KANAL24, Malang – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai komitmen dalam meningkatkan kapasitas mitra industri. Kegiatan bertajuk “Pengembangan Tata Kelola Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko dalam Akselerasi Nilai Keberlanjutan Perusahaan” ini dipimpin oleh Didied Poernawan Affandy, S.E., Ak., MBA., dan diselenggarakan secara luring pada 31 Oktober 2025 di Perum Jasa Tirta I.
Kegiatan pelatihan ini menghadirkan peserta dari perusahaan mitra yang membutuhkan penguatan kompetensi terkait tata kelola teknologi informasi (TI), manajemen risiko, dan keberlanjutan perusahaan.
“Saat ini perusahaan tidak dapat lepas dari pengelolaan Teknologi Informasi, bahkan TI dapat menjadi daya dorong untuk pengelolaan perusahaan yang efisien dan maju,” kata Didied Poernawan Affandy, S.E., Ak., MBA kepada kanal24.co.id.
Dosen FEB UB menekankan bahwa di era digital, perusahaan tidak hanya dituntut untuk meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat ketahanan organisasi terhadap risiko, baik digital maupun non-digital.
“Ketahanan terhadap resikoini penting karena saat ini perubahan terjadi dengan sangat dinamis termasuk adanya disrupsi yang melanda berbagai sektor bisnis, sehingga pengelolaan manajemen resiko menjaid sangat relevan bagi perusahaan,” lanjutnya.
Pelatihan tersebut dikemas secara interaktif dengan penyampaian materi dan diskusi mendalam mengenai konsep tata kelola TI, identifikasi risiko, analisis risiko, serta implementasi prinsip keberlanjutan dalam strategi bisnis. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya integrasi antara pengelolaan TI dan manajemen risiko sebagai fondasi untuk memperkuat nilai keberlanjutan perusahaan.

Evaluasi dari hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memahami serta mengimplementasikan tata kelola TI dan mitigasi risiko di lingkungan kerja masing-masing. Selain itu, pelatihan ini mendorong perubahan pola pikir peserta, bahwa keberlanjutan perusahaan tidak hanya ditopang oleh keuntungan finansial, tetapi juga oleh kesiapan perusahaan dalam menghadapi perubahan dan ancaman risiko.
‘Kami senang dengan hasil latihan ini karena terdapat perubahan pola pikir dalam keberlanjutan perusahaan. Ini merupakan hal penting dalam pelatihan ini,” imbuh Didied.
Baca Juga : BTPN Syariah Guyur Dividen Interim Rp 39,5 Per Saham
Kegiatan PkM ini memberikan beberapa dampak positif, antara lain penguatan kapasitas organisasi, peningkatan kualitas pengambilan keputusan berbasis data dan teknologi, serta dorongan terhadap transformasi digital yang lebih terkelola. Melalui kegiatan ini, FEB UB memperkuat perannya sebagai mitra strategis bagi industri dalam membangun tata kelola perusahaan yang adaptif, akuntabel, dan berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan kegiatan secara luring, komunikasi antara narasumber dan peserta berlangsung lebih efektif, sehingga proses diskusi dan pemecahan masalah dapat dilakukan secara langsung dan komprehensif. Dosen FEB UB berharap pelatihan ini dapat terus dikembangkan untuk menjawab tantangan industri yang semakin kompleks di era digital.(sdk)














