Kanal24, Malang — Layanan kesehatan berkembang cepat seiring meningkatnya kompleksitas kasus medis yang ditangani di rumah sakit dan berbagai fasilitas kesehatan. Situasi ini menuntut tenaga kesehatan dengan kompetensi yang semakin spesifik, termasuk dalam bidang keperawatan.
Perawat memegang peran penting dalam proses perawatan pasien. Mereka berada di garis depan pelayanan kesehatan, berinteraksi langsung dengan pasien, memantau perkembangan kondisi klinis, sekaligus menjadi bagian dari tim medis yang menentukan keberhasilan proses perawatan.
Kebutuhan akan perawat dengan keahlian yang lebih mendalam inilah yang mendorong Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya (FIKES UB) mengembangkan Program Studi Ners Spesialis Keperawatan Medikal Bedah.
Sebagai bagian dari proses pembukaan program studi tersebut, FIKES UB melaksanakan asesmen lapangan pada 5–6 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam proses evaluasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) untuk menilai kesiapan institusi dalam menyelenggarakan pendidikan spesialis di bidang keperawatan.
Tim asesor dari LAM-PTKes yang hadir dalam asesmen tersebut adalah Prof. Dr. Kadek Ayu Erika, S.Kep., Ns., M.Kes dan Dr. Yani Sofiani, S.Kep., M.Kep., Ns., Sp.KMB.
Selama dua hari pelaksanaan asesmen, berbagai aspek kesiapan program studi menjadi fokus penilaian. Tim asesor meninjau kurikulum pendidikan, kesiapan sumber daya manusia, sistem tata kelola akademik, hingga sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran.
Diskusi akademik juga berlangsung intensif selama kegiatan tersebut, membahas berbagai aspek pengembangan pendidikan keperawatan spesialis di masa mendatang.

Menjawab Kebutuhan Perawat Spesialis
Ketua Tim Pengusul pembukaan program studi, Dr. Kuswantoro Rusca Putra, menyampaikan harapannya agar proses asesmen lapangan tersebut memberikan hasil positif bagi rencana pembukaan program studi baru di FIKES UB.
“Saya berharap kepada LAM-PTKes dapat menyetujui adanya program studi ini sehingga kami memperoleh dukungan penuh untuk menyelenggarakan Program Studi Ners Spesialis Keperawatan Medikal Bedah di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya,” ujarnya.
Bidang keperawatan medikal bedah memiliki peran strategis dalam pelayanan kesehatan modern. Perawat dengan spesialisasi ini memiliki kompetensi dalam menangani pasien dengan kondisi medis kompleks yang membutuhkan pengawasan klinis intensif serta koordinasi yang erat dengan dokter dan tenaga kesehatan lainnya.
Program pendidikan spesialis tersebut dirancang untuk memperkuat kompetensi klinis perawat sekaligus mendorong pengembangan praktik keperawatan berbasis riset dan ilmu pengetahuan.
Dengan penguatan kompetensi tersebut, lulusan program ini diharapkan mampu berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan di Indonesia.
Komitmen Mengembangkan Pendidikan Keperawatan
Salah satu asesor LAM-PTKes, Dr. Yani Sofiani, menyampaikan apresiasi terhadap kesiapan FIKES UB dalam menjalani proses asesmen lapangan tersebut.
Menurutnya, berbagai diskusi akademik yang berlangsung selama asesmen menjadi bagian penting dalam menilai kesiapan institusi untuk menyelenggarakan program pendidikan spesialis di bidang keperawatan.
“Di FIKES UB ini, dengan semua kasus dan berbagai hal yang kita bahas selama dua hari pelaksanaan asesmen, kami berharap hasil dari proses di LAM-PTKes nantinya dapat segera ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme dan proses yang berlaku,” jelasnya.
Proses asesmen lapangan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen FIKES UB dalam mengembangkan pendidikan keperawatan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masa kini.
Bagi sivitas akademika FIKES UB, pembukaan Program Studi Ners Spesialis Keperawatan Medikal Bedah merupakan bagian dari upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menyiapkan tenaga kesehatan profesional.(Din)













