KANAL24, Malang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini sudah memiliki Ketua yang baru dengan diambil sumpahnya Friderica Widyasari Dewi pada hari rabu (25/3/2026) kemarin. Selanjunya OJK harus fokus dengan pekerjaan rumah yang ada terutama dalam bidang pembenahan pasar modal Indonesia.
Dalam pandangan Pengamat Pasar Modal UB Noval Adib terdapat tiga pekerjaan rumah yang mendesak bagi OJK terutama yang berkaitan dengan MSCI.
āYang jelas OJK saat ini harus berkejaran dengan waktu bulan Mei sesuai dengan tenggat yang diminta oleh MSCI. Jadi sekarang OJK harus bergerak cepat dengan ketua baru yang telah ada,ā kata Noval Adib, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya terdapat tiga hal yang mendesak sebagai pekerjaan rumah yang harus dituntaskan oleh OJK. Pertama mengenai ketentuan free float 15 persen bagi saham yang melantai di BEI. Tahapan menuju 15 persen ini harus jelas sehingga dapat menjadi gambaran bagi invesor, emiten dan juga masyarakat.
Baca Juga : OJK Resmi Miliki Ketua Baru
āPertama tentunya soal free float 15 persen itu harus segera jelas mekanisme dan tahapannya sehingga dapat menjadi panduan bagi investor, emiten dan juga lemabaga pemeringkat global,ā ujarnya.
Selanjutnya Noval juga meminta agar OJK tegas terhadap praktek goreng menggoreng saham yang ada di BEI dengan melakukan pengawasan yang jelas dan tegas agar praktik tersebut tidak terjadi lagi.
Aksi menggoreng saham tersebut merugikan investor ritel termasuk pemula sehingga dalam jangka panjang dapat berdampak buruk bagi kepercayaan investor terhadap mekanisme bursa.
Untuk PR ketiga, Noval yang juga dosen FEB UB ini menyoroti peraturan OJK atau POJK yang berkaitan dengan IPO saham. Dalam beberapa waktu terahir ini POJK tersebut dinilai cukup longgar sehingga emiten yang akan melakukan IPO bukanlah emiten yang berkualitas.
Beberapa kejadian IPO menunjukkan emiten yang melantai di bursa hanya mengeruk dana dari masyarakat dengan harga saham yang tidak wajar sehingga ujungnya merugikan masyarakat investor yang membeli saham IPO tersebut. (sdk)














