadi orang lagi kumpul beramai-ramai terus kemudian terjadi kepanikan seperti itu.” terangnya.

Cleo menyayangkan penggunaan gas air mata dan jumlah penonton yang melebihi daya tampung stadion sebab keduanya merupakan faktor pemicu kepanikan massal.

“Gas air mata itu kan bukan air, rasanya itu sangat amat pedas dan baunya juga tidak karuan, mereka yang di tribun terlihat tidak ingin terlibat dengan yang ada dilapangan, ingin mereka selesai langsung pulang baik-baik seperti itupun juga akan terpancing kepanikan saat mendapat pemicu gas air mata itu.” katanya.

Ia menambahkan bahwa jumlah penonton yang melebihi kapasitas stadion, atau bisa di sebut dengan crowd, dapat memicu stress. Akibatnya, individu munculkan perilaku yang merugikan tanpa memikirkan akibatnya terhadap orang lain.

“Crowded itu kan berarti tidak ada jarak ya, padat sekali. Ketika orang merasa jarak pribadinya sudah tidak ada, ditambah kenaikan suhu, kondisi yang tidak kondusif, tidak ada jarak, akan menimbulkan stres,” ucapnya.

“Stres ini sifatnya menular, ketika satu orang merasakan stres, dan menunjukkan perilaku yang demikian, kita sebagai makhluk ultra-sosial, cenderung meniru perilaku orang disekitarnya. Apalagi kalau orangnya banyak. Kalau ia melihat orang ini lari-lari, maka ia cenderung akan melakukan perilaku tersebut tanpa berpikir lebih jauh.” imbuhnya.

Cleo menekankan pentingnya mengantisipasi density (kepadatan) kerumunan, bukan kuantitas kerumunan. Kuantitas massa yang banyak namun densitasnya tidak terlalu padat maka cara mengendalikannya relatif mudah seperti menggunakan pengeras suara, penunjuk arah, atau rambu-rambu.

Berbeda dengan kondisi dimana densitas kerumunan meningkat, maka pengendaliannya membutuhkan kecapakan petugas di lapangan.

“Selain petugas lapangan itu membutuhkan pelatihan, penyelenggara kegiatan baik itu middle maupun top management ini juga perlu tahu gitu lo profil tentang kegiatan yang sedang dilaksanakan, massa yang berkumpul itu seperti apa dan kemudian memikirkan tiga proses tadi ya dari awal pembentukan kerumunan, pengumpulannya hingga pembubarannya nanti seperti apa.” jelasnya.

“Persyaratan utamanya memang tidak boleh terlalu dense, terlalu padat ketika terdapat kerumunan massa, seperti itu,” pungkasnya.

Post Views: 862
Previous Post

Investor Daily Summit 2022, Presiden Tekankan Kewaspadaan Pengelolaan Moneter

Next Post

Cuaca Ekstrim Masih Akan Melanda Tanah Air, BNPB Minta Pemda Siap Siaga

admin

admin

Jernih, Akurat, Mencerdaskan – Bersama Kanal24, temukan kebenaran dalam informasi.

Next Post

Cuaca Ekstrim Masih Akan Melanda Tanah Air, BNPB Minta Pemda Siap Siaga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Komitmen Integritas, FKH UB Canangkan ZI 2026

Komitmen Integritas, FKH UB Canangkan ZI 2026

February 25, 2026
Habituasi Kosmik: Dibalik Rahasia Kewajiban Puasa

Habituasi Kosmik: Dibalik Rahasia Kewajiban Puasa

February 24, 2026
Kismat, Ruang Kontemplasi dan Identitas Diri

Kismat, Ruang Kontemplasi dan Identitas Diri

February 24, 2026
BPJPH Tegaskan Produk AS Tetap Wajib Halal

BPJPH Tegaskan Produk AS Tetap Wajib Halal

February 24, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025