Kanal24, Malang – Minyak jelantah yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah rumah tangga ternyata dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) dan Kampung Lingkar Kampus (KLK), mahasiswa Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya mengajak warga Kelurahan Ketawanggede mengubah minyak bekas menjadi lilin aromaterapi yang ramah lingkungan dan bernilai jual.
Pelatihan yang digelar di RW 3 Kelurahan Ketawanggede, Kota Malang, pada 12 Juli 2026 tersebut tidak hanya mengenalkan cara mengolah minyak jelantah, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan praktis untuk menghasilkan produk yang berpotensi menjadi peluang usaha. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah rumah tangga.
Baca Juga:
FTAB UB dan Bank Indonesia Ubah Limbah Jadi Media Tanam
Program pengabdian kepada masyarakat ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) FTAB UB, yakni Nur Lailatul Rahmah, S.Si., M.Si., Ph.D. sebagai Ketua DPL, bersama Dr. Retno Damayanti, STP., M.P., dan Tunjung Mahatmanto, STP., M.Si., Ph.D. sebagai anggota DPL.
Melalui kegiatan tersebut, tim mahasiswa berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak pembuangan minyak jelantah sekaligus membekali warga dengan keterampilan mengolah minyak bekas menjadi lilin aromaterapi yang memiliki nilai tambah.
Dari Limbah Dapur Menjadi Produk Bernilai
Pelatihan ini bertujuan mengubah cara pandang masyarakat terhadap minyak jelantah yang selama ini sering dibuang begitu saja. Dengan memanfaatkan teknologi sederhana, limbah rumah tangga tersebut dapat diolah menjadi lilin aromaterapi yang memiliki nilai guna sekaligus nilai jual.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya FTAB UB dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular. Melalui pemanfaatan limbah menjadi produk yang lebih bermanfaat, masyarakat diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus membuka peluang usaha berbasis rumah tangga.
Warga Belajar Langsung Membuat Lilin Aromaterapi
Berbeda dari pelatihan pada umumnya, seluruh peserta terlibat langsung dalam setiap tahapan pembuatan lilin aromaterapi. Tim mahasiswa FTAB UB mendampingi warga mulai dari proses penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, hingga proses pencetakan sehingga peserta dapat mempraktikkan seluruh tahapan secara mandiri.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, peserta juga memperoleh bahan praktik serta hasil lilin aromaterapi yang telah dibuat. Bekal tersebut diharapkan memudahkan masyarakat untuk kembali memproduksi lilin aromaterapi di lingkungan masing-masing.
Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Ketawanggede mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut karena dinilai memberikan wawasan baru sekaligus keterampilan yang dapat langsung diterapkan oleh masyarakat.
“Pelatihan ini memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan yang dapat langsung diterapkan oleh masyarakat. Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun keluarga,” ujarnya.
Dorong Peluang Usaha Berbasis Ekonomi Sirkular
Perwakilan mahasiswa FTAB Universitas Brawijaya, Gizza selaku pemateri, mengatakan bahwa minyak jelantah masih memiliki potensi besar apabila dikelola dengan tepat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah rumah tangga masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat. Harapannya, masyarakat tidak lagi membuang minyak jelantah sembarangan,” ungkap Gizza.
Menurutnya, lilin aromaterapi yang dihasilkan dari minyak jelantah juga memiliki nilai jual sehingga berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan sekaligus menjadi solusi sederhana dalam mengurangi pencemaran lingkungan.
Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk implementasi pengabdian masyarakat FTAB UB melalui Program Mahasiswa Membangun Mitra dan Kampung Lingkar Kampus. Selain memperkuat kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi serta peluang usaha berbasis lingkungan di Kelurahan Ketawanggede. (gal)














