Kanal24, Malang – Center of Excellence Community-Based and Sustainable Agroindustry (CoE CBSA) menggandeng Program Mahasiswa Membangun Desa (3M) FTAB Universitas Brawijaya (UB), Program Kampung Lingkar Kampus (KLK), dan Bank Indonesia. Mereka mengembangkan media tanam berbasis limbah peternakan di Kabupaten Bojonegoro.
Program ini memanfaatkan kotoran sapi menjadi media tanam yang bernilai guna. Inovasi tersebut mendukung pertanian berkelanjutan. Program ini juga membantu penghijauan sekaligus mengurangi pencemaran akibat limbah peternakan.
Kegiatan berlangsung pada 29 Juni 2026. CoE CBSA melibatkan Kelompok Tani Ternak (KTT) USTAN Mandiri sebagai mitra. Program ini juga mendapat dukungan pendanaan dari Bank Indonesia. Dukungan tersebut digunakan untuk memperkuat kapasitas masyarakat. Selain itu, masyarakat didorong mengelola sumber daya lokal melalui teknologi tepat guna.
Baca Juga
FBiPK UB Turun ke Kampung, Warga Belajar Barista hingga Kelola Sampah
Limbah Ternak Diolah Jadi Media Tanam
Kotoran sapi diolah menjadi media tanam melalui proses fermentasi menggunakan Effective Microorganisms 4 (EM4) dan SERMA. Fermentasi mempercepat penguraian bahan organik. Proses ini juga mengurangi bau dan menghasilkan media tanam yang siap digunakan.
Pemanfaatan limbah peternakan ini menjadi salah satu penerapan konsep ekonomi sirkular. Limbah yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan kini diolah menjadi media tanam. Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan penghijauan.
Ketua CoE CBSA, Dr. Dodyk Pranowo, mengatakan inovasi perguruan tinggi perlu diterapkan langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi kunci agar inovasi tersebut memberi manfaat nyata.

“Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara CoE CBSA, KTT USTAN Mandiri, Bank Indonesia, Program 3M FTAB, dan Program Kampung Lingkar Kampus. Sinergi ini menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan bersama dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan lingkungan dan sosial masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai hasil riset tidak boleh berhenti di laboratorium. Inovasi tersebut harus diterapkan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Mahasiswa Turut Edukasi Masyarakat
Media tanam hasil fermentasi dimanfaatkan mahasiswa Program 3M FTAB dan Program Kampung Lingkar Kampus dalam kegiatan penghijauan di sejumlah kelurahan di Kota Malang. Selain digunakan untuk penanaman di pekarangan, lahan terbatas, dan fasilitas umum, media tanam tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.

Mahasiswa memberikan pendampingan mengenai pengolahan limbah organik, teknik penanaman, serta pentingnya memanfaatkan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Kehadiran Program Kampung Lingkar Kampus juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dengan masyarakat melalui penerapan inovasi yang dapat langsung dirasakan manfaatnya.
Diharapkan Bisa Diterapkan Lebih Luas
Ketua KTT USTAN Mandiri, Kisnadi, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan baru bagi anggota kelompok dalam mengolah kotoran sapi menjadi media tanam yang bermanfaat.
Selain memberi dampak bagi masyarakat, program ini juga menjadi pengalaman bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu di lapangan melalui pendampingan dan pengabdian kepada masyarakat. CoE CBSA dan FTAB UB berharap inovasi pemanfaatan limbah peternakan ini dapat direplikasi di berbagai daerah sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan, pelestarian lingkungan, sekaligus pencapaian SDGs 12, 13, dan 17. (ndr)














