Kanal24, Malang – Program J&T Connect Preneur “Goes to Campus” resmi digelar di Universitas Brawijaya, Malang, Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan ratusan mahasiswa yang antusias mempelajari strategi membangun bisnis kreatif hingga berkembang ke skala nasional. Malang menjadi kota keempat dalam rangkaian roadshow nasional setelah Bandung, Medan, dan Bogor.
Malang Dinilai Punya Ekosistem Wirausaha Mahasiswa yang Kuat
Project Manager J&T Connect Preneur, Tian Tyo, menyebut Malang dipilih karena memiliki potensi besar dari kalangan mahasiswa yang mulai aktif membangun usaha sejak masa kuliah. Menurutnya, generasi muda saat ini tidak lagi hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mulai berani menciptakan lapangan kerja sendiri melalui bisnis kreatif dan digital.
Baca juga:
Mahasiswa FISIP UB Raih Bronze Medal di Youth Summit Malaysia

Tingginya antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang terus meningkat hingga hari pelaksanaan. “Yang daftar sampai pagi tadi sudah lebih dari 230 peserta dan terus naik. Animonya cukup tinggi, walaupun sudah menjelang UAS,” ujarnya. Program ini juga terintegrasi dengan kompetisi J&T Super Seller yang membuka peluang pendanaan dan mentoring bisnis bagi peserta terpilih.
CEO HMNS Perfume Tekankan Pentingnya Validasi Pasar
Dalam sesi talkshow, CEO HMNS Perfume, Rizky Arief Dwi Prakoso, membagikan pengalamannya membangun brand lokal hingga dikenal luas. Ia menekankan bahwa langkah pertama sebelum memulai bisnis adalah memahami kebutuhan pasar dan memastikan produk yang ditawarkan benar-benar memiliki permintaan.
“Kunci utama itu validasi problem dan demand. Kita harus lihat market sedang butuh apa, baru kita tawarkan solusi,” jelasnya. Rizky juga mengingatkan mahasiswa agar tidak gegabah menghabiskan seluruh modal pada percobaan pertama karena risiko bisnis sangat tinggi, terutama pada tahap awal pengembangan usaha.
Selain validasi pasar, ia menilai branding menjadi faktor penting dalam pertumbuhan bisnis. Namun, branding menurutnya harus fleksibel dan terus diuji agar tetap relevan dengan perubahan tren dan kebutuhan konsumen. Ia juga menyebut tantangan terbesar saat bisnis mulai berkembang biasanya terletak pada distribusi dan menjaga konsistensi kualitas produk.

Founder Kattoen Soroti Pentingnya Mengelola Ego dan Inovasi
Sementara itu, Founder Kattoen, Rizky Setyo Budi, menilai keterbukaan terhadap masukan menjadi salah satu kunci utama dalam membangun kreativitas dan inovasi. Menurutnya, banyak ide baru lahir ketika pelaku usaha mampu mengelola ego dan menerima sudut pandang dari orang lain.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menerima input. Kalau kita mampu mengelola ego, inovasi akan terbentuk,” katanya. Ia menambahkan, inovasi menjadi faktor penting agar bisnis tetap bertahan di tengah perubahan tren dan persaingan industri yang bergerak cepat.
J&T Express dan UB Siapkan Kolaborasi Jangka Panjang
Selain sesi talkshow, agenda ini juga diwarnai rencana penandatanganan kerja sama antara J&T Express dan Universitas Brawijaya sebagai langkah membangun kolaborasi jangka panjang. Program J&T Connect Preneur sendiri terbuka bagi mahasiswa aktif hingga fresh graduate, dengan harapan dapat melahirkan lebih banyak entrepreneur muda dari lingkungan kampus. (qrn)













