Kanal24, Malang – Meningkatnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di kalangan mahasiswa mendorong pentingnya pengenalan teknologi yang tidak hanya praktis, tetapi juga dapat menunjang proses pembelajaran secara bertanggung jawab. Berbagai fitur AI kini dapat dimanfaatkan untuk mencari informasi, melakukan brainstorming, memahami materi perkuliahan, hingga membantu mengembangkan ide kreatif, sehingga mahasiswa perlu mengenali manfaat sekaligus memahami batasan penggunaannya.
Hal tersebut disampaikan Koordinator Acara, Dion Leoputra, dalam acara Campus Tour Gemini AI Lonjakan Pengunjung di Hari Kedua Evaluasi Dampak Gemini Campus Tour bagi Mahasiswa UB yang berlangsung di Lapangan Rektorat Universitas Brawijaya, Jumat (04/09/2026). Dalam kegiatan tersebut, Dion menjelaskan meningkatnya antusiasme mahasiswa pada hari kedua sekaligus memperkenalkan sejumlah fitur Google Gemini yang dinilai dapat mendukung aktivitas akademik mahasiswa.
Baca juga:
UB Dorong Mahasiswa Bijak Manfaatkan AI Melalui Google Gemini Campus Tour
Pengunjung Meningkat pada Hari Kedua
Dion mengatakan jumlah pengunjung pada hari kedua mengalami perkembangan yang signifikan apabila dibandingkan dengan hari pertama pada waktu yang sama. Menurutnya, kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh semakin luasnya informasi mengenai keberadaan Google Gemini Campus Tour yang sebelumnya telah disebarluaskan melalui media sosial.
Pada hari pertama, sebagian mahasiswa dinilai belum mengetahui secara langsung mengenai kegiatan tersebut. Sementara memasuki hari kedua, informasi mengenai acara semakin banyak diketahui sehingga jumlah mahasiswa yang datang turut meningkat.
Selain penyebaran informasi, kegiatan lain yang berlangsung di sekitar lokasi juga menjadi salah satu faktor pendukung. Kehadiran Car Free Day (CFD) membuat sejumlah pengunjung yang sebelumnya melakukan aktivitas olahraga kemudian menyempatkan diri datang ke area Campus Tour Gemini AI.
“Perkembangannya sangat signifikan,” ujar Dion.

Konsep kegiatan yang dikemas secara interaktif juga menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas yang disediakan sekaligus mengenal lebih jauh teknologi dan fitur Google Gemini.
Dion menjelaskan, pihak penyelenggara juga menyediakan sejumlah merchandise seperti keychain dan laptop bag, serta area food and beverage. Kehadiran berbagai aktivitas tersebut membuat pengalaman pengunjung tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi, tetapi juga dikemas dengan suasana yang lebih menyenangkan.
Gemini Live hingga NotebookLM Dikenalkan
Selain aktivitas interaktif, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal berbagai fitur yang tersedia dalam ekosistem Gemini. Salah satu fitur yang diperkenalkan adalah Gemini Live yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan AI melalui suara dan kamera.
Melalui fitur tersebut, pengguna dapat mengarahkan kamera pada suatu objek kemudian menanyakan informasi mengenai objek tersebut menggunakan perintah suara. Interaksi ini membuat penggunaan AI menjadi lebih dinamis karena pengguna tidak harus selalu mengetik pertanyaan.
Fitur tersebut juga dapat dimanfaatkan dalam situasi sehari-hari, termasuk ketika pengguna membutuhkan bantuan memahami objek atau informasi yang ditemui secara langsung.
Selain Gemini Live, terdapat pula NotebookLM yang dinilai memiliki potensi untuk membantu kebutuhan akademik mahasiswa. Fitur ini dapat digunakan untuk membantu memahami dan merangkum informasi maupun materi tertentu sehingga mahasiswa dapat mengolah bahan pembelajaran secara lebih terstruktur.
Bagi mahasiswa yang memiliki banyak materi perkuliahan, teknologi semacam ini dapat menjadi alat bantu untuk memperoleh gambaran awal mengenai suatu topik. Namun, hasil yang diberikan AI tetap perlu diperiksa kembali sebelum digunakan sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Hal tersebut turut dirasakan Sabrina Zalfa Nuraini, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ketertarikannya terhadap Gemini muncul karena bidang studinya memiliki keterkaitan dengan perkembangan teknologi AI.
Sabrina mengaku ingin mengeksplorasi berbagai kemampuan Gemini dan mengetahui fitur apa saja yang dapat dimanfaatkan mahasiswa. Setelah mencoba langsung sejumlah fitur, ia menemukan berbagai fungsi yang menurutnya relevan dengan kebutuhan mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer.
AI sebagai Katalis dalam Pembelajaran
Salah satu manfaat Gemini yang paling dirasakan Sabrina adalah kemampuannya membantu proses brainstorming. Menurutnya, AI dapat digunakan sebagai teman untuk mengembangkan gagasan ketika mahasiswa sedang mencari inovasi atau membutuhkan sudut pandang lain terhadap sebuah ide.
Ia juga menilai kemampuan Gemini dalam melakukan pemrosesan informasi secara lebih mendalam dapat membantu pengguna memperoleh jawaban yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Fitur seperti Gemini Pro dan Thinking menjadi salah satu bagian yang menarik perhatiannya.
Selain itu, Sabrina menyoroti Nano Banana yang dapat dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan kreatif. Ia memberikan contoh penggunaannya dalam kegiatan kepanitiaan, seperti ketika mahasiswa membutuhkan gambaran desain sertifikat tetapi belum memiliki ide visual yang jelas.
Dengan memberikan prompt yang sesuai, mahasiswa dapat mengeksplorasi gagasan visual menggunakan AI. Menurut Sabrina, hal tersebut dapat membantu ketika mahasiswa memiliki keterbatasan waktu untuk mengembangkan sebuah konsep secara manual.
Meski demikian, Sabrina menekankan bahwa penggunaan AI dalam aktivitas akademik tetap harus dilakukan secara kritis. Mahasiswa tidak seharusnya langsung menyalin hasil AI untuk kemudian digunakan sebagai jawaban tugas.
Menurutnya, setiap informasi yang diberikan AI perlu diperiksa kembali karena hasil yang muncul sangat bergantung pada algoritma dan prompt yang diberikan pengguna. Proses pengecekan menjadi penting agar mahasiswa tidak menerima informasi yang keliru begitu saja.
“Dengan AI menurut saya itu sebagai katalisnya saja, bukan sebagai primer untuk kita mencari tahu hal itu,” jelas Sabrina.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa kehadiran AI di lingkungan pendidikan bukan berarti menggantikan proses berpikir mahasiswa. Sebaliknya, teknologi dapat ditempatkan sebagai alat bantu untuk memperluas pencarian informasi, mengembangkan ide, dan mendukung proses belajar.
Sementara itu, Dion berharap pengenalan Google Gemini melalui Campus Tour dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa UB. Ia berharap berbagai fitur yang diperkenalkan dapat membantu mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran, pengerjaan tugas, pencarian informasi, hingga mengolah informasi dengan lebih mudah.
Meningkatnya jumlah pengunjung pada hari kedua menjadi salah satu gambaran tingginya ketertarikan mahasiswa terhadap perkembangan AI. Namun, antusiasme tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan kemampuan mahasiswa untuk menggunakan teknologi secara bijak, kritis, dan tetap memperhatikan aturan akademik.(ffn/gal)













