Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Dr. Catur Wasonowati Alumni BP UB di Jalur Ketahanan Pangan

Dinia by Dinia
April 11, 2026
in Pendidikan
0
Dr. Catur Wasonowati Alumni BP UB di Jalur Ketahanan Pangan

Dr. Catur Wasonowati, Alumni Departemen Budidaya Pertanian FP UB (Ist.)

3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Percakapan itu berlangsung lewat layar, tanpa tatap muka. Namun dari rangkaian jawaban yang singkat dan terukur, tersingkap satu kegelisahan : pertanian Indonesia masih berjalan di bawah potensinya sendiri.

Di tengah tantangan ketahanan pangan dan perubahan iklim, kegelisahan itu menjadi titik awal perjalanan Dr. Catur Wasonowati.

Alumni Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya ini kini mengemban peran sebagai Ketua Program Studi Agroekoteknologi di Universitas Trunojoyo Madura. Jalan yang ia tempuh bukan sekadar lintasan akademik, melainkan refleksi dari kegelisahan yang sejak awal ia sadari: pertanian Indonesia menyimpan potensi besar, tetapi belum sepenuhnya tergarap.

ā€œKeinginan untuk berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan… serta masih banyak permasalahan di lapangan,ā€ ujarnya dalam percakapan tersebut, merujuk pada motivasinya memilih Jurusan Budidaya Pertanian.

Bagi Dr. Catur, pertanian tidak pernah sekadar objek studi. Ia adalah ruang perjumpaan antara ilmu, teknologi, dan realitas sosial. Di satu sisi, ada peluang besar dalam agribisnis dan inovasi. Di sisi lain, ada persoalan klasik: produktivitas yang belum optimal, teknologi yang belum merata, hingga ketahanan pangan yang terus diuji.

Kesadaran itu membentuk cara pandangnya sejak menjadi mahasiswa. Ia tidak ingin berhenti pada pemahaman teoritis. Ia ingin ilmu yang dipelajari dapat ā€œditurunkanā€ ke lapangan—menjadi solusi, bukan sekadar wacana.

Visi itu ia rumuskan dengan lugas: menjadi individu yang paham teori, sekaligus mampu menerapkannya, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berdaya saing dalam bidang pertanian.

Perjalanan menjadi dosen, bagi Dr. Catur, menjadi kelanjutan dari proses belajar yang terus diasah sepanjang kehidupan. Ia menyebut konsistensi sebagai kunci—konsistensi untuk terus membaca, meneliti, dan menulis.

Namun, ada satu hal yang ia tekankan lebih dari sekadar capaian akademik: dedikasi.

ā€œPenting untuk memiliki dedikasi tinggi dalam mengajar dan membimbing mahasiswa,ā€ ujarnya, singkat.

Dalam peran itulah, ia melihat tanggung jawab yang lebih luas. Bukan hanya mencetak lulusan, tetapi membentuk generasi yang mampu menjawab persoalan riil di sektor pertanian. Ia percaya, kampus seharusnya tidak menjadi menara gading yang jauh dari petani.

Pandangan itu tercermin dalam cara ia memaknai pembelajaran. Baginya, kelas tidak cukup diisi teori. Mahasiswa perlu dihadapkan pada praktik, pada persoalan nyata, bahkan pada ketidakpastian.

Ia menyebut pentingnya mata kuliah yang aplikatif—teknologi produksi tanaman, ilmu tanah, proteksi tanaman, hingga kewirausahaan. Namun yang lebih penting adalah pendekatan pembelajarannya.

ā€œPembelajaran berbasis proyek… dan magang di industri pertanian,ā€ ujarnya, menekankan bahwa pengalaman langsung adalah jembatan antara kampus dan dunia kerja.

Di situ, mahasiswa belajar bukan hanya tentang benar dan salah, tetapi tentang mencari jalan keluar.

Di tengah perubahan global—perubahan iklim, krisis pangan, hingga disrupsi teknologi—Dr. Catur tidak menawarkan jawaban yang muluk. Ia justru kembali pada prinsip yang sederhana, tetapi mendasar: inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.

Baginya, mahasiswa dan alumni harus terus belajar, terbuka pada teknologi baru, dan tidak ragu menciptakan solusi sendiri.

ā€œJangan takut untuk menciptakan solusi baru di bidang pertanian,ā€ tuturnya.

Ada nada optimisme di sana, tetapi juga kesadaran bahwa jalan yang ditempuh tidak mudah.

Pada akhirnya, yang paling ia tekankan bukanlah gelar atau jabatan, melainkan dampak. Ia percaya, keberhasilan alumni tidak diukur dari posisi, tetapi dari kontribusi.

Meningkatkan produktivitas pertanian, membuka lapangan kerja, hingga membawa inovasi ke tingkat petani—itulah bentuk nyata dari ilmu yang bekerja.

Percakapan singkat itu berakhir tanpa kesimpulan yang eksplisit. Namun, dari rangkaian jawaban yang tenang, tergambar satu hal: bagi Dr. Catur Wasonowati, pertanian bukan sekadar bidang keilmuan. Meningkatkan potensi pertanian adalah kerja panjang—menanam pengetahuan, merawatnya dengan kesabaran, lalu menunggu waktu untuk menuai perubahan.(Din)

Post Views: 46
Tags: agroekoteknologi IndonesiaAlumni Budidaya Pertanian UBdosen inspiratif IndonesiaDr. Catur Wasonowatiinovasi pertanian berkelanjutanketahanan pangan indonesiapendidikan tinggi pertaniantantangan sektor pertanian
Previous Post

Belajar Bahasa Asing Saat Dewasa Beri Dampak Positif

Next Post

Pamer Kemesraan di Ruang Publik Bikin Tak Nyaman?

Dinia

Dinia

Next Post
Pamer Kemesraan di Ruang Publik Bikin Tak Nyaman?

Pamer Kemesraan di Ruang Publik Bikin Tak Nyaman?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Pamer Kemesraan di Ruang Publik Bikin Tak Nyaman?

Pamer Kemesraan di Ruang Publik Bikin Tak Nyaman?

April 11, 2026
Dr. Catur Wasonowati Alumni BP UB di Jalur Ketahanan Pangan

Dr. Catur Wasonowati Alumni BP UB di Jalur Ketahanan Pangan

April 11, 2026
Belajar Bahasa Asing Saat Dewasa Beri Dampak Positif

Belajar Bahasa Asing Saat Dewasa Beri Dampak Positif

April 11, 2026
Tren Tema Yearbook 2026, Lebih Personal dan Bermakna

Tren Tema Yearbook 2026, Lebih Personal dan Bermakna

April 11, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkiniā€Ž
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025