Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Lebaran dan Tradisi Nyekar: Mengingat yang Pergi, Merawat yang Hidup

Dinia by Dinia
March 21, 2026
in Gaya Hidup, Ramadhan
0
Lebaran dan Tradisi Nyekar: Mengingat yang Pergi, Merawat yang Hidup

Ilustrasi tradisi "nyekar" saat lebaran (Ist.)

0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24 – Lebaran selalu identik dengan kebersamaan. Jalanan dipenuhi arus mudik, rumah-rumah kembali ramai oleh keluarga yang pulang, dan meja makan dipenuhi hidangan yang hanya muncul setahun sekali.

Namun di balik semua itu, ada satu perjalanan lain yang sering menjadi bagian dari Lebaran: perjalanan menuju pemakaman.

Di banyak daerah di Jawa dan berbagai wilayah Nusantara, tradisi nyekar—atau ziarah ke makam keluarga—menjadi bagian yang hampir tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri. Orang-orang datang membawa bunga, membersihkan makam, lalu memanjatkan doa bagi mereka yang telah lebih dahulu pergi.

Di antara keramaian Lebaran, nyekar menghadirkan ruang sunyi yang mengingatkan kita pada satu hal sederhana: bahwa hidup tidak hanya tentang yang hadir hari ini, tetapi juga tentang mereka yang pernah membentuk perjalanan kita.

Ziarah Kubur dalam Ajaran Islam

Dalam tradisi Islam, ziarah kubur bukanlah praktik yang asing. Ia bahkan memiliki dasar yang jelas dalam hadis Nabi Muhammad SAW.

Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah bersabda dalam salah satu hadisnya:

ŁƒŁŁ†Ł’ŲŖŁ Ł†ŁŽŁ‡ŁŽŁŠŁ’ŲŖŁŁƒŁŁ…Ł’ Ų¹ŁŽŁ†Ł’ Ų²ŁŁŠŁŽŲ§Ų±ŁŽŲ©Ł Ų§Ł„Ł’Ł‚ŁŲØŁŁˆŲ±Ł ŁŁŽŲ²ŁŁˆŲ±ŁŁˆŁ‡ŁŽŲ§

ā€œDahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian,ā€ (HR. Muslim).

Dalam riwayat lain, Rasulullah tidak hanya memerintahkan ziarah kubur, tetapi juga menjelaskan manfaat dari praktik tersebut. Beliau bersabda:

ŁƒŁŁ†Ł’ŲŖŁ Ł†ŁŽŁ‡ŁŽŁŠŁ’ŲŖŁŁƒŁŁ…Ł’ Ų¹ŁŽŁ†Ł’ Ų²ŁŁŠŁŽŲ§Ų±ŁŽŲ©Ł Ų§Ł„Ł’Ł‚ŁŲØŁŁˆŲ±Ł Ų£ŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŁŁŽŲ²ŁŁˆŲ±ŁŁˆŁ‡ŁŽŲ§ŲŒ ŁŁŽŲ„ŁŁ†ŁŽŁ‘Ł‡Ł ŁŠŁŲ±ŁŁ‚ŁŁ‘ Ų§Ł„Ł’Ł‚ŁŽŁ„Ł’ŲØŁŽŲŒ ŁˆŁŽŲŖŁŲÆŁ’Ł…ŁŲ¹Ł Ų§Ł„Ł’Ų¹ŁŽŁŠŁ’Ł†ŁŽŲŒ ŁˆŁŽŲŖŁŲ°ŁŽŁƒŁŁ‘Ų±Ł Ų§Ł„Ł’Ų¢Ų®ŁŲ±ŁŽŲ©ŁŽŲŒ ŁˆŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŲŖŁŽŁ‚ŁŁˆŁ„ŁŁˆŲ§ Ł‡ŁŲ¬Ł’Ų±Ł‹

ā€œDahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian. Sesungguhnya ziarah kubur dapat melunakkan hati, menitikkan air mata, mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kalian berkata buruk ketika berziarah,ā€ (HR. Hakim).

Penjelasan mengenai hadis ini juga banyak dibahas dalam kajian ulama tentang ziarah kubur dalam perspektif Islam, yang menekankan bahwa ziarah kubur menjadi sarana refleksi spiritual sekaligus pengingat tentang kehidupan akhirat.

Nyekar: Islam yang Berjumpa dengan Budaya Nusantara

Di Indonesia, ziarah kubur kemudian berkembang dengan ekspresi budaya lokal. Dalam masyarakat Jawa, praktik ini dikenal sebagai nyekar, yaitu menaburkan bunga di makam keluarga atau leluhur.

Kajian tentang tradisi nyekar dalam perspektif Islam Nusantara menjelaskan bahwa praktik ini merupakan hasil pertemuan antara ajaran Islam dengan budaya lokal yang telah hidup di masyarakat.

Penelitian lain mengenai nyekar sebagai tradisi religius dan budaya di Nusantara menunjukkan bahwa ziarah makam tidak hanya dimaknai sebagai penghormatan kepada leluhur, tetapi juga sebagai sarana refleksi spiritual dan penguatan hubungan sosial dalam masyarakat.

Dalam konteks ini, nyekar bukan sekadar ritual budaya, tetapi juga bagian dari ekspresi religius masyarakat Muslim Indonesia.

Ruang Sunyi di Tengah Perayaan

Jika Lebaran adalah perayaan kehidupan, nyekar adalah pengingat tentang kefanaan.

Di pemakaman, tidak ada hiruk pikuk seperti di rumah yang sedang menerima tamu. Yang ada hanyalah keheningan, doa, dan kenangan.

Sebagian orang berdiri lama di depan nisan. Sebagian lain duduk sejenak, mengingat kembali wajah-wajah yang dulu pernah menyambut mereka pulang.

Kajian tentang pendidikan spiritual dalam tradisi ziarah makam menyebut bahwa praktik ini membantu manusia merenungkan kehidupan, menumbuhkan empati, serta memperkuat kesadaran tentang kefanaan hidup.

Di tengah perayaan yang penuh kegembiraan, nyekar menghadirkan ruang refleksi yang jarang kita temui dalam rutinitas sehari-hari.

Nyekar sebagai Ingatan Keluarga

Bagi banyak keluarga di Indonesia, nyekar juga menjadi cara merawat ingatan.

Orang tua sering mengajak anak-anak datang ke makam keluarga, membersihkan nisan, lalu menceritakan kisah tentang kakek, nenek, atau leluhur yang mungkin tidak sempat mereka temui.

Tradisi ini secara tidak langsung menjadi cara untuk mentransmisikan sejarah keluarga kepada generasi berikutnya.

Melalui cerita-cerita sederhana di depan makam, anak-anak belajar memahami asal-usul mereka dan menyadari bahwa kehidupan yang mereka jalani hari ini merupakan bagian dari perjalanan panjang keluarga.

Lebaran dan Kesadaran Akan Waktu

Pada akhirnya, nyekar mengingatkan kita bahwa Lebaran bukan hanya tentang yang hadir. Ada orang tua yang dulu menunggu kita pulang.Ada kakek nenek yang dulu mengajarkan arti keluarga.

Kini mereka tidak lagi hadir secara fisik, tetapi doa tetap menjadi cara untuk menjaga hubungan yang tidak pernah benar-benar putus.

Di tengah tawa, silaturahmi, dan hidangan Lebaran, nyekar menghadirkan ruang sunyi yang mengajarkan kita tentang waktu, tentang syukur, dan tentang pentingnya menghargai setiap pertemuan.

Karena dalam setiap perjalanan mudik, selalu ada satu tempat yang mengingatkan kita tentang asal-usul: makam orang-orang yang pernah menanamkan cinta dalam hidup kita.

Di situlah Lebaran menemukan maknanya yang paling sunyi—dan mungkin juga yang paling dalam.(Din)

Post Views: 37
Tags: budaya Islam Nusantarabudaya jawaLebaranmakna Lebaranrefleksi Lebaranspiritualitas dalam Islamtradisi Lebaran Indonesiatradisi nyekarziarah kuburziarah makam keluarga
Previous Post

Selain Nastar dan Kastengel, Ini Lima Kue Lebaran Pilihan

Next Post

Bagaimana Jika Pulang Kampung Tanpa Beban Oleh-Oleh

Dinia

Dinia

Next Post
Bagaimana Jika Pulang Kampung Tanpa Beban Oleh-Oleh

Bagaimana Jika Pulang Kampung Tanpa Beban Oleh-Oleh

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Bagaimana Jika Pulang Kampung Tanpa Beban Oleh-Oleh

Bagaimana Jika Pulang Kampung Tanpa Beban Oleh-Oleh

March 21, 2026
Lebaran dan Tradisi Nyekar: Mengingat yang Pergi, Merawat yang Hidup

Lebaran dan Tradisi Nyekar: Mengingat yang Pergi, Merawat yang Hidup

March 21, 2026
Selain Nastar dan Kastengel, Ini Lima Kue Lebaran Pilihan

Selain Nastar dan Kastengel, Ini Lima Kue Lebaran Pilihan

March 20, 2026
Perempuan Bangkit Kendalikan Utang dan Masa Depan

Perempuan Bangkit Kendalikan Utang dan Masa Depan

March 20, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkiniā€Ž
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025