Kanal24, Malang – Pemerintah Kota Malang mulai mematangkan strategi pengembangan sektor pariwisata berbasis integrasi kawasan guna memperluas daya tarik destinasi sekaligus meningkatkan lama kunjungan wisatawan. Konsep ini disiapkan untuk menghubungkan berbagai titik wisata unggulan, mulai kawasan heritage, pusat kuliner, hingga kampung tematik agar saling terkoneksi dalam satu jalur wisata terpadu.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan skema integrasi kawasan tersebut dirancang agar wisatawan tidak hanya terfokus pada satu lokasi populer saja, melainkan dapat menjelajahi berbagai destinasi lain yang selama ini belum tergarap maksimal.
Menurutnya, setiap kawasan wisata di Kota Malang memiliki keunggulan tersendiri yang perlu dihubungkan dalam sebuah ekosistem pariwisata yang saling mendukung. Dengan konsep tersebut, wisatawan diharapkan memperoleh pengalaman yang lebih lengkap saat berkunjung ke Kota Malang.
Baca juga:
Pemkot Malang Dorong Program RT Berkelas untuk Tuntaskan Sampah
Salah satu kawasan yang menjadi fokus pengembangan adalah Kayutangan Heritage yang selama ini dikenal sebagai ikon wisata heritage Kota Malang. Kawasan tersebut direncanakan terintegrasi dengan sejumlah titik lain seperti Pasar Splendid, Alun-Alun Merdeka, Balai Kota Malang, hingga Stasiun Malang agar terbentuk koridor wisata yang saling terhubung.
Selain kawasan heritage, Pemkot Malang juga menaruh perhatian pada pengembangan kampung tematik yang selama ini menjadi bagian penting identitas wisata kota. Pemerintah menilai kampung tematik memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat karakter pariwisata berbasis budaya dan kreativitas warga.
Melalui integrasi kawasan, kampung-kampung tematik tersebut nantinya diharapkan tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari jalur wisata yang terhubung dengan pusat keramaian dan destinasi utama Kota Malang.
Pemkot Malang saat ini masih melakukan pengkajian internal terkait desain pengembangan kawasan wisata terintegrasi tersebut. Pemerintah juga membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi dan investor guna mempercepat realisasi proyek penataan kawasan wisata.
Dalam pengembangan jangka panjang, konsep integrasi kawasan wisata juga akan didukung penataan transportasi dan fasilitas publik. Salah satunya melalui optimalisasi becak listrik sebagai layanan wisata ramah lingkungan yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas antar destinasi di pusat kota.
Pemerintah Kota Malang optimistis strategi tersebut mampu memperluas citra Kota Malang sebagai destinasi urban heritage dan wisata tematik unggulan di Jawa Timur. Selain meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, skema integrasi kawasan juga diharapkan mampu menghidupkan sektor ekonomi kreatif, UMKM, serta aktivitas masyarakat di sekitar kawasan wisata.














