Kanal24, Malang – Sebuah foto selfie yang awalnya terlihat biasa dapat berubah menjadi tampilan yang lebih profesional dalam waktu singkat. Hal itu menjadi salah satu pengalaman yang dicoba mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) saat mengunjungi booth kreatif Gemini di Lapangan Rektorat UB, Jumat (4/9/2026).
Fitur Nano Banana menjadi salah satu yang banyak dicoba dalam kegiatan “Eksplorasi Fitur Kreatif Nano Banana: Dari Manajemen Waktu Hingga Pembuatan Konten Kampus”. Selain mengolah gambar, mahasiswa juga dapat mengeksplorasi penggunaan AI untuk mencari ide, mengatur aktivitas, hingga mempercepat pembuatan materi.
Baca Juga:
UB Dorong Mahasiswa Bijak Manfaatkan AI Melalui Google Gemini Campus Tour
Nano Banana Permudah Eksplorasi Visual
Fasilitator Booth Kreatif Gemini, Muhammad Akbar Firdaus, mengatakan Nano Banana menjadi salah satu fitur yang paling sering dicoba mahasiswa di zona “ngide bebas”. Mahasiswa memanfaatkannya untuk bereksperimen dengan foto dan kebutuhan visual lainnya.

“Yang kebanyakan digunakan di sini adalah Nano Banana untuk membuat foto nonformal, seperti foto selfie pribadi, menjadi foto profesional dalam sekejap,” ujar Akbar.
Menurut Akbar, Gemini juga dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mendapatkan gambaran awal sebelum membuat sebuah konten. Mahasiswa dapat memasukkan ide atau konsep sederhana, kemudian mengembangkan hasilnya sesuai kebutuhan.
Ia melihat sejumlah mahasiswa menggunakan Gemini untuk membuat draft kasar sebelum masuk ke tahap pengerjaan. Setelah memperoleh gambaran, mahasiswa tetap mengeksekusi dan menyesuaikan hasil tersebut dengan konsep yang mereka inginkan.
Pemanfaatan AI tersebut, menurut Akbar, tidak berarti menghilangkan peran manusia dalam proses kreatif. Mahasiswa tetap menentukan konsep, memilih hasil yang sesuai, serta melakukan penyempurnaan sebelum konten digunakan.
Gemini Bantu Kelola Aktivitas Mahasiswa
Penggunaan Gemini juga dapat diterapkan untuk kebutuhan mahasiswa di luar pembuatan konten. Akbar menjelaskan, AI dapat membantu menyusun jadwal tugas, waktu belajar, maupun berbagai aktivitas yang harus dilakukan dalam satu hari.
“Misalnya membuat schedule setiap hari, harus melakukan apa, membuat schedule tugas, jam, waktu belajar, itu sangat berguna,” jelasnya.
Bagi mahasiswa dengan aktivitas yang padat, penyusunan jadwal dapat membantu memberikan gambaran mengenai pembagian waktu. Jadwal tersebut kemudian tetap dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan prioritas masing-masing.
Selain itu, fitur kreatif Gemini dapat digunakan untuk mengembangkan materi menjadi infografis, presentasi, maupun slide. Mahasiswa dapat memanfaatkannya pada tahap awal sebelum melakukan penyuntingan dan pengembangan secara mandiri.
Mahasiswa UB, Alvina Hidayani, mengatakan penggunaan Gemini membuat proses pengerjaan tugas menjadi lebih cepat. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat mahasiswa perlu memahami cara memanfaatkan AI secara tepat untuk mendukung aktivitas mereka.
Integrasi Canva Percepat Pembuatan Materi
Salah satu fitur yang dianggap relevan oleh Alvina adalah kemampuan menghubungkan Gemini dengan Canva. Fitur tersebut dinilai membantu ketika mahasiswa harus menyelesaikan presentasi atau materi dalam waktu yang terbatas.
“Kalau kita lagi mepet deadline, kita bisa mempercepat pembuatan PPT ataupun materi. Bisa langsung kita prompt di Gemini, kemudian dikonversi dan disambungkan ke Canva,” kata Alvina.

Menurut Alvina, materi yang telah dibuat masih dapat disesuaikan kembali melalui Canva, terutama pada bagian desain. Dengan demikian, mahasiswa tidak harus memulai seluruh proses dari awal ketika membutuhkan materi secara cepat.
Gemini juga dinilai dapat membantu ketika mahasiswa mengalami kebuntuan dalam mencari ide. Di tengah banyaknya tugas dan kegiatan, AI dapat digunakan sebagai sarana brainstorming untuk menemukan gagasan yang kemudian dikembangkan kembali.
“Ketika kita lagi di masa brown out, kita bisa brainstorming melalui ini dan bisa mendapatkan ide-ide baru,” ujarnya.
Meski menawarkan kemudahan, Akbar mengingatkan mahasiswa untuk tetap menggunakan AI secara bijak. Menurutnya, teknologi tidak seharusnya digunakan secara berlebihan hingga menghilangkan keterlibatan manusia dalam proses kreatif.
Ia menekankan pentingnya tetap memberikan campur tangan manusia ketika memanfaatkan AI. Sementara itu, Alvina berharap perkembangan teknologi dapat terus berlanjut sehingga semakin mampu membantu berbagai kebutuhan manusia.
Kehadiran booth kreatif Gemini di lingkungan UB memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mencoba langsung pemanfaatan AI dalam berbagai aktivitas. Mulai dari mengolah visual, mencari ide, mengatur waktu, hingga menyiapkan materi, teknologi tersebut dapat menjadi alat bantu bagi mahasiswa selama tetap diimbangi kreativitas dan kendali manusia. (Gal)













