Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Ancaman El Nino dan Kemarau, Produksi Pangan Nasional Teruji

Einid Shandy by Einid Shandy
April 9, 2026
in Gaya Hidup, Nasional
0
Ancaman El Nino dan Kemarau, Produksi Pangan Nasional Teruji

Ancaman El Nino dan Kemarau, Produksi Pangan Nasional Teruji (AI)

0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang — Ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino diperkirakan kembali menguji ketahanan produksi pangan nasional pada 2026. Kondisi cuaca ekstrem berupa penurunan curah hujan dan peningkatan suhu dinilai berpotensi mengganggu sektor pertanian, terutama komoditas utama seperti beras.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan, peluang terjadinya El Nino pada semester II 2026 perlu diwaspadai serius. Ia menyebut fenomena yang kerap disebut sebagai “El Nino Godzilla” itu berpotensi memicu kemarau yang lebih kering dan panjang dibandingkan kondisi normal.

“Peluang terjadi El Nino khususnya pada semester 2 tahun 2026 yang berpotensi membuat kemarau di 2026 lebih kering dan lebih panjang dari kondisi normal yang terdampak di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Rizal dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR.

Baca juga:
Bagaimana Cara Kembali Terhubung dengan Teman Lama

Ia menambahkan, kondisi cuaca ekstrem tersebut dapat berdampak langsung terhadap produksi pangan nasional. Penurunan curah hujan berisiko menyebabkan kekeringan luas yang mengganggu proses budidaya tanaman.

“Cuaca ekstrem seperti penurunan curah hujan yang sangat berdampak pada kekeringan, meluas, dan kemarau panjang,” kata dia.

Produksi Terancam, Pola Tanam Terganggu

Sejumlah kajian menunjukkan bahwa El Nino kerap berdampak signifikan terhadap sektor pertanian. Penurunan curah hujan menyebabkan berkurangnya ketersediaan air irigasi, yang pada akhirnya menekan produktivitas tanaman bahkan memicu gagal panen.

Selain itu, perubahan pola musim juga dapat mengacaukan jadwal tanam petani. Dalam kondisi ekstrem, luas tanam bisa menyusut dan produksi pangan nasional ikut tergerus. Dampak lanjutan lainnya adalah meningkatnya serangan hama serta penurunan kualitas hasil panen.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengingatkan bahwa kemarau kering akibat El Nino berpotensi menurunkan produksi tanaman pangan akibat terganggunya siklus tanam dan risiko gagal panen.

Tak hanya sektor produksi, dampak tersebut juga bisa merembet ke stabilitas harga pangan. Penurunan pasokan di tengah permintaan yang stabil berpotensi mendorong kenaikan harga di pasar.

Pemerintah Siapkan Mitigasi

Mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah bersama Bulog telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Salah satunya melalui program pompanisasi untuk memastikan pasokan air ke lahan pertanian tetap terjaga, terutama di wilayah yang rentan kekeringan.

Upaya ini bukan hal baru. Rizal menyebut strategi serupa telah diterapkan saat menghadapi El Nino sebelumnya dan dinilai cukup efektif menjaga produksi. “Sudah kita berhasil mengatasi El Nino tersebut dengan swasembada,” tegasnya.

Selain itu, Bulog juga memperkuat sistem deteksi dini dengan mengintegrasikan data prakiraan cuaca, laporan produksi daerah, serta posisi stok pangan. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat respons apabila terjadi gangguan produksi akibat perubahan cuaca ekstrem.

Distribusi dan pengelolaan stok juga dioptimalkan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga. Termasuk langkah antisipasi terhadap risiko kebakaran lahan maupun gangguan logistik yang dapat memperburuk kondisi pangan.

Stok Beras Diklaim Aman

Di tengah ancaman tersebut, pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional, khususnya beras, masih dalam kondisi aman. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan cadangan beras pemerintah saat ini berada pada level tinggi.

“Stok beras nasional di Indonesia dipastikan aman untuk 10-11 bulan ke depan,” ujar Amran.

Berdasarkan data yang dihimpun, cadangan beras pemerintah telah mencapai sekitar 4,6 juta ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik, bahkan jika terjadi kemarau ekstrem selama beberapa bulan.

Meski demikian, Amran mengakui bahwa tantangan sektor pangan tidak hanya berasal dari faktor iklim. Ketegangan geopolitik global juga berpotensi mengganggu rantai pasok pangan dunia, sehingga perlu diantisipasi secara menyeluruh.

Kewaspadaan Jadi Kunci

Dengan potensi kemarau panjang yang diprediksi berlangsung mulai April hingga Agustus 2026, kewaspadaan menjadi kunci utama menjaga ketahanan pangan nasional. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani diperlukan untuk meminimalkan dampak El Nino terhadap produksi.

Langkah adaptasi seperti pengelolaan air, penggunaan teknologi pertanian, serta pemantauan cuaca secara intensif menjadi strategi penting agar sektor pangan tetap resilien di tengah tekanan iklim yang kian tidak menentu. (nid)

Post Views: 39
Tags: bulogEl NinoKANAL24kanal24.co.idkemarau panjangKetahanan PanganPerubahan Iklimproduksi panganstok berasuniversitas brawijaya
Previous Post

Geopolitik Memanas, Forum Global Soroti Dampaknya

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Ancaman El Nino dan Kemarau, Produksi Pangan Nasional Teruji

Ancaman El Nino dan Kemarau, Produksi Pangan Nasional Teruji

April 9, 2026
Geopolitik Memanas, Forum Global Soroti Dampaknya

Geopolitik Memanas, Forum Global Soroti Dampaknya

April 9, 2026
Fitch Turunkan Outlook Ekonomi Indonesia, Sinyal Waspada bagi Investor

Rupiah Melemah ke Level Rp17.000 per Dolar AS, BI Lakukan Intervensi

April 9, 2026
BRI Teratas di Indonesia, Kian Perkasa di Daftar Global

BRI Teratas di Indonesia, Kian Perkasa di Daftar Global

April 9, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025