Kanal24, Malang – Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya memperkuat komitmennya dalam mendorong internasionalisasi publikasi ilmiah melalui penyelenggaraan Workshop Bengkel Jurnal Menuju Indeksasi Scopus. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas jurnal agar mampu bersaing di tingkat global.
“Untuk menyempurnakan kami sebagai sebuah fakultas, kami harus memiliki jurnal yang bereputasi internasional, yaitu jurnal yang terindeks Scopus agar bisa bersaing secara global,” ujar Dekan FTAB UB, Prof. Ir. Yusuf Hendrawan, STP, M.App.Life Sc., Ph.D.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Workshop Bengkel Jurnal Menuju Indeksasi Scopus yang dilaksanakan pada Rabu (01/04/2026), di Ruang Rapat Lantai 7 Gedung A Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, dan digelar oleh Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) UB.
Baca juga:
Dipercaya UNESCO, UB Bawa Indonesia Ambil Peran dalam Solusi Krisis Air Dunia

Komitmen Menuju Internasionalisasi Jurnal
Prof. Yusuf menjelaskan bahwa upaya menuju indeksasi Scopus merupakan bagian dari visi besar Universitas Brawijaya untuk melesat di level global. Menurutnya, FTAB telah menyelesaikan tahapan internasionalisasi program studi dengan capaian akreditasi internasional di seluruh program yang dimiliki.
Selain itu, FTAB juga telah mencapai predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), yang menjadi indikator tata kelola institusi yang baik. Oleh karena itu, penguatan reputasi jurnal menjadi langkah lanjutan untuk menyempurnakan capaian tersebut.
Dalam workshop ini, FTAB menghadirkan pakar pengelolaan jurnal dari Universitas Hasanuddin, yakni Prof. Alif dan Prof. Halimah, yang memberikan pendampingan teknis dan evaluasi terhadap kualitas jurnal yang dimiliki.
Empat Jurnal Siap Didorong ke Scopus
Melalui kegiatan “bengkel jurnal” ini, dilakukan identifikasi berbagai kekurangan yang masih perlu diperbaiki sebelum proses pengajuan indeksasi. Prof. Yusuf mengibaratkan kegiatan ini sebagai proses “memperbaiki yang rusak” agar jurnal menjadi lebih siap dan memenuhi standar internasional.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa empat jurnal FTAB memiliki potensi besar untuk terindeks Scopus. Jurnal tersebut antara lain Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) serta Jurnal Teknologi Pertanian yang masuk kategori high recommended. Sementara itu, jurnal Industria dan Jurnal Sumber Daya Alam dan Lingkungan (JSAL) berada pada kategori promising.
“Target kami berikutnya adalah mengajukan empat jurnal ini ke Scopus setelah dilakukan penyempurnaan berdasarkan evaluasi para ahli,” tambahnya.
Tantangan Kualitas dan Sumber Daya
Di balik optimisme tersebut, FTAB juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu yang utama adalah peningkatan kualitas riset yang dipublikasikan dalam jurnal. Kualitas artikel ilmiah menjadi faktor krusial dalam penilaian indeksasi internasional.
Selain itu, faktor lain yang menjadi kendala adalah keterbatasan sumber daya manusia dengan indeks H (H-index) tinggi, khususnya pada posisi Editor in Chief. Standar Scopus mensyaratkan editor dengan rekam jejak akademik yang kuat, termasuk H-index di atas 20.
Tantangan lain adalah kebutuhan akan keberagaman editorial board yang berasal dari minimal lima negara berbeda, serta perlunya penyempurnaan ruang lingkup (scope) jurnal agar lebih spesifik dan sesuai dengan bidang keilmuan.
Strategi Kolaborasi dan Penguatan Riset
Sebagai langkah jangka panjang, FTAB mendorong kolaborasi antara peneliti internal dengan peneliti internasional. Kolaborasi ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas riset sekaligus memperkaya keberagaman publikasi dalam jurnal.
Menurut Prof. Yusuf, peningkatan kualitas riset di tingkat institusi menjadi kunci utama agar kolaborasi global dapat terjalin secara optimal. Dengan demikian, publikasi ilmiah yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional.
Peran FTAB dalam Inovasi Teknologi Pangan
Selain fokus pada jurnal, FTAB juga aktif dalam menjawab tantangan teknologi pangan di Indonesia. Fakultas ini terus mendorong inovasi di bidang pangan guna mendukung program swasembada pangan nasional.
Berbagai langkah konkret telah dilakukan, seperti pembinaan terhadap 90 UMKM serta program mahasiswa membangun desa yang mengusung konsep “satu desa satu inovasi”. Tahun ini, program tersebut dikembangkan menjadi “50 kelurahan dengan 50 inovasi”, khususnya di bidang ketahanan pangan.
Mahasiswa diterjunkan langsung ke masyarakat untuk mengidentifikasi permasalahan nyata, yang kemudian dijadikan dasar dalam pengembangan solusi berbasis teknologi melalui mata kuliah Capstone Design. Hasil inovasi tersebut diwujudkan dalam bentuk alat atau sistem yang dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.
Melalui sinergi antara penguatan jurnal ilmiah dan inovasi berbasis riset, FTAB UB optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai fakultas berdaya saing global sekaligus berkontribusi nyata dalam pembangunan sektor pangan nasional. (nid/rin)













