Kanal24, Malang – Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) kembali menggelar International Summer Course sebagai upaya memperkuat internasionalisasi kampus. Kegiatan yang berlangsung secara luring di Ruang Sidang Lantai 5 FTAB UB pada Senin, 4 April 2026 ini diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai negara dan perguruan tinggi mitra.
Program ini merupakan bagian dari agenda rutin FTAB UB yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Summer course diselenggarakan dalam dua batch setiap tahunnya, dengan kombinasi pembelajaran daring dan luring selama kurang lebih empat bulan.
Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu strategi utama dalam mendorong pengakuan internasional fakultas.
Baca juga:
Lulusan UB Kini Diburu Pasar Global: Tembus Top 600 Dunia!

“Program summer course ini sudah kita jalankan secara rutin sejak saya menjabat sebagai dekan, dengan dua batch setiap tahun. Sebagian materi disampaikan secara daring, dan kemudian dilanjutkan dengan pertemuan luring selama sekitar satu minggu di Malang,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan program ini sejalan dengan komitmen FTAB UB untuk memperkuat branding internasional, terutama setelah seluruh program studi meraih akreditasi internasional serta adanya jurnal terindeks Scopus dan berbagai kerja sama global.
Dorong Implementasi Kerja Sama Internasional
Menurut Prof. Yusuf, summer course tidak sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari indikator kinerja utama (IKU) dalam mengimplementasikan kerja sama internasional.
“Melalui summer course, kita memastikan bahwa kerja sama dengan mitra luar negeri tidak hanya tertulis di atas kertas. Ini menjadi bagian dari implemented agreement, termasuk pertukaran mahasiswa, visiting lecture, hingga joint research,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini juga terhubung dengan program lain seperti doctoral global teaching fellowship, di mana dosen FTAB mengajar di kampus mitra maupun sebaliknya.
Pada batch pertama tahun ini, tercatat sebanyak 47 peserta mengikuti program, yang berasal dari berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, Taiwan, Filipina, hingga Burkina Faso. Para peserta mewakili 11 perguruan tinggi internasional.
Pengalaman Mahasiswa Internasional
Sejumlah mahasiswa internasional mengaku mendapatkan pengalaman akademik dan budaya yang berharga selama mengikuti program ini.
Mahasiswa asal Burkina Faso, Arif Thiombiano, menyebut bahwa metode pembelajaran yang diterapkan sangat membantu dalam memperdalam pemahaman.
“My impression is good. We started with online sessions and quizzes, and I learned a lot from the classes,” ujarnya.
Ia juga menilai program ini sebagai inisiatif yang sangat baik dari Universitas Brawijaya. “It’s a good program, an excellent program. Don’t hesitate to join,” tambahnya.
Sementara itu, peserta asal Taiwan, Lei Chun An, mengungkapkan bahwa program ini memberikan wawasan terkait isu global, khususnya Sustainable Development Goals (SDGs).
“I can learn lots of things related to the SDGs in Brawijaya University,” katanya.
Ia juga mengapresiasi lingkungan kampus yang dinilai nyaman serta keramahan civitas akademika. “People here are very friendly and helpful. The environment is very good,” ujarnya.
Integrasi dengan Kompetisi dan Konferensi
Ke depan, FTAB UB berencana mengembangkan konsep summer course agar lebih terintegrasi dengan berbagai kegiatan akademik lainnya. Pada batch berikutnya, program akan dikombinasikan dengan kompetisi mahasiswa internasional serta konferensi ilmiah.
“Batch kedua akan lebih spesial karena terintegrasi dengan student competition, international conference, hingga kegiatan dosen seperti konferensi internasional,” jelas Prof. Yusuf.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kolaborasi akademik sekaligus memperluas jejaring internasional bagi mahasiswa dan dosen.

Perluas Jangkauan Global
FTAB UB menargetkan partisipasi yang lebih luas dari berbagai negara pada penyelenggaraan mendatang. Tidak hanya dari kawasan Asia, tetapi juga Eropa, Australia, Timur Tengah, hingga Afrika.
Prof. Yusuf berharap program ini dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan FTAB UB di tingkat global.
“Harapan kami, kegiatan ini semakin besar dan diikuti lebih banyak negara sehingga FTAB UB semakin dikenal di dunia internasional,” tuturnya.
Melalui penyelenggaraan International Summer Course, FTAB UB menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem akademik yang berdaya saing global serta memperkuat posisi Universitas Brawijaya sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi unggulan di kancah internasional. (nid/ger)













