Kanal24, Malang – Pemerintah memastikan seluruh armada bus yang digunakan dalam program mudik gratis Natal dan Tahun Baru (Nataru) berada dalam kondisi aman dan laik jalan sebelum diberangkatkan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjamin keselamatan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik selama libur panjang akhir tahun, sekaligus menekan risiko kecelakaan lalu lintas yang kerap meningkat pada periode Nataru.
Pemeriksaan menyeluruh terhadap armada bus dilakukan melalui kegiatan ramp check di sejumlah terminal utama, termasuk Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta. Pemeriksaan ini mencakup aspek administrasi, teknis kendaraan, hingga kesiapan pengemudi. Pemerintah menegaskan bahwa hanya bus yang memenuhi seluruh standar keselamatan yang diizinkan beroperasi dalam program mudik gratis.
Baca juga:
Mengenal Autism Spectrum Disorder Sejak Dini
Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan menjelaskan bahwa pengecekan teknis meliputi sistem pengereman, kondisi ban, fungsi lampu, wiper, klakson, hingga ketersediaan perlengkapan keselamatan seperti alat pemadam api ringan dan pemecah kaca. Selain kendaraan, kondisi fisik dan mental pengemudi juga menjadi perhatian utama, termasuk pemeriksaan kesehatan serta kecukupan waktu istirahat sebelum perjalanan jauh.
Program mudik gratis Nataru tahun ini disiapkan dengan skala yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah menyediakan puluhan ribu kuota penumpang melalui berbagai moda transportasi, mulai dari bus, kereta api, hingga kapal laut. Selain itu, fasilitas pengangkutan sepeda motor secara gratis juga disediakan guna mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di jalan raya, yang kerap menjadi penyumbang kemacetan dan kecelakaan.
Kehadiran program mudik gratis ini tidak hanya bertujuan meringankan beban biaya masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengelolaan arus lalu lintas nasional. Dengan beralih ke transportasi umum, diharapkan kepadatan di ruas-ruas jalan utama dapat ditekan, sehingga perjalanan selama libur Nataru berlangsung lebih lancar dan terkendali.
Meski demikian, pemerintah tidak menutup mata terhadap potensi pelanggaran standar keselamatan. Dalam sejumlah pemeriksaan, ditemukan beberapa armada bus yang belum memenuhi ketentuan teknis. Bus-bus tersebut langsung dilarang beroperasi hingga dilakukan perbaikan atau diganti dengan armada lain yang memenuhi syarat. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan tidak ada kompromi terhadap aspek keselamatan penumpang.
Rute mudik gratis mencakup berbagai kota tujuan favorit di Pulau Jawa dan sekitarnya, seperti Solo, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang, dan beberapa kota lainnya. Dengan jaringan rute yang luas, pemerintah berharap program ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang ingin merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga di kampung halaman.
Pemerintah juga mengimbau para pemudik untuk mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan, termasuk datang tepat waktu, menjaga ketertiban selama perjalanan, serta mengikuti arahan petugas. Keselamatan perjalanan, menurut pemerintah, tidak hanya bergantung pada kesiapan armada dan pengemudi, tetapi juga pada kedisiplinan seluruh penumpang.
Melalui persiapan yang matang dan pengawasan ketat, program mudik gratis Nataru diharapkan dapat menjadi solusi transportasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. Pemerintah menargetkan program ini mampu menciptakan tradisi mudik yang lebih tertib, sekaligus menurunkan angka kecelakaan lalu lintas pada momentum libur akhir tahun. (nid)














