Kanal24, Malang – Di tengah tanggung jawab profesional dan peran strategis di berbagai posisi, Dr. Ir. Iwan Suprijanto, S.T., M.T., FIDSK tetap menuntaskan satu komitmen penting: pendidikan. Bukan sekadar menyelesaikan studi doktor, ia menjadikan proses akademik sebagai perpanjangan dari kerja nyata—menghubungkan riset dengan pembangunan nasional.
Capaian itu mengantarkannya sebagai Wisudawan Terbaik Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya pada Wisuda Periode XV Tahun Akademik 2025/2026, Rabu (11/6/2026).
Selain aktif di bidang profesional, ia juga mengemban berbagai peran strategis, di antaranya sebagai Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB), Ketua Umum IKA Fakultas Teknik UB, serta bagian dari pengelolaan dana abadi UB.
Di tengah padatnya tanggung jawab tersebut, ia menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam menempuh studi doktor bukan pada kompleksitas akademik, melainkan pada kemampuan mengelola waktu dan menjaga konsistensi.
“Tantangan terbesar sebenarnya pada waktu. Kuncinya bagaimana mengatur waktu, mengatur sumber daya, dan yang penting adalah ketekunan,” ujarnya.
Baginya, studi doktor bukanlah aktivitas yang terpisah dari pekerjaan, melainkan bagian yang saling terhubung. Disertasi yang ia susun menjadi refleksi langsung dari bidang yang ia tekuni.
Riset yang Terhubung dengan Pembangunan Nasional
Dalam disertasinya, Iwan mengangkat topik pengembangan model keberlanjutan bangunan gedung hijau di Ibu Kota Nusantara (IKN). Fokus ini sejalan dengan perannya dalam pembangunan infrastruktur, khususnya sektor perumahan dan bangunan gedung.
“Disertasi saya terkait model keberlanjutan pengembangan bangunan gedung hijau di IKN. Saya ingin pembangunan di ibu kota baru tetap berpegang pada prinsip keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa konsep keberlanjutan yang dikembangkan tidak hanya mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, tetapi juga memasukkan dimensi teknologi dan infrastruktur sebagai bagian penting dalam sistem pembangunan.
Pendekatan ini menjadi salah satu kebaruan dalam risetnya, sekaligus menjawab kebutuhan pembangunan kota masa depan yang adaptif dan berkelanjutan.
Dari Disertasi Menuju Regulasi
Lebih dari sekadar karya akademik, riset tersebut kini bergerak menuju implementasi. Iwan mengungkapkan bahwa konsep yang dikembangkan tengah dipersiapkan sebagai bagian dari regulasi di lingkungan Otorita IKN.
“Saat ini sedang dipersiapkan menjadi regulasi, bagian dari peraturan kepala otorita IKN, khususnya terkait persyaratan bangunan gedung dan perumahan,” ujarnya.
Baginya, nilai utama dari pendidikan tinggi terletak pada kebermanfaatannya.
“Gelar bukan tujuan akhir, tetapi bagaimana ilmu ini bisa memberikan manfaat. Belajar di kampus harus bisa diimplementasikan di dunia kerja,” tegasnya.
Tanggung Jawab bagi Negeri
Sebagai bagian dari jejaring alumni, Iwan melihat peran universitas tidak berhenti pada proses pendidikan, tetapi berlanjut pada kontribusi nyata para lulusannya di tengah masyarakat.
Ia berharap Universitas Brawijaya terus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberi dampak bagi pembangunan nasional.
“UB harus terus berkembang, menghasilkan alumni yang unggul dan mampu memberikan kontribusi untuk kesejahteraan negeri,” pesannya.
Di titik ini, perjalanan akademik tidak berhenti pada gelar, melainkan menjadi jembatan antara ilmu, kebijakan, dan masa depan pembangunan Indonesia.(Din)














