Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

IHCP: Banjir, Pengungsian, dan Ujian Ketahanan Respons Kemanusiaan Indonesia

Dinia by Dinia
December 30, 2025
in Nasional
0
IHCP: Banjir, Pengungsian, dan Ujian Ketahanan Respons Kemanusiaan Indonesia

Peta Evaluasi Risiko Banjir dan Tanah Longsor, Prov. Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat (inarisk.bnpb.go.id/dashboard_bansor)

2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24 – Ancaman bencana hidrometeorologi kembali menempatkan Indonesia dalam fase siaga berkepanjangan. Menjelang akhir 2025, banjir dan dampak turunannya kembali meluas di sejumlah wilayah, memperlihatkan pola krisis yang berulang: cuaca ekstrem, kerentanan infrastruktur, dan kapasitas respons yang terus diuji. Situation Report terbaru yang dirilis Indonesia Humanitarian Country Platform (IHCP) mencatat bahwa bencana kali ini bukan sekadar peristiwa alam, melainkan potret kompleks dari risiko sosial, kesehatan, dan kemanusiaan yang saling berkelindan.

IHCP dalam laporannya menegaskan bahwa eskalasi dampak banjir tidak hanya diukur dari luasan genangan, tetapi dari konsekuensi lanjutan yang menyentuh kelompok paling rentan. Pengungsian, gangguan layanan kesehatan dasar, keterbatasan air bersih, hingga potensi peningkatan penyakit berbasis lingkungan menjadi rangkaian persoalan yang muncul hampir bersamaan di berbagai lokasi terdampak.

Platform Kemanusiaan dengan Reputasi Regional

IHCP atau Indonesia Humanitarian Country Platform dikenal sebagai forum koordinasi kemanusiaan yang menghimpun lembaga internasional, organisasi nasional, dan mitra lokal dalam respons bencana di Indonesia. Platform ini berfungsi sebagai ruang berbagi data, analisis, dan pembaruan situasi berbasis lapangan, sehingga laporan yang dihasilkan tidak berdiri pada satu sumber tunggal, melainkan hasil kompilasi lintas aktor kemanusiaan.

Dalam penyusunan Situation Report, IHCP menghimpun informasi dari berbagai jalur, mulai dari laporan lapangan mitra kemanusiaan, pembaruan pemerintah daerah dan nasional, hingga data sektor kesehatan, perlindungan, air dan sanitasi, serta ketahanan pangan. Data tersebut kemudian diverifikasi secara berlapis dan disajikan dalam bentuk analisis situasi untuk memetakan kebutuhan mendesak, risiko lanjutan, dan celah respons yang masih terjadi di lapangan.

Model kerja kolaboratif ini menjadikan laporan IHCP kerap dijadikan rujukan awal dalam perencanaan respons darurat, baik oleh lembaga kemanusiaan, pemangku kebijakan, maupun mitra pembangunan.

Dari Bencana Alam ke Krisis Kemanusiaan

IHCP mencatat bahwa dampak bencana akhir tahun ini menunjukkan kecenderungan berlapis. Banjir yang berkepanjangan tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga memutus akses layanan dasar. Fasilitas kesehatan di beberapa wilayah dilaporkan bekerja dengan kapasitas terbatas, sementara kebutuhan layanan kesehatan bagi kelompok rentan—anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas—meningkat signifikan.

Di sisi lain, kondisi pengungsian memunculkan persoalan lanjutan. Kepadatan hunian sementara, keterbatasan sanitasi, serta akses air bersih yang belum stabil menjadi faktor risiko bagi munculnya penyakit menular. IHCP menilai, tanpa intervensi terkoordinasi, situasi ini berpotensi berkembang dari bencana alam menjadi krisis kesehatan masyarakat.

Koordinasi dan Tantangan Respons

Laporan IHCP juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor dalam merespons bencana yang semakin kompleks. Meski respons awal relatif cepat di sejumlah daerah, tantangan utama justru muncul pada fase lanjutan: keberlanjutan bantuan, ketepatan sasaran, dan sinkronisasi data antar lembaga.

Ketimpangan kapasitas antarwilayah menjadi catatan tersendiri. Daerah dengan infrastruktur dan sumber daya terbatas membutuhkan dukungan ekstra, baik dalam bentuk logistik, tenaga kesehatan, maupun penguatan sistem pemantauan risiko. IHCP menekankan bahwa pendekatan respons tidak bisa bersifat seragam, melainkan harus menyesuaikan konteks lokal dan tingkat kerentanan masing-masing wilayah.

Ujian bagi Ketahanan Nasional

Situasi kebencanaan akhir 2025 kembali menggarisbawahi bahwa Indonesia berada di garis depan risiko iklim dan bencana. Bagi IHCP, laporan situasi ini bukan sekadar dokumentasi, tetapi peringatan dini bahwa pola bencana ke depan akan semakin sering dan kompleks.

Tanpa penguatan mitigasi, kesiapsiagaan berbasis komunitas, serta integrasi data lintas sektor, respons kemanusiaan akan terus berada dalam posisi reaktif. Di titik inilah Situation Report IHCP menjadi penting: bukan hanya mencatat apa yang terjadi, tetapi mendorong pembacaan bersama atas apa yang perlu dibenahi sebelum krisis berikutnya datang.(Din)

Post Views: 59
Tags: banjir dan krisis kemanusiaanIHCPkesiapsiagaan bencana indonesiaketahanan sistem kemanusiaankoordinasi bantuan kemanusiaanlaporan kemanusiaan indonesiaperlindungan kelompok rentanrespons bencana akhir tahunrisiko hidrometeorologisituasi kebencanaan nasional
Previous Post

Produksi Naik, Mandiri Belum: Catatan Kritis Industri Peternakan 2025

Next Post

2025 Jadi Tahun Uji Coba Sistem Kesehatan Indonesia

Dinia

Dinia

Next Post
2025 Jadi Tahun Uji Coba Sistem Kesehatan Indonesia

2025 Jadi Tahun Uji Coba Sistem Kesehatan Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik 2026

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik 2026

January 2, 2026
Capaian Bulog Cetak Rekor Serapan Gabah 2025

Capaian Bulog Cetak Rekor Serapan Gabah 2025

January 2, 2026
Fakta Super Flu Subclade K dan Langkah Antisipasi

Fakta Super Flu Subclade K dan Langkah Antisipasi

January 2, 2026
VILPA, Manfaat Sehat Tanpa Olahraga

VILPA, Manfaat Sehat Tanpa Olahraga

January 2, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkiniā€Ž
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025