Kanal24, Malang – Upaya meningkatkan kualitas dan keterampilan jurnalistik siswa terus dilakukan SMAN 1 Babadan Ponorogo melalui pembelajaran langsung di dunia industri media. Lewat kunjungan industri ke UBMEDCOM yang digelar di Hall UBMEDCOM, puluhan siswa ekstrakurikuler jurnalistik mendapat kesempatan mengenal lebih dekat praktik kerja media, mulai dari public speaking, broadcasting, produksi konten, hingga teknik pengambilan gambar yang baik dan sesuai kebutuhan industri saat ini.
Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Babadan Ponorogo, M. Bambang Wijanarko, S.Pd., mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan kapasitas siswa agar tidak hanya memahami jurnalistik secara teori, tetapi juga memiliki gambaran nyata tentang dunia media profesional. Menurutnya, pengalaman belajar langsung di lapangan penting untuk membuka wawasan siswa terhadap perkembangan industri kreatif dan komunikasi yang terus berubah.
Baca juga:
J&T Express Gandeng UB Lewat Connect Preneur, Siapkan Entrepreneur Muda

“Tujuannya adalah menambah ilmu tentang jurnalistik, mulai dari public speaking, industri jurnalistik, sampai cara mengambil gambar yang baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini kemampuan siswa masih banyak berkembang dalam lingkup praktik sederhana di sekolah, sehingga dibutuhkan ruang belajar yang lebih luas agar siswa mendapatkan pengalaman baru serta masukan langsung dari praktisi media. Dengan begitu, siswa diharapkan mampu meningkatkan kualitas karya sekaligus membangun kepercayaan diri dalam bidang jurnalistik.
“Anak-anak setingkat SLTA ternyata banyak sekali masukan, sehingga bisa meningkatkan sumber daya manusianya,” lanjutnya.
Pemilihan UBMEDCOM sebagai lokasi kunjungan juga didasarkan pada perkembangan lembaga tersebut di bidang media dan jurnalistik. Bambang menilai UBMEDCOM memiliki fasilitas dan lingkungan pembelajaran yang relevan untuk memperkenalkan dunia media kepada siswa, sekaligus memberi motivasi bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.
“Kami pandang UB termasuk salah satu yang sudah maju di bidang jurnalistik. Semoga dengan kunjungan langsung ini semangat mereka semakin besar untuk melanjutkan ke perguruan tinggi,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 46 siswa yang tergabung dalam Babadan Pers hadir bersama empat pembina pendamping. Program kunjungan industri ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk transfer ilmu dan pengalaman bagi anggota ekstrakurikuler jurnalistik, sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada adik tingkat berikutnya.
“Setiap tahun kami mengadakan kegiatan seperti ini agar ilmunya nanti bisa ditularkan ke adik-adik kelas,” jelasnya.

Antusiasme peserta juga terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah satu siswa, Carlinda Yulia Rahma Wardani, mengaku terkesan dengan fasilitas, suasana, dan materi yang diberikan selama kunjungan. Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan pandangan baru tentang dunia jurnalistik yang selama ini hanya dipahami secara dasar di sekolah.
“Jujur ini benar-benar kaget karena dari segi pelayanan, ruangan, dan pemateri benar-benar sespektakuler itu,” ungkapnya.
Carlinda menilai materi broadcasting menjadi bagian paling menarik karena memberikan gambaran nyata tentang proses kerja media serta evaluasi terhadap kemampuan yang selama ini dimiliki. Pengalaman tersebut juga membuatnya semakin tertarik untuk mendalami bidang jurnalistik dan komunikasi di masa depan.
“Materi broadcasting membuat saya jadi tahu apa yang sebelumnya kurang baik dan bisa diperbaiki ke depannya,” katanya.
Melalui kunjungan industri ini, pihak sekolah berharap siswa tidak hanya memperoleh tambahan wawasan dan keterampilan teknis, tetapi juga memiliki perspektif baru dalam melihat dunia jurnalistik sebagai peluang karier dan ruang pengembangan diri. Pengalaman belajar langsung di lingkungan media diharapkan mampu memotivasi siswa untuk terus berkembang, menghasilkan karya yang lebih berkualitas, serta berani mengeksplorasi potensi mereka di bidang komunikasi dan media kreatif. (qrn)














