Kanal24, Jakarta – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan pentingnya kesiapan Indonesia dalam merespons perubahan global yang berlangsung cepat dan dinamis. Kesiapan tersebut dinilai menjadi fondasi utama untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.
Penegasan itu disampaikan Suahasil dalam acara ADB Indonesia Development Talks sekaligus peluncuran buku “Indonesia’s Country Diagnostic Studies: Achieving the Golden Indonesia Vision 2045” yang digelar di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Dalam paparannya, Suahasil menilai dunia tengah bergerak dalam situasi yang penuh ketidakpastian, sehingga Indonesia dituntut memiliki desain kebijakan yang adaptif dan tepat sasaran. Menurutnya, strategi pembangunan tidak bisa lagi berjalan secara konvensional, tetapi harus mampu menjawab tantangan global yang berubah cepat.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama. Sektor pendidikan dan kesehatan dipandang sebagai investasi jangka panjang yang krusial untuk meningkatkan produktivitas nasional. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi atau innovation-led growth, yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.
Selain SDM, pembangunan infrastruktur juga disebut sebagai komponen fundamental dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Suahasil menekankan bahwa hasil pembangunan infrastruktur mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat dan dunia usaha.
“Kita mulai merasakan manfaat nyata dari infrastruktur yang telah kita bangun dalam kurun waktu satu dekade terakhir,” ungkap Suahasil.
Dalam kesempatan yang sama, Suahasil juga membeberkan evolusi institusi fiskal Indonesia melalui optimalisasi strategi “dua lengan” fiskal yang berjalan secara simultan. Lengan pertama adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang difokuskan untuk perlindungan sosial, operasional pemerintahan, belanja kementerian dan lembaga, serta peningkatan kesejahteraan rakyat.
Sementara itu, lengan kedua adalah Danantara yang berperan sebagai commercial arm. Instrumen ini diarahkan untuk mendukung ekspansi kapasitas ekonomi nasional, memperkuat hilirisasi, serta membiayai berbagai proyek produktif yang mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Menutup diskusi, Wamenkeu menyampaikan optimismenya terhadap prospek ekonomi Indonesia dalam dua dekade ke depan. Ia meyakini sejumlah faktor struktural akan menjadi mesin pertumbuhan utama, mulai dari besarnya jumlah penduduk, peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan transformasi digital, urbanisasi, hingga penguatan kelas menengah.
Dengan kombinasi strategi fiskal yang adaptif dan fondasi pembangunan yang terus diperkuat, Suahasil optimistis Indonesia memiliki modal yang cukup kuat untuk melangkah menuju Indonesia Emas 2045. (din/dm/al)














