Kanal24, Malang – Pelatihan Remote Pilot Certification Training yang digelar oleh Drone Pilot Academy di Universitas Brawijaya tidak hanya memberikan keterampilan teknis menerbangkan drone, tetapi juga membuka peluang profesi baru bagi mahasiswa, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas.
Pemateri pelatihan, Vindi Primavera, menjelaskan bahwa materi yang diberikan kepada peserta mencakup teori dasar hingga praktik langsung pengoperasian drone.
āKami memberikan materi bagaimana teman-teman, khususnya peserta disabilitas, dapat memahami cara menjalankan drone mulai dari teori, aturan yang boleh dan tidak boleh dilakukan, hingga praktik penerbangan drone secara langsung,ā ujar Vindi dalam kegiatan pelatihan yang digelar di Center for Disability Services Universitas Brawijaya, Senin (9/3/2026).
Baca juga:
Pelatihan Drone Inklusif Digelar di Universitas Brawijaya

Ia menambahkan bahwa setelah sesi teori, peserta juga mengikuti praktik penerbangan drone di lapangan agar dapat memahami secara langsung teknik pengoperasian perangkat tersebut.
Sertifikasi Menjadi Nilai Tambah Mahasiswa
Dalam pelatihan ini, peserta juga diperkenalkan dengan pentingnya sertifikasi remote pilot sebagai bagian dari pengembangan kompetensi profesional.
Pemateri lainnya, Hamonangan J.K, menjelaskan bahwa sertifikasi drone dapat menjadi nilai tambah bagi mahasiswa baik dalam dunia akademik maupun dunia kerja.
āSaat ini hampir semua bidang membutuhkan sertifikasi pendukung. Sertifikat drone ini dapat menjadi nilai tambahan bagi mahasiswa, baik untuk mendukung studi mereka maupun untuk membuka peluang kerja setelah lulus,ā jelas Hamonangan.
Ia menilai bahwa kepemilikan sertifikasi dapat membantu mahasiswa memiliki keunggulan kompetitif ketika memasuki dunia profesional.
Keterampilan Penting Seorang Drone Pilot
Dalam pelatihan tersebut juga dijelaskan sejumlah keterampilan yang perlu dimiliki oleh seorang drone pilot. Selain kemampuan menerbangkan drone dengan aman, operator drone juga dituntut memiliki kreativitas dalam mengambil sudut pengambilan gambar.
Menurut Hamonangan, kemampuan menghasilkan visual berkualitas menjadi nilai tambah yang penting bagi seorang pilot drone.
āKeterampilan utamanya tentu mampu menerbangkan drone dengan baik. Setelah itu, seorang drone pilot juga perlu memahami bagaimana mengambil sudut pandang atau view yang tepat sehingga dapat menghasilkan video atau gambar yang berkualitas,ā ujarnya.
Kemampuan tersebut dinilai penting terutama bagi mereka yang ingin bekerja di bidang dokumentasi, produksi konten, maupun industri kreatif.
Teknologi Drone Semakin Dibutuhkan
Perkembangan teknologi juga membuat penggunaan drone semakin luas di berbagai sektor. Jika sebelumnya drone lebih banyak digunakan untuk dokumentasi atau kebutuhan hiburan, kini perangkat tersebut telah dimanfaatkan dalam berbagai bidang profesional.
Menurut Hamonangan, penggunaan drone saat ini bahkan telah dikombinasikan dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
āSekarang penggunaan drone tidak hanya untuk dokumentasi. Drone juga digunakan di bandara, untuk operasi pencarian dan penyelamatan oleh tim SAR, pemetaan hutan, hingga berbagai kebutuhan lain di sektor keamanan maupun perkebunan,ā jelasnya.
Melihat perkembangan tersebut, ia menilai bahwa keterampilan mengoperasikan drone memiliki potensi besar sebagai peluang karier di masa depan.
Mendorong Kepercayaan Diri dan Peluang Karier
Melalui pelatihan ini, para pemateri berharap mahasiswa difabel dapat meningkatkan kepercayaan diri sekaligus melihat berbagai peluang profesi baru yang dapat ditekuni.
Vindi menekankan bahwa keterampilan teknologi seperti drone dapat menjadi nilai lebih bagi mahasiswa penyandang disabilitas.
āTeman-teman harus tetap semangat dan kreatif. Ketika sudah menguasai teknik penerbangan drone, itu bisa menjadi peluang besar untuk masa depan,ā katanya.
Sementara itu, Hamonangan berharap pelatihan ini tidak hanya menghasilkan sertifikat semata, tetapi juga mendorong peserta untuk benar-benar memanfaatkan keterampilan yang diperoleh.
āHarapannya peserta tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi benar-benar dapat melakukan sesuatu setelah lulus kuliah. Dengan keterampilan drone ini, ada banyak peluang profesi yang bisa mereka pilih,ā pungkasnya.
Melalui pelatihan ini, teknologi drone diharapkan tidak hanya menjadi keterampilan baru bagi mahasiswa, tetapi juga membuka jalan bagi terciptanya peluang kerja yang lebih luas, termasuk bagi mahasiswa penyandang disabilitas. (nid/cay)














